Syarief Hasan: Kalau Pilpres 2024 Diikuti 2 Paslon Sangat Memprihatinkan

ADVERTISEMENT

Syarief Hasan: Kalau Pilpres 2024 Diikuti 2 Paslon Sangat Memprihatinkan

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Minggu, 18 Sep 2022 17:33 WIB
Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat Syarief Hasan berharap pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang ada tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Menurut Syarief, hal itu akan membuat demokrasi di Indonesia lebih maju.

Hal ini dia ungkapkan untuk menegaskan pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menduga ada upaya agar Pilpres 2024 nanti diatur hanya akan diikuti oleh dua pasangan capres-cawapres.

"Kalau (Pilpres 2024) hanya diikuti dua pasangan capres itu sangat memprihatinkan," ujar Syarief Hasan saat melakukan kunjungan kerja di Cianjur Jawa Barat seperti dalam keterangannya, dikutip Minggu (18/9/2022).

Syarief khawatir adanya upaya pihak-pihak tertentu yang ingin hanya ada dua pasangan capres. Sebab, aturan presidential threshold sebesar 20% menjadi salah satu faktor dari beratnya pencapresan dalam Pemilu Presiden.

"Aturan ini tidak mendukung demokrasi kita," imbuh Politisi Partai Demokrat ini.

Oleh karena itu, Syarif berharap dalam Pemilu Presiden 2024 ada tiga pasangan capres. Dengan begitu, pemilu akan menjadi lebih maju, baik, dan demokratis.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan adanya dugaan tindakan tidak jujur dan tidak adil pada Pemilu 2024. Dia menyebut ada upaya agar Pilpres 2024 nanti hanya akan diikuti oleh dua pasangan capres-cawapres yang dikehendaki.

Hal tersebut disampaikan SBY saat rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Demokrat 2022, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (15/9). SBY awalnya membeberkan adanya tanda-tanda Pemilu 2024 akan berlangsung secara tidak jujur dan tidak adil.

"Para kader mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024, saya mendengar mengetahui bahwa ada tanda-tanda pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," kata SBY seperti dilihat detikcom di akun Tiktok @pdemokrat.sumut, Sabtu (17/9/2022).

(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT