Airlangga-Arsjad Rasjid Dinilai Cawapres Kejutan di Musra Relawan Jokowi

ADVERTISEMENT

Airlangga-Arsjad Rasjid Dinilai Cawapres Kejutan di Musra Relawan Jokowi

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 31 Agu 2022 22:50 WIB
Ketua Dewan Pengarah Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia Relawan Jokowi, Andi Gani Nena Wea,
Ketua Dewan Pengarah Musra Indonesia, Andi Gani Nena Wea (Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta -

Gabungan relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah selesai menggelar Musyawarah Rakyat (Musra) di Bandung beberapa waktu lalu. Ketua Dewan Pengarah Musra Indonesia, Andi Gani Nena Wea, menilai nama Sandiaga Uno, Airlangga Hartanto dan Arsjad Rasjid sebagai nama kejutan hasil Musra tersebut.

"Yang menarik ada nama Sandiaga Uno dan Airlangga Hartanto dan juga ada nama Arsjad Rasjid masuk di dalam jajaran survei ini, dan tentu ini banyak kejutan-kejutan lagi akan terjadi nanti di Makassar di Musra Makassar, ada di Musra Medan dan di Jawa Timur nantinya dan tentunya tidak akan jauh dari nama-nama ini," kata Andi Gani kepada wartawan di kawasan Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2022).

Dia mengatakan kejutan itu masih dilanjutkan terkait sosok calon wakil presiden (cawapres) lainnya. Sosok-sosok tak terduga ini disebutnya sebagai kuda hitam.

"Cawapres ada kejutan menurut kami kalau Pak Ridwan Kamil tidak terlalu terkejut kita, tapi di posisi kedua Airlangga Hartanto menempati posisi nomor dua di Jawa Barat tapi jauh sekali dengan Ridwan Kamil. Ridwan Kamil 38,89 persen, Airlangga 13,25 persen, Erick Thohir di 12,81 persen dan ini ada kuda hitam baru Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid berbanding tipis dengan Erick di 10,33 persen. Jadi nama Arsjad yang tidak ini (diperhitungkan) dan masuk malah di posisi empat besar," tambahnya.

Andi mengatakan Airlangga Hartanto memperoleh suara terbanyak kedua sebagai cawapres hasil Musra tersebut lantaran basis Golkar yang kuat di Jawa Barat. Dia menyebut Arsjad Rasjid juga masuk dalam hasil Musra karena Arsjad cukup erat dengan Jawa Barat.

"Dan mungkin saja ketika kami pelajari kenapa nama Airlangga masuk di situ tentu karena basis Golkar yang cukup kuat di sana, lalu ada nama Arsjad ternyata memang keturunan Jawa Barat, Arsjad itu di Cimahi, Jawa Barat, punya usaha di Jawa Barat. Jadi memang ada korelasi yang cukup kuat," tuturnya.

Selain itu, dia mengaku pihaknya juga terkejut saat Sandiaga Uno menempati posisi kedua puncak perolehan suara calon presiden mengalahkan Prabowo Subianto. Sandiaga Uno memperoleh suara 968 pemilih sementara Prabowo Subianto kalah dengan 635 pemilih.

"Sandiaga Uno punya pendukung yang sangat signifikan ya menurut kami. Kami agak terkejut yaitu bisa mengalahkan prabowo di angka yang cukup signifikan 16,92 persen berbanding 11,10 persen," ujarnya.

Dia menuturkan dalam Musra yang digelar di Bandung tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menduduki puncak perolehan suara bakal calon presiden dengan 1.704 pemilih. Urutan teratas kedua disusul oleh Sandiaga Uno dengan 968 pemilih.

"Capres harapan rakyat ini memang cukup mengejutkan dari hasil yang real, kami peroleh nomor satu Pak Joko Widodo memperoleh hasil 29,79 persen, yang mengejutkan Sandiaga Uno mendapat tertinggi posisi kedua di 16,92 persen," ujarnya.

Sebelumnya, relawan Jokowi mengumumkan daftar nama cawapres hasil Musra Indonesia yang digelar di Bandung beberapa waktu lalu. Ketua Projo Budi Arie mengatakan keputusan untuk mengumumkan daftar nama cawapres hasil musra telah melewati proses panjang.

"Ini soal nama-nama ini memang kita berdiskusi panjang untuk diumumkan atau tidak, tetapi untuk aspek akuntabilitas dan transparansi serta keterbukaan maka akhirnya setelah kami berdiskusi dan juga meminta restu, nama-nama hasil musyawarah rakyat ini akan kita umumkan, dan ini memang berlangsung apa adanya sesuai dengan apa yang terjadi di Bandung," kata Ketua Relawan Projo Budi Arie.

Simak daftar 10 nama cawapres yang diunggulkan para relawan Jokowi di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT