METROPOP
Anjing bandel, tidak penurut, dan agresif sekalipun dapat ditaklukkan asalkan tahu caranya.
Foto: dok. pribadi Supriyono via Facebook
Kamis, 2 Juni 2016Bagi pencinta anjing, nama Cesar Millan tentu sudah tidak asing lagi. Ia merupakan pakar perilaku anjing yang mampu menaklukkan anjing paling bandel sekalipun.
Millan mengampu acara Dog Whisperer, yang ditayangkan melalui saluran National Geographic. Para pemilik anjing atau yang hendak memiliki anjing kerap bertanya kepada Millan untuk sekadar mencari solusi maupun referensi.
Pelatih anjing seperti Millan sebenarnya juga ada di sejumlah kota besar di Indonesia. Supriyono, yang mendirikan Lovely Dog di Puncak, Jawa Barat, misalnya. Kepiawaian Supri melatih anjing pernah dipamerkan di ajang Indonesia's Got Talent 2014. Dua anjing yang dilatih Supri lolos masuk grand final.
Kesulitan lebih pada melatih pemiliknya. Kalau anjing, saya merasa problemnya hanya umum."
Bukan hanya itu, anjing Supri juga meraih gelar Best Agility dalam perlombaan yang rutin digelar oleh Perkumpulan Kinologi Indonesia. Di tangan Supri, anjing bisa begitu manut: berdisiplin ke toilet, melompat, sampai berdansa.
“Saya belajar satu tahun tentang trik melatih anjing, membentuk trik menjadi satu show yang menarik,” kata Supri.
Supri melatih anjing melompati rintangan
Foto: dok. pribadi Supriyono via Facebook
Supri mengarahkan anjingnya beraksi dalam sebuah kontes
Foto: dok. pribadi Supriyono via Facebook
Supri berhasil menembus grand final ajang adu bakat di sebuah stasiun televisi.
Foto: dok. pribadi Supriyono via Facebook
Supri sebelumnya takut pada anjing. Namun ia harus menyingkirkan rasa takut itu karena pekerjaan memaksanya dekat-dekat dengan anjing.
Pada 2003, Supri meninggalkan kampungnya di Lampung menuju Jakarta karena mendapat tawaran menjaga vila di kawasan Puncak. Ia terkejut bukan main saat melihat begitu banyak anjing di dalam vila itu. Maklum saja, di tempat kelahirannya, Supri seringnya bergaul dengan anjing kampung, bukan dengan anjing ras berbadan besar.
Lambat laun Supri dapat mengatasi rasa takutnya. Ia kemudian malah menjadi terbiasa merawat anjing. Pengalaman dengan anjing bertambah saat Supri ditugasi menjadi personel satpam di Riau. Bersama seekor anjing ras Herder, Supri menjaga pabrik dan tambang.
Nah, suatu ketika, Supri bertemu dengan seorang pakar anjing dari Singapura. Dari situ Supri seolah mendapat pencerahan untuk menjadi pelatih anjing.
Meski sudah akrab dengan anjing, Supri mengaku kesulitan saat belajar melatih anjing. Ketekunan dan kesadaran pelatih sangat diperlukan untuk membuat anjing peliharaan melakukan hal berdasarkan perintah pemilik atau pelatihnya.
Supri menuturkan pelatih anjing harus lebih dulu mengenal sifat dan karakter anjing. Seperti anjing ras Siberian Husky, yang termasuk jenis anjing ras berpenampilan mirip serigala. Anjing ini mempunyai sifat hiperaktif, sehingga butuh pengawasan. Pelatihannya tentu berbeda dengan anjing jenis Retriever, yang berkarakter anjing rumahan.
“Jadi saya harus bertemu dengan berbagai jenis anjing, berbagai trah. Baru di situ bisa dengan mudah membangun kedekatan dengan anjing. Kalau sudah terbiasa, baru ketemu sebentar saja kita sudah bisa membaca karakter anjing itu,” ujarnya.
Anjing yang telah dilatih bisa melakukan atraksi akrobatik.
Foto: dok. pribadi Supriyono
Di Lovely Dog, model pelatihan yang diterapkan Supri terdiri atas kepatuhan dasar dan toilet training. Latihan kepatuhan dasar mengajari anjing duduk dalam posisi yang benar, diam, dan tiarap. Juga mendidik anjing mematuhi larangan, memenuhi panggilan untuk menghampiri, dan masih banyak lagi. Sementara itu, toilet training mengajari anjing membuang air kecil dan besar di tempat sewajarnya.
Dan selama masa pelatihan, pemilik anjing wajib ikut dilatih. Pemilik diajari cara menerapkan latihan dan kepatuhan kepada anjing. Pemilik anjing cenderung memberikan kasih sayang atau memanjakan anjing secara berlebihan. Akibatnya, ia malah menuruti anjingnya karena berbagai alasan.
“Kesulitan lebih pada melatih pemiliknya. Kalau anjing, saya merasa problemnya hanya umum,” katanya.
Bila sudah patuh, anjing pun bisa diajari berbagai macam trik dan gerakan akrobatik. Triknya pun bermacam-macam, mulai menari, berhitung, berguling-guling, melompat, hingga membuang sampah di tempatnya.
Reporter: Melisa Mailoa
Penulis/Editor: Iin Yumiyanti
Desainer: Luthfy Syahban
Rubrik Metropop mengupas kehidupan sosial, seni, dan budaya masyarakat perkotaan.