Sandiaga Bicara Mantan-mantannya Dideklarasikan Jadi Capres

ADVERTISEMENT

Sandiaga Bicara Mantan-mantannya Dideklarasikan Jadi Capres

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 17:49 WIB
Pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta nomer urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno merapat ke kantor DPP Gerindra, Jakarta. Bersama Prabowo, Anies dan Sandi menggelar jumpa pers.
Foto: Anies (kiri), Prabowo (tengah kiri), dan Sandiaga Uno (kanan) (Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Sandiaga Uno berbicara soal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diusung Partai NasDem dan Prabowo Subianto yang diusung Partai Gerindra jadi calon presiden. Sandiaga menyebut kedua tokoh itu merupakan mantan pasangannya di masa lalu.

"Yang sudah dideklarasikan itu Pak Prabowo, itu mantan saya juga, mantan pasangan waktu Pilpres 2019, sekarang Pak Anies dideklarasikan juga, itu mantan pasangan waktu Pilgub. Untuk Pak Prabowo dan Pak Anies sendiri tentunya kami pasti mendoakan yang terbaik," kata Sandiaga Uno dalam keterangannya, Rabu (5/10/2022).

Sandiaga mengatakan diusungnya kedua tokoh tersebut menunjukkan dinamika politik semakin meningkat. Dia menyebut semua pihak kini tengah bersiap memasuki tahapan Pemilu 2024.

"Tapi pada intinya ini menunjukkan bahwa dinamika politik semakin meningkat, semua harus menyiapkan diri memasuki tahapan dari Pemilu 2024, namun masalah ekonomi ini yang harus kita lebih kupas tentang apa yang harus kita lakukan menghadapi resesi potensi tahun depan dan inflasi yang kita hadapi tahun ini," ucapnya.

Kemudian, Sandiaga Uno menyebut persoalan capres dan cawapres merupakan wewenang partai politik. Menaperkraf RI ini pun akan menanti keputusan partainya apakah akan dipasangkan dengan Prabowo, Anies, atau Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Jadi di sistem demokrasi kita yang akan menentukan itu (Capres-Cawapres) adalah partai politik, saya sendiri sebagai Menteri yang bertugas sekarang fokus kepada tugas yang sekarang saya jalani sebagai pembantu Presiden," ujar Sandiaga Uno.

"Nantinya apa yang diputuskan oleh partai politik, apakah itu saya ditugaskan terus menjadi menteri atau diminta berpasangan dengan Pak Prabowo? atau dipasangkan dengan Pak Anies? atau sama yang baru Pak Ganjar (Pranowo) atau tokoh lain itu kita nggak tahu," tambahnya.

(maa/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT