Bawaslu Ungkap Pesan dari Jokowi: Lakukan Penegakan Hukum dengan Tegas

ADVERTISEMENT

Bawaslu Ungkap Pesan dari Jokowi: Lakukan Penegakan Hukum dengan Tegas

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 10:05 WIB
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja
Foto: Ketua Bawaslu Rahmat Bagja (Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengungkap pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada penyelenggara pemilu. Pesan itu, kata Bagja, disampaikan Jokowi saat Bawaslu melakukan audiensi pada pekan lalu.

"Pada minggu lalu kami lakukan audiensi dengan Pak Presiden RI, Pak Presiden beri pesan ke penyelenggara pemilu khususnya ke bawaslu, yaitu lakukan penegakan hukum dengan tegas," ujar Bagja di Hotel Trans Resort Bali, Kuta, Bali, Selasa (27/9/2022).

Bagja mengatakan pesan itu disampaikan langsung kepada lima komisioner Bawaslu. Bagja mengungkapkan, Jokowi menilai bahwa ketegasan Bawaslu merupakan kunci utama dalam menjaga demokrasi di Indonesia.

"Ketegasan bawaslu merupakan kunci utama dalam menjaga demokrasi di Indonesia. Pesan Pak Presiden disampaikan ke lima komisioner Bawaslu, jadi saat ini kami kemungkinan akan melakukan upaya pencegahan untuk lakukan penurunan penindakan," ucapnya.

Bagja juga sempat mengungkapkan bahwa sosial media menjadi salah satu penyebab pelanggaran netralitas ASN meningkat. Bahkan pelanggaran saat Pilkada disebut lebih banyak dibandingkan Pemilu. Tercatat lebih dari 1.000 perkara pelanggaran netralitas ASN yang ditangani Bawaslu saat penyelenggaraan Pilkada tahun 2020.

"Kalau kita lihat pelanggaran netralitas Pilkada di ASN itu lebih dari 1.000 perkara, sedangkan di pemilu hanya 600 ke bawah. Dapat dibayangkan pilkada yang hanya 169 itu ada 1.000 perkara sedangkan pemilu nasional hanya ada 500 atau 600 perkara," ucap Bagja.

Hal inilah yang nantinya menjadi perhatian bersama. Apalagi nantinya penyelenggaraan Pilkada akan dilaksanakan usai pengucapan sumpah dan janji Presiden terpilih.

"Bulan depannya 27 November pilkada seluruh Indonesia dilaksanakan akan tetapi sekaligus bapak ibu ini adalah percobaan pertama untuk lajukan pilkada dalam satu hari pemungutan suaranya," ungkap Bagja.

"Ini yang perlu kita waspadai, kami perlu kerjasama pengampu kepegawaian ASN tanpa bantuan bapak/ibu tanpa lakukan sosialisasi tentu akan jadi masalah bagi kami ke depan. Hal terpenting ke depan adalah bagaimana kita lakukan pencegahan terhadap netralitas ASN di medsos," sambungnya.

Simak juga 'Wanti-wanti Jokowi, Dijawab Sedang Sakit Oleh Pihak Lukas Enembe':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT