PKB ke Zulfan Lindan: NasDem Antitesis Jokowi Juga?

ADVERTISEMENT

PKB ke Zulfan Lindan: NasDem Antitesis Jokowi Juga?

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 12 Okt 2022 13:52 WIB
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid melihat masyarakat Pulau Bawean, Gresik selama ini banyak merantau karena tak bisa mengoptimalkan potensi alam di sana. Ia lantas mengajak seluruh kepala desa se-Pulau Bawean mengembangkan potensi daerah yang bertumpu pada kekuatan alamnya.
Jazilul Fawaid (Foto: Dok. MPR RI)
Jakarta -

PKB merespons pernyataan Politikus NasDem Zulfan Lindan yang menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan antitesis Presiden Joko Widodo (Jokowi). Waketum PKB Jazilul Fawaid mengatakan pernyataan itu hanyalah karangan politik.

"Itu sih hasil karangan politik saja, ketinggian kalau pakai filosofi Hegel segala," kata Jazilul kepada wartawan, Rabu (12/10/2022).

Jazilul mempertanyakan sikap NasDem sebagai pengusung Anies. Menurutnya, NasDem kelabakan saat disebut 'lepas' dari pemerintahan Jokowi usai mencapreskan Anies.

"Wong yang melakukan studi ilmiah dan akademik saja tidak ada, apalagi hasilnya. Kalau Anies disebut antitesis, apa NasDem juga antitesis Jokowi? Baru dibilang 'lepas' saja sudah kelabakan, kok antitesis," katanya.

Jazilul menilai seharusnya NasDem cukup mempromosikan Anies menjelang 2024. Tidak bawa-bawa Jokowi.

"Kan tinggal bilang NasDem sedang promosi Anies jadi capres itu cukup, nggak usah bawa bawa nama Antitesis Jokowi segala, kejauhan," ujarnya.

Terpisah, Ketua DPP PKB Syaiful Huda menilai klaim antitesis itu tak berlaku hanya untuk Anies. Tapi ada juga tokoh-tokoh lain.

"Ada figur yang juga bisa dibilang antitesis Pak Jokowi misalnya Pak Prabowo. Kalau kategori itu dipakai tidak hanya berlaku untuk Anies bisa juga berlaku untuk Pak Prabowo. Mungkin juga kalau mau ada muncul figur lain, itu mungkin. Artinya tesanya Zulfan itu bisa berlaku ke figur yang lain juga tidak hanya Anies," kata Huda saat dihubungi, Rabu (12/10/2022).

"Antitesis pada konteks person itu kalau menggunakan logika tesis antitesisnya Hegel itu ya itu tidak hanya berlaku buat Anies. Karena ada figur lain yang secara karakter, secara pengalaman, itu antitesis juga sama Pak Jokowi," imbuhnya.

Menurut Huda, klaim antitesis itu tak senada dengan komitmen NasDem yang menjadi bagian dari keberlanjutan pemerintahan. Kecuali, kata dia, NasDem secara tegas menyatakan keluar dari koalisi parpol pemerintahan Jokowi.

"Kecuali sedari awal tegas menyatakan dalam deklarasi kemarin bahwa, 'kami keluar dari koalisi. Kami keluar dari pemerintahan'. Itu berbeda," lanjut Huda.

"Jadi kalau pada konteks politik nggak ketemu, karena mereka nggak berani deklarasi, 'saya keluar dari pemerintahan', gitu, kan. Malah dalam deklarasi mereka menyampaikan ini keberlanjutan juga," sambungnya.

Simak juga 'Adu Balap Deklarasi, Adu Cepat Koalisi':

[Gambas:Video 20detik]



(fca/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT