Ade Armando Disebut Pakai Politik Identitas, Ini Kata PDIP

ADVERTISEMENT

Ade Armando Disebut Pakai Politik Identitas, Ini Kata PDIP

Silvia Ng - detikNews
Jumat, 04 Nov 2022 23:18 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sabtu (17/9/2022).
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)
Jakarta -

Ade Armando menjadi perbincangan terkait pernyataan suara pemilih Kristen dan peluang Anies Baswedan memenangi Pilpres 2024. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyoroti pernyataan Ade Armando yang disebut menggunakan politik identitas.

"Ya sebenernya kita ini kan punya Pancasila. Sejak masa zaman kerajaan kita sudah punya Bhinneka Tunggal Ika, tidak ada persoalan kehidupan beragama," kata Hasto kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2022).

"Lalu mereka yang menggunakan politik identitas itu bagian dari suatu bentuk ambisi kekuasaan," imbuhnya.

Hasto mengungkap publik perlu mencari pemimpin yang menyatukan bangsa. Dia bahkan menyebut memiliki rekam jejak tokoh-tokoh yang dinilai mengobarkan permusuhan.

"Tapi mencari pemimpin itu harus dicari betul sosok yang menyatukan bangsa, bukan yang memecah belah. Kita tahu rekam jejak mana yang justru malah mengobarkan permusuhan, mana yang membangun persatuan," ucapnya.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan bahwa partainya menjunjung tinggi persatuan bangsa.

"Bagi PDI Perjuangan, membangun persatuan itulah yang harus dikedepankan oleh setiap komponen bangsa," ujar Hasto.

Pernyataan Ade Armando

Pernyataan Ade Armando diunggah di YouTube CokroTV dengan judul 'Ade Armando: BILA SUARA UMAT KRISTEN TERBELAH, ANIES AKAN MENANG'. Video itu ramai di Twitter pada hari ini.

Hal yang menonjol dalam video Ade itu adalah 'kalau umat Kristen kompas, Anies akan gagal. Kalau suara umat Kristen terbelah, Anies akan melenggang menjadi presiden.' Ade Armando menjelaskan lebih lanjut.

"Soal video saya, pemilih pada 2024 nanti, kemungkinan besar yang menentukan hasil akhir adalah pemilih Kristen," kata Ade yang juga dosen di Universitas Indonesia (UI) ini, Kamis (3/11).

Soal politik identitas, pegiat media sosial ini menjelaskan, pihak yang memecah belah adalah pihak yang menggunakan politik identitas demi memenangkan misinya. Ade juga tidak merasa sebagai pelaku politik identitas.

"Ini bukan politik identitas. Kalau saya misal mengatakan pilihlah Anies atau Ganjar Pranowo karena agama atau sukunya, itu politik identitas," tutur Ade.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT