ADVERTISEMENT

Pengamat Nilai Pemaparan Visi Misi Bukti Kesiapan KIB Songsong Pemilu

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Senin, 15 Agu 2022 13:26 WIB
Airlangga Pribadi Kusman
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman menyoroti pemaparan visi dan misi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) pada Minggu (14/8) di Surabaya. Airlangga menilai bahwa KIB kini jauh lebih maju dibandingkan partai lain atau koalisi lain yang akan terbentuk.

Ia menyebut KIB kini sudah memaparkan ide dan gagasannya. Bahkan, kata dia, KIB sudah mulai untuk bertarung menguji ide dan gagasan mereka lewat visi dan misi yang sudah dipaparkan.

"Ide dan gagasan inilah yang seharusnya menjadi yang utama untuk diperjuangkan. Yang paling penting bahwa lewat ide dan gagasan ini kita tidak hanya memilih pemimpin yang memiliki konstituen besar, tetapi memilih pemimpin yang layak untuk memimpin Indonesia ke depan," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Senin (15/8/2022).

Ia berharap pernyataan visi misi KIB bisa bisa memperkuat demokrasi di negara ini, dan KIB bisa mempertemukan calon-calon presiden untuk diuji tentang kemampuan mereka serta visi dan misi mereka.

"Saya berharap KIB ini benar-benar mendorong pemimpin yang layak untuk memimpin negara ini. Saya juga berharap, ide, gagasan dan rasionalitas yang menjadi visi dan misi KIB menjadi matahari kesadaran dari politik Indonesia," tutur Airlangga.

Airlangga mengibaratkan ide dan gagasan KIB bisa menjadi pohon beringin yang meneduhkan dan mengakar kuat di bumi Indonesia.

"Selanjutnya juga menjadi kiblat arah masa depan Indonesia," cetusnya.

Airlangga menekankan dalam memilih figur calon presiden, masyarakat tidak boleh terjebak pada populisme.

"Sisi positifnya, memang figur yang populis bisa menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat. Namun sisi negatifnya, calon populis ini biasanya membawa politik identitas," tegas Airlangga.

Ia pun mengapresiasi pernyataan para ketua parpol KIB yang menghilangkan politik identitas. Sebab, menurutnya politik identitas hanya akan memecah belah bangsa ini.

"Untuk itu penguatan ekonomi penting di sini, karena mereka yang memilih politik identitas ini sejatinya bukan kelompok miskin. Namun mereka adalah kelas menengah, yang kepentingan dan kebutuhannya terancam," ungkap Airlangga.

Gagasan untuk melanjutkan program pembangunan yang diusung oleh Presiden Joko Widodo saat ini yang diusung KIB dinilai Airlangga Pribadi sebagai program yang tepat. Ia menjabarkan penguatan infrastruktur, inklusi digital hingga ketahanan pangan diharapkan dapat meningkatkan kelas menengah yang ada saat ini.

Ia berpendapat jika kelas menengah kuat, maka akan mengeliminasi politik identitas yang sempat muncul pada pilpres sebelumnya.

"Saya yakin, dengan menghilangkan politik identitas, maka capres dari KIB nanti akan memiliki gagasan dan ide yang siap untuk bertarung di Pilpres mendatang," ujar Airlangga.

Simak video 'Seputar Visi Misi yang Diusung KIB untuk Pemilu 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT