Ganjar Mesra dengan Puan di Jateng, PDIP: Keduanya Anak Didik Megawati

ADVERTISEMENT

Ganjar Mesra dengan Puan di Jateng, PDIP: Keduanya Anak Didik Megawati

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 23:19 WIB
Ganjar Pranowo sambut Puan Maharani di Jateng. (dok. IG Ganjar Pranowo).
Foto: Ganjar Pranowo sambut Puan Maharani di Jateng. (dok. IG Ganjar Pranowo).
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali menunjukkan gestur hangat ke Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani dengan menyambut langsung kedatangan Puan saat tiba di Jawa Tengah (Jateng). Bagaimana respons PDIP?

Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan pertemuan Puan dan Ganjar di Jateng itu istimewa. Said menilai wajar keduanya diundang dalam acara yang sama, yakni Munas HIPMI yang digelar di Solo.

"Pertemuan Mbak Puan selaku Ketua DPR RI dan Mas Ganjar selaku Gubernur Jateng di acara Munas HIPMI di Solo tentu kian istimewa bagi kami di PDI Perjuangan," kata Said saat dihubungi, Senin (21/11/2022).

"Mbak Puan terpilih menjadi anggota DPR dari dapil Jateng V yang meliputi Solo Raya, Mas Ganjar Gubernur Jateng. Jadi sudah sewajarnya kedua beliau diundang oleh HIPMI yang melaksanakan Munasnya di Solo," lanjutnya.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini mengatakan Puan dan Ganjar sebelumnya juga sempat berada di acara yang sama yakni di Muktamar Muhammadiyah. Namun keduanya disebut belum sempat bertemu tatap muka.

"Bukankah sebelumnya Mbak Puan dan Mas Ganjar juga hadir di Muktamar Muhammadiyah di Solo. Kehadiran kedua beliau karena memang diundang oleh tuan rumah yakni Panitia Muktamar Muhammadiyah. Hanya saja saat di Muktamar Muhammadiyah kedua kader PDI Perjuangan tersebut belum sempat bertatap muka dan bersalaman karena memang acaranya besar sekali melibatkan ribuan orang," katanya.

Said menilai pertemuan kedua tokoh ini membuktikan parpolnya solid di bawah kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri. Dia menuding ada pihak yang tidak ingin PDIP solid.

"Orang luar saja yang seringkali membuat framing Mbak Puan dan Mas Ganjar tidak bisa berkomunikasi. Keduanya adalah anak didik dan kader kader utama Bu Mega, jadi keduanya solid di bawah komando Ibu Ketum," ujarnya.

"Menjelang pemilu memang ada yang tidak suka PDI Perjuangan solid, sehingga seringkali membenturkan kedua kader utama kami," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT