ADVERTISEMENT

Ganjar Berpotensi Genjot Elektoral PDIP di Pemilu 2024, Asal...

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 18:17 WIB
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menghadiri rapat koordinasi kepala daerah dari PDIP. Ganjar hadir mengenakan baju merah dengan lambang banteng di dada.

Rapat koordinasi kepala daerah seluruh Indonesia dengan tema Kebijakan Pembangunan Trisakti dibuka Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai PDIP, Kamis, (22/9/2022). Hasto di podium didampingi jajaran DPP seperti Tri Rismaharini, Said Abdullah, Komarudin Watubun dan Mindo Sianipar.
Foto: (Dok. PDIP)
Jakarta -

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia (CPI) Yunarto Wijaya menilai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpotensi mendongkrak elektoral PDIP di Pemilu 2024 jika PDIP mengusungnya menjadi calon presiden 2024.

Berdasarkan survei elektabilitas Ganjar dalam semua simulasi 3,10, dan 27, Yunarto menyebut nama Ganjar berada di atas angka 20 persen. Terlebih, dalam survei yang sama PDIP berada di puncak elektabilitas partai dengan perolehan 21,4 persen.

"Artinya Ganjar berpotensi menjadi dongkrak dan magnet elektoral dari PDI Perjuangan ketika dua variabel orang dengan survei tertinggi dan partai dengan survei tertinggi ini kemudian menjadi satu variabel," kata Yunarto dalam keterangan tertulis, Kamis (22/9/2022).

Hal ini ia sampaikan usai memaparkan survei 'Kondisi Sosial Politik dan Peta Elektoral Pasca Kenaikan Harga BBM'.

Lebih lanjut, Yunarto menyampaikan keuntungan elektoral tersebut tidak akan didapat jika PDIP mengusung Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi capres. Pasalnya, elektabilitas Puan masih berada di angka 2 persen sehingga berpotensi menjadi beban elektoral PDIP jika diusung menjadi capres 2024.

"Mba Puan ada di angka sekitar 2 persen, artinya sosok capres ini yang seharusnya logikanya dalam pemilu serentak bisa menjadi dongkrak elektoral, ini berpotensi menjadi beban elektoral," katanya.

Meski demikian, Yunarto menjelaskan partai tidak hanya menggunakan hasil survei sebagai pertimbangan dalam memilih capres yang akan diusung. Ia menilai hal tersebut merupakan bagian dari kompleksitas keputusan partai.

"Tapi balik lagi kompleksitas dari pengambilan keputusan partai kan tidak hanya melihat apa yang ada di dalam hasil survei," paparnya.

Sebagai informasi, pada rilis survei Charta Politika Indonesia simulasi tiga nama, Ganjar berada di puncak elektabilitas dengan raihan 37,5 persen. Elektabilitas Ganjar berada di atas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang mendapat 30,5 persen dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 25,2 persen.

Sementara dalam simulasi 10 nama, Ganjar berada di puncak elektabilitas dengan memperoleh dukungan dari 31,3 persen responden. Kemudian pada simulasi 27 nama, Ganjar mendapat 28,5 persen.

Adapun survei tersebut dilakukan secara tatap muka pada 6-13 September 2022. Survei ini melibatkan para responden yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan sudah memiliki hak pilih dalam Pemilu, yakni WNI berusia minimal 17 tahun.

Responden pun dipilih melalui metode Multistage Random Sampling sebanyak total 1220 responden. Margin of error survei ini sebesar 2,82 persen dengan quality control dari 20 persen responden.



Simak Video "Ganjar Pranowo Hadiri Rapat Koordinasi Kepala Daerah PDIP"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT