ADVERTISEMENT

Partai Tambahan di Koalisi Gerindra-PKB Dinilai Cuma Wacana

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 08:40 WIB
Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menemui Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj)
Foto: Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menemui Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj)
Jakarta -

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut deklarasi capres Gerindra dan PKB masih menunggu partai tambahan yang akan bergabung ke koalisi. Partai tambahan itu dinilai hanya wacana belaka.

"Menunggu tambahan satu partai lagi itu bisa jadi hanya sekedar wacana dan cara mengulur-ngulur waktu karena posisi Cak Imin sebagai cawapres Prabowo belum clear," ujar Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno kepada wartawan, Selasa (22/11/2022).

Adi menyebut terkait partai tambahan itu hanya Cak Imin dan Tuhan saja yang tahu. Pasalnya, sangat rumit membayangkan satu partai lagi yang bakal gabung ke Gerindra-PKB karena semua partai sudah berkongsi.

"Karena kalau satu partai lagi dikaitkan dengan PKS rasa-rasanya sulit karena PKS iman politiknya belum goyang, masih solid di koalisi perubahan," tutur Adi.

Adi Prayitno (Dok istimewa)Foto: Adi Prayitno (Dok istimewa)

Adi menyebut rasanya tak mungkin PDIP bergabung ke koalisi Gerindra-PKB. Yang ada, justru Gerindra-PKB yang kemungkinan merapat dan melebur ke PDIP.

"Karena cukup berisiko bagi bargaining Cak Imin ke Prabowo jika ada tambahan satu partai politik lain. Posisi PKB tak lagi bisa mengunci pencapresan Prabowo, karena ada partai lain yang sudah join koalisi," imbuh Adi.

Adi menilai Cak Imin belum tentu jadi cawapres Prabowo. Sebagai bukti, Cak Imin tak kunjung diusung sebagai cawapres Prabowo.

"Itu artinya, soal cawapres Prabowo tentu masih mempertimbangkan nama lain selain Cak Imin. Bahkan Prabowo sempat dikaitkan dengan Khofifah. Belakangan juga Prabowo dijodoh-jodohkan dengan Ganjar. Masih kusut dan rumit," jelas Adi.

Menurut Adi, cawapres Prabowo wajib hukumnya bisa mendongkrat elektabilitas. Itulah syarat yang tak bisa ditawar bila ingin menang.

"Kedua, lawan Prabowo tak terlampau kuat alias elektabilitasnya rendah yang mudah dikalahkan," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Cak Imin menyebut deklarasi capres Gerindra dan PKB masih menunggu partai tambahan yang akan bergabung ke koalisi.

"Kita sedang menunggu perkembangan dialog dengan partai-partai tambahan sekaligus menyiapkan diskusi yang lebih matang soal sistem. Kerja dari koalisi moga-moga semuanya lancar," ujar Cak Imin di Gedung DPP PKB, Jl Raden Saleh Raya, Senen, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2022).

Siapa partai tambahan yang dimaksud Cak Imin? Saat ditanya apakah partai tambahan itu PDIP, Cak Imin tidak mengiyakan atau membantah.

"Pokoknya kita kasih tahu pada akhirnya," ujar Cak Imin.

Lihat juga video 'Gerindra Respons Isu Prabowo-Ganjar Dipasangkan di Pilpres 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT