ADVERTISEMENT

Pacul Dilaporkan soal 'Menteri Komentator', Ini Kata Pimpinan MKD DPR

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 15 Agu 2022 21:57 WIB
Bambang Pacul Wuryanto
Bambang Pacul (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi III DPR Fraksi PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Wakil Ketua MKD DPR Fraksi Gerindra Habiburokhman membenarkan hal tersebut.

"Hari ini memang ada laporan terhadap Bapak Ir Bambang Wuryanto MBA dengan pelapor perseorangan," kata Habiburokhman saat dihubungi, Senin (15/8/2022).

Anggota Komisi Hukum DPR ini mengatakan pelapor menyampaikan bukti awal pernyataan Pacul soal 'Menteri Komentator'. Diketahui, pernyataan itu dilontarkan Pacul saat menanggapi Menko Polhukam Mahfud Md yang menyebut DPR diam saja soal kasus pembunuhan Brigadir J yang diduga dilakukan oleh eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

"Pelapor menyampaikan bukti awal pernyataan Pak Bambang soal 'Menteri Komentator'," katanya.

Menurut Habiburokhman, pelapor perlu diedukasi. Ihwalnya, kata dia, anggota DPR tak bisa dilaporkan karena menyampaikan pendapat yang merupakan hak konstitusinya.

"Kalau pelapor mempermasalahkan statement Pak Bambang, menurut saya pribadi orang tersebut perlu diedukasi. Saya akan usul di rapat MKD agar pelapor dipanggil untuk diberikan pencerahan," kata dia.

"Tidak bisa seorang anggota DPR dilaporkan ke MKD karena menyampaikan pendapat yang merupakan hak konstitusinya," imbuhnya.

Dilaporkan oleh Sahabat Mahfud

Bambang Pacul dilaporkan oleh Sahabat Mahfud soal pernyataannya yang menyebut 'Menteri Komentator' saat mempertanyakan kewenangan Menko Polhukam Mahfud Md. Laporan itu diterima MKD DPR, Senin (15/8).

Pelapor, Ferry Harahap, menyayangkan pernyataan Pacul. Menurutnya, sesama pejabat negara selayaknya saling mendinginkan suasana dengan memberi pernyataan yang menyejukkan khalayak.

"Kita sangat menyayangkan pernyataan dari Ketua Komisi III, Bapak Bambang Wuryanto ini, karena selayaknya sesama pejabat negara saling mendinginkan suasana dengan memberi pernyataan yang menyejukkan kita semua," kata Ferry dalam keterangan tertulis, Senin (15/8).

Ferry mengatakan pihaknya sangat menyesali pernyataan Pacul tersebut. Menurut Ferry, rakyat Indonesia banyak mendapat informasi dari Mahfud melalui pemberitaan sehingga masyarakat mengetahui bentuk pengawasan dan koordinasi yang dilakukan Mahfud.

"Kami sangat menyesali kalimat tersebut, karena rakyat Indonesia banyak mendapatkan informasi dari Menko Polhukam melalui media, sehingga kita tahu apa yang terjadi sekaligus bentuk pengawasan dan koordinasi beliau terhadap kasus meninggalnya Brigadir J yang juga menjadi perintah Presiden untuk mengusut tuntas," tambahnya.

Simak berita selengkapnya pada halaman berikut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT