ADVERTISEMENT

Ketua PDIP Sebut 'Dewan Kolonel' Loyalis Puan Capres Hanya Guyonan

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 15:08 WIB
Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto memberikan keterangan usai melakukan rapat pengarahan tertutup oleh Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri di DPP PDIP Diponegoro, Jakarta, Kamis (17/9/2015). Agung Pambudhy/Detikcom.
Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Muncul 'Dewan Kolonel' terdiri dari sejumlah anggota DPR RI Fraksi PDIP loyalis Ketua DPR RI Puan Maharani yang mendukung maju Pilpres 2024. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang Wuryanto menyebut 'Dewan Kolonel' loyalis Puan hanyalah guyonan.

"Jadi ini di PDI Perjuangan itu di lantai 7 di ruang depan itu kan suka dipakai diskusi. Ngomong-ngomong dialek egaliter. (Para) anggota fraksi. Siapa pun boleh masuk. Kemudian dia bikin-bikin nama 'Dewan Kolonel'. Ada dewan sersan juga ada, ini biasa kan guyonan," kata Bambang Wuryanto yang akrab disapa Bambang Pacul kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Pacul menegaskan 'Dewan Kolonel' loyalis Puan itu sekadar guyonan. Dia mengatakan nama 'Dewan Kolonel' itu mulanya dicetuskan oleh anggota DPR Fraksi PDIP Johan Budi.

"Itu kan guyonan. Mereka cuma guyonan di situ. Yang beri nama 'Dewan Kolonel' itu kan Pak Johan Budi," kata Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI itu.

"Mereka mah nyebutnya saya brigjen, jenderal, apalah. Nggak sekalian jenderal bintang lima sekalian, saya bilang. Ketawa-ketawa aja," imbuh dia.

Meskipun demikian, Pacul menilai wajar para anggota Fraksi PDIP mendukung Puan Maharani untuk maju capres. Sebab, Puan dianggap 'komandan' di parlemen.

Ketua Banggar DPR Said AbdullahKetua DPP PDIP Said Abdullah. (dok. istimewa)

"Kalau di tim ini kan komandannya Mbak Puan. Mbak Puan kan pembina fraksi. Wajar aja," katanya.

Senada, Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan wacana 'Dewan Kolonel' bukan ihwal yang serius. Said memastikan pada kader tegak lurus sesuai dengan arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Dipastikan sebagaimana disampaikan ketua fraksi, Pak Utut, di mana ada Dewan Kolonel tempatnya? Di mana ada dewan jenderal? Ini kan omongan sesaat saling bercanda kemudian dikutip. Nah menurut hemat saya di kami belum ada apa-apa. Kok sudah apa-apa, gitu, lo," kata Said.

"Kan kita semua taat pada ketua umum. Ketua umum belum mengeluarkan fatwa, belum statement. Lho, kok tiba-tiba ada dewan kolonel. Mungkin istilahnya nggak serem-serem amat kali," ujarnya.

Said mengatakan Puan dimandatkan partai untuk bersafari dan turun ke bawah. Hal ini, menurutnya, tak lepas dengan jabatan Puan sebagai Ketua DPR dan Ketua DPP PDIP.

Simak juga video 'Junimart soal Ganjar Absen di Acara PDIP Jateng: Puan Tahunya Kerja':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT