NasDem: Siapa Bilang Konotasi Negatif Politik Identitas ke Anies?

ADVERTISEMENT

NasDem: Siapa Bilang Konotasi Negatif Politik Identitas ke Anies?

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 17:35 WIB
Sekjen NasDem, Johnny G Plate
Johnny Gerard Plate. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NasDem Johnny Gerard Plate mempertanyakan anggapan adanya konotasi negatif terkait politik identitas untuk bakal capres 2024 NasDem, Anies Baswedan. Johnny Plate menepis anggapan konotasi negatif politik identitas diarahkan ke Anies.

"Siapa bilang, siapa bilang konotasi negatif, dari siapa? Itu persepsi kamu, itu persepsi kamu. Tidak ada konotasi itu," ujar Plate kepada wartawan saat ditanya soal konotasi negatif cenderung ke Anies Baswedan di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2022).

"Yang ada adalah bagaimana kta menjaga agar Indonesia yang negara plural ini jangan sampai terjadi, lagi-lagi mempolitisasi identitas masyarakat, itu yang harus dijaga. Jangan selalu diasosiasikan dengan satu, dua tokoh di Indonesia. Karena setiap tokoh di Indonesia mempunyai pendukung, ada pro dan kontra," tegasnya.

Plate mengatakan diskusi jelang 2024 penting untuk dilakukan. Hal itu untuk memberikan masukan agar kualitas kontestasi politik semakin berkualitas.

"Setiap tokoh, karena tidak ada yang menang 100% di Indonesia ini, siapapun juga. Dan setiap tokoh kita, politisi kita adalah manusia biasa, karenanya maka dibutuhkan diskusi-diskusi SocDem ini untuk memberikan masukan-masukan agar kontestasi kita itu lebih berkualitas dari waktu ke waktu, agar pemilu serentak dan current general election kita di 2024 ini betul-betul legitimate, mempersatukan, merekatkan, mengeratkan, dan satu ciri Indonesia, politik Indonesia adalah ciri kegotongroyongan," ujarnya.

Menkominfo itu menyebut pertarungan memperebutkan kemenangan dalam pemilu merupakan hal yang wajar. Menurutnya, ketika pemilihan itu selesai, maka setiap calon seharusnya kembali bergandeng tangan membangun bangsa.

"Kita boleh berkontestasi ya, bertarung di pemilihan umum memenangkannya, tetapi setelah itu bergandengan tangan membangun bangsa dan negara bersama-sama, ada peran, ada peran di dalam pemerintahan, ada peran di luar pemerintahan, ada peran antar lembaga negara yang saling mengisi dan saling memberikan check dan balances," ucapnya.

Anies Baswedan sempat bertemu dengan para tokoh ulama di Kantor DPW NasDem Sumatera Utara. Anies membahas dirinya yang kerap disebut tidak toleran atau intoleran.

Hal itu disampaikan Anies ketika ditanya oleh salah satu peserta dalam pertemuan itu, mengenai cara menghadapi tudingan politik identitas. Menurutnya, tudingan tersebut hanya perlu dijawab dengan pertanyaan mengenai bukti terkait adanya politik identitas.

"Saya sering menyampaikan, jangan di-counter, jadi kalau bapak mendengar bahwa misal dikatakan 'Anies tidak toleran, diskriminatif, Anies tidak bersahabat', maka bapak jangan jawab 'Anies bersahabat', bapak tanya saja 'bisakah ditunjukkan buktinya?' Karena kalau tidak bisa ditunjukkan buktinya, maka pernyataan itu batal demi akal sehat," kata Anies, Jumat (4/11).

Anies mengimbau untuk tidak menilai seseorang berdasarkan persepsi. Namun, menurutnya, nilailah seseorang berdasarkan kenyataan.

"Ketika saya baru selesai pilkada saya tidak bisa menjawab dan saya tidak mau jawab, kenapa? Saya akan jawab bukan dengan pernyataan tapi dengan kenyataan. Karena kenyataan akan bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Simak Video 'Jokowi ke Capres-Cawapres: Jangan Bawa Politik Identitas, Bahaya!':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT