ADVERTISEMENT

Hasto Tepis Kabar Puan-Ganjar Tak Harmonis: Dinamika Hal Biasa

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 19:05 WIB
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo
Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (dok Istimewa)
Jakarta -

Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi isu kurang harmonis antara Ketua DPR RI Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hasto menepis kabar Puan dan Ganjar tak harmonis.

"Panas dingin kan nggak ada. Bahwa dalam suatu keluarga ada dinamika, jangankan di dalam DPP, ada dinamika. Kemudian itu suatu hal biasa," kata Hasto di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2022).

Hasto menyebut saat ini pihak partainya hanya fokus untuk menjalankan tugas sesuai fungsi. Partai akan mengikuti arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Komandonya sangat jelas di tangan ibu Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri. Dan saat ini semua kader lebih memilih bergerak ke bawah sampai Ibu Mega mengambil suatu keputusan," ungkap Hasto.

Dia mengatakan kader partai harus mengikuti arahan Ketua Umum. Pihak yang melanggar arahan akan masuk dalam kategori pelanggaran.

"Siapapun yang bergerak di luar arahan kebijakan Ketua Umum itu masuk kategori pelanggaran disiplin. Tetapi pelanggaran disiplin itu diselesaikan secara internal melalui Ketua bidang Kehormatan, melalui bidang Kehormatan partai. Itu mekanisme yg ada. Jadi clear," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengumpulkan seluruh kepala daerah asal PDIP untuk persiapan Pemilu 2024 di Renaissance Ballroom, Kota Semarang, Minggu (18/9).

Dalam surat undangan yang beredar, acara tersebut bertajuk 'Menang Spektakuler 2024: Hatrick!'. Ada kepala daerah kader PDIP dari 20 daerah di Jateng yang diundang. Namun, nama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tidak tercantum dalam undangan tersebut.

Ketua Bappilu DPP PDIP Bambang Pacul Wuryanto enggan menanggapi hal tersebut.

"Takone mesti kui terus (tanyanya pasti soal itu terus)," kata Bambang, Minggu (18/9).

Menurutnya, acara tersebut memang hanya mengundang kepala daerah level bupati dan wali kota.

"Ini adalah elektoral itu di mana? Suara ada di mana? Suara ada di TPS, TPS itu kemudian dikumpulkan menjadi kecamatan, kabupaten, jadi perform tingkat DPC itu yang akan bermain penuh adalah DPC, maka ini yang diundang para DPC. DPC itu bupati, ketua dewan, di level itu. Karena itu tempatnya suara, oke? Jadi nggak usah perdebatkan lagi, understand?" jelasnya.

Diketahui, acara yang bertempat di Rennaisance Ballroom, Kota Semarang itu mengangkat tema 'Pertemuan Seluruh El Commandante, Komandante Bintang Dua & Komandante Bintang Tiga Untuk Menerima Arahan dari Mbak Puan Maharani'.

Ganjar Tak Diundang di 2021

Ganjar Pranowo diketahui juga tak diundang ke acara Puan Maharani di Semarang pada Mei 2021. Acara Puan di Panti Marhaen, Semarang, Sabtu (22/5/2021), itu mengundang seluruh kader eksekutif, legislatif dan struktur partai, kecuali Ganjar Pranowo.

Bahkan pengecualian itu tertulis jelas dalam susunan rundown yang disebar. Pada pengarahan penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024 itu, Puan melontarkan sindiran yang diduga diarahkan ke Ganjar.

Sindiran itu disampaikan, saat Puan menyebut kriteria pemimpin di 2024 bukan hanya yang muncul di media sosial, tapi di lapangan. Seperti diketahui Ganjar memang aktif di media sosial.

"Pemimpin menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan dan bukan di sosmed," kata Puan usai membuka Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya di kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Panti Marhaen, Semarang, saat itu.

(jbr/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT