ADVERTISEMENT

PD Lempar Isu Invisible Hand, Desmond Ungkit SBY Tuding Prabowo Drakula

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 17 Sep 2022 14:06 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa
Foto: Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa. (Gibran-detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Desmond J Mahesa mengkritik cara berpolitik Partai Demokrat yang melempar isu adanya invisible hand mencoba menghalangi Anies Baswedan maju capres di 2024. Desmond menilai Partai Demokrat memang berpolitik dengan memfitnah agar mendapatkan keuntungan pribadi.

Desmond awalnya menuding isu invisible hand ini memang sengaja didengungkan oleh Demokrat demi keuntungan Demokrat. Dia menyebut Demokrat tidak bisa hanya menjual Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menang di 2024.

"Iya pertanyaannya ini kan bicara untung rugi PD kan, kalau melihat dari statemen itu sih itu cara berpolitik Demokrat, kenapa cara berpolitik Demokrat? Pertama bahwa partai ini tidak cukup jual SBY dan AHY untuk bisa leading di 2024, mengharapkan Anies bisa bagian dari mereka agar partai ini kembali baik," kata Desmond saat dihubungi, Sabtu (17/9/2022).

Desmond menilai Demokrat memang sengaja berpolitik dengan menjual nama Anies Baswedan lewat isu invisible hand. Pasalnya, kata dia, tidak ada ikon yang signifikan di Demokrat untuk memimpin di 2024.

"Tanpa ada pendukung lain atau tanpa ada kerja sama dengan Anies di 2024 pun tidak ada ikon cukup signifikan bagi Partai Demokrat untuk menang Pemilu. Atau untuk ikut pesta demokrasi di 2024, saya pikir ini cara politik yang biasa-biasa saja. Karena ya lugas-lugas saja menurut saya, kecuali ada hal-hal yang lain gitu," ucap Desmond.

Lebih lanjut, Desmond lantas mengungkit cara yang sama pernah dilakukan Demokrat pada kontestasi Pilpres 2009 di mana SBY maju sebagai salah satu capres melawan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Dia menyebut saat itu SBY sempat melempar fitnah Prabowo seperti drakula.

"Misalnya dulu zaman SBY bertarung Pemilu dengan Pak Prabowo dengan Megawati waktu itu, dibilang drakula, seolah menempatkan, sudah menang masih memfitnah Pak Prabowo drakula waktu itu," ujarnya.

"Jadi cara cara berpolitik lempar sesuatu untuk keuntungan sesuatu ini cara berpolitik Partai Demokrat kalau saya lihat karakternya," imbuhnya.

Simak persoalan drakula di halaman berikutnya.

Saksikan Video 'Demokrat Duga Ada Invisible Hand Mau Jegal Anies Baswedan Maju Pilpres':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT