ADVERTISEMENT

Menerka Deretan Jagoan Jokowi di Pilpres 2024

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 19 Agu 2022 15:38 WIB
Jokowi Ekslusif CNBC
Presiden Jokowi. (CNBC Indonesia)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku punya banyak jagoan di Pilpres 2024. Siapa saja tokoh yang dijagokan Jokowi?

Dosen ilmu politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai jagoan Jokowi yakni semua tokoh yang kerap muncul bersama Jokowi. Semua tokoh ini dinilai masuk dalam bursa capres.

"Semua yang pernah berduaan dengan dia itu jagoan dia. Wajar kalau kemudian bilang punya jagoan banyak, karena semua capres saat ini deket sama dia, Puan deket, Prabowo deket, Anies deket. Nah kepada siapa dia jagokan, saya rasa sih Pak Jokowi jagokan semuanya, jadi dia mungkin akan mengikuti aja pilihan rakyat," kata Hensat kepada wartawan, Jumat (19/8/2022).

Hensat mengatakan Jokowi memang tidak akan menyebut siapa jagoannya. Sebab, jika dia mengaku, hal itu akan berpengaruh pada kondisi pilpres nantinya.

"Saya yakin Pak Jokowi paham bahwa dia nggak bisa dukung siapapun capres, karena nanti pemilunya kasihan," ujarnya.

Untuk itu, Jokowi bicara akan mendukung siapapun yang dipilih rakyat. Hensat menilai yang terpenting bagi Jokowi adalah pembangunan yang sudah digagas tetap berlanjut.

"Keinginan dia itu kan cuma satu pembangunan yang dia lakukan itu dijalankan, saya rasa baik Anies, Puan atau Prabowo nggak ada yang keberatan untuk melanjutkan program kerja pembangunan Jokowi yang belum selesai," ujarnya.

Jokowi Ngaku Punya Banyak Jagoan

Presiden Jokowi sebelumnya bicara memiliki banyak capres yang dijagokan di Pilpres 2024. Namun, Jokowi menegaskan capres 2024 merupakan pilihan rakyat.

"Jagoan kan banyak, tetapi apapun yang memilih rakyat, yang menentukan," kata Jokowi dalam Program Special CNBC Indonesia Economic Update, Kamis (18/8). Pernyataan Jokowi itu menjawab pertanyaan apakah sudah mempunyai jagoan di Pilpres 2024.

Jokowi kemudian bicara soal kandidat capres 2024. Dia mengatakan capres yang bakal maju akan diusun oleh partai politik.

"Yang bisa menyajikan kandidat itu adalah partai politik atau gabungan parpol, itu yang harus kita ingat, kemudian yang menentukan yang memilih itu adalah rakyat," ucapnya.

(eva/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT