ADVERTISEMENT

Senior PDIP: Hubungan Megawati dan SBY Memang Pahit

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 06:11 WIB
Jakarta -

Politikus senior PDIP Panda Nababan mengatakan hubungan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang pahit. Dia menyebut banyak pihak yang sudah tahu akan hal itu.

Panda menyampaikan itu dalam diskusi Adu Perspektif bertema "Adakah Skenario 'Mereka' Jegal Pencapresan?" yang tayang di detikcom dengan kolaborasi bersama Total Politik, Rabu (21/9/2022). Panda menyinggung hubungan SBY dengan Megawati saat merespons terkait politikus PDIP dan Partai Demokrat yang saling 'serang' di media.

"Seperti tidak tahu tapi sudah tahu, jadi terus terang hubungan yang mendasar hubungan dari pada PDI Perjuangan terutama Ibu Megawati dengan Pak SBY memang hubungannya pahit," kata Panda Nababan.

Panda kemudian mengungkit soal dirinya pernah diutus Megawati ke Istana Negara menemui SBY. Saat itu, SBY masih menjabat sebagai Presiden RI.

"Artinya aku sendiri yang diutus Ibu Mega ke Istana menemui SBY atas permintaan SBY ingin bertemu dengan Mega," kata Panda.

Panda menyebut saat itu Megawati menitipkan 5 pertanyaan kepada SBY. Namun, pertanyaan itu tidak dijawab SBY.

"(SBY) tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sangat esensial, 5 pertanyaan dan Mega merasa dibohongi," kata Panda Nababan.

Dia menyebut hubungan pahit Megawati dan SBY itu tidak bisa diabaikan dengan apa yang terjadi antara PDIP dan Demokrat saat ini.

"Jadi ini nggak bisa kita abaikan, hubungan yang pahit itu tidak bisa kita abaikan. Jadi apa yang dilakukan SBY kepada Ibu Mega boleh dong saya berkomentar, batilkah? Jahatkah? Bisa dong, kenapa nggak bisa," kata dia.

Senior NasDem Menanggapi

Politikus senior Partai NasDem Zulfan Lindan yang hadir dalam diskusi itu menanggapi Panda Nababan terkait hubungan SBY dan Megawati yang pahit. Zulfan menilai hubungan SBY dan Megawati menjadi tidak baik semenjak Megawati menjadi Presiden menggantikan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Nyambung Bang Panda ini, jadi sebenarnya ketika Gus Dur itu lengser, dilengserkan, kemudian Mega jadi presiden kan memilih wapres. Ibu Mega itu tegaskan 'jangan ada, Akbar Tandjung, SBY jangan maju sebagai wapres, biar Hamzah Haz sendiri' tapi 2 orang ini ngotot mau maju juga dan kalah gitu loh. Mulai di situ Ibu Mega tidak suka sama SBY, tidak suka sama Akbar Tandjung," kata Zulfan.

(lir/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT