Hillary Lasut: Tetap Saja yang Akan Jadi Presiden Orang Islam dan Jawa

ADVERTISEMENT

Hillary Lasut: Tetap Saja yang Akan Jadi Presiden Orang Islam dan Jawa

Nahda Utami - detikNews
Sabtu, 01 Okt 2022 17:00 WIB
Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem Hillary Brigitta Lasut.
Hillary Brigitta Lasut. (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem Hillary Brigitta Lasut bicara terkait kemungkinan tokoh dari luar suku Jawa terpilih sebagai Presiden RI. Menurutnya, yang terpilih menjadi presiden hanyalah orang keturunan Jawa dan beragama Islam.

Hal itu disebut Brigitta dalam acara Diskusi Seputar Politik dan Demokrasi dengan tema Dilema Pilpres 2024: Presidential Threshold dan Syarat Minimal Usia Capres Cawapres, Sabtu (1/10/2022). Mulanya, Brigitta ditanya soal alasan NasDem tidak mencalonkan anak-anak muda sebagai calon presiden (capres).

"Jadi kenapa NasDem tidak mencalonkan anda anak-anak muda?" tanya pembawa acara, Budi Adiputro.

Brigitta mengatakan kecil kemungkinan jika orang seperti dirinya terpilih menjadi presiden. Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi apabila sistem pemilihan capres diubah.

"Karena namanya partai itu play to win. Mana ada orang Indonesia berpikir partai Indonesia ini kalau ngitung-ngitungan dia Cina, umur 20 tahun, orang Manado, Kristen pula menjadi presiden, gimana ngitungnya bro? Kecuali mungkin di Indonesia ini kita ubah sistem pemilihannya," jelas Brigitta.

"Kita ubah biar anak Indonesia itu bisa mimpi bahwa calon presidennya itu bisa mungkin perempuan 25 tahun, orang dari Sulawesi, bukan dari Pulau Jawa itu caranya cuma satu, bagaimana supaya pemilu tetap demokratif one man one vote, tapi satu provinsi ngitungnya satu. Kalau mau kayak gitu itu baru demokrasi, tapi kalau begini terus sampai mati gue nggak bakal dicalonin bro," tambahnya.

Brigitta menyebut ada sejumlah kriteria figur yang nyaris tak mungkin jadi presiden. Brigitta menilai dia termasuk orang yang nyaris tak mungkin jadi presiden karena keadaan tersebut.

"Yang keriting, cokelat atau yang mungkin dari ujung mana, sipit, putih jarang banget akan ada dihitung sebagai calon presiden mau dia kerja kaya orang gila pun selagi mahasiswa atau masyarakat belum saling bahu membahu merubah sistem pemilihan di Indonesia. Jadi kalau mau gimanapun ya mau gimana?" ujar Brigitta.

"Tetap saja nanti yang akan jadi presiden yang Islam dan Jawa karena itu ya memang begitu keadaannya terus mau apalagi?" tambahnya.

Lebih lanjut, menurutnya, sistem pemilihan umum haruslah diubah. Dia menilai setiap provinsi harus memiliki satu suara agar tidak ada kriteria-kriteria tertentu saat menentukan capres.

"Nah jadi mau anak muda seperti apapun di Indonesia saat ini kalau emang mau melakukan perubahan besar ubah dari sistem pemilunya dulu, rubah supaya satu provinsi punya nilai satu suara," ucapnya.

"Jadi kalau kita melihat dari sisi seperti itu nggak cuma partai saya doang yang nyalonin umur 50 tahun ke atas, laki-laki semua, Islam dan juga dari Pulau Jawa. Semua partai yang lain nyaloninnya akan sama seperti itu," imbuhnya.

Simak juga 'Luhut soal Presiden Mesti Orang Jawa, Pakar: Itu Perenungan Pribadi':

[Gambas:Video 20detik]



(nhd/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT