METROPOP
Ada yang mengalami serangan jantung saat lari. Ada pula yang diteror gerombolan pemabuk. Tapi tidak kapok.
Foto: dok. panitia NusantaRun
Selasa, 17 Mei 2016Jalan begitu gelap, dan Vonny Anggraini berlari sendirian. Pada 20 Desember 2015 itu, jam menunjukkan pukul 01.00 WIB. Sumedang, Jawa Barat, kota yang dilintasi Vonny untuk lari, begitu sepi.
Minggu dini hari itu, Vonny tengah ikut NusantaRun chapter 3. Ia ikut lomba lari ini untuk gerakan run for charity atau lari untuk amal.
Vonny sebenarnya tahu aturan yang selalu diingatkan Fakerunners, komunitasnya, bahwa perempuan tidak boleh lari sendirian. Harus lari dalam kelompoknya.
Kalau bukan karena lari, enggak ketahuan itu. Februari kemarin saya pasang ring di jantung."
Semestinya malam itu Vonny lari bersama Denny Pasaribu dan Fery Junaedi, para pendiri Fakerunners. Namun saat itu ia terpisah jauh. Fery, yang menjadi pelatih, baru saja mendampingi peserta lari lain. Denny harus mengambil istirahat sejenak karena merasa pusing.
Vonny sudah menempuh jarak lebih dari 99 kilometer. Ternyata ada gerombolan bermotor yang terus membuntuti Vonny. Ia baru sadar diikuti ketika menoleh ke belakang, dan gerombolan itu ngegas motor mereka. Pas membalikkan badan, Vonny tahu para remaja itu sedang mabuk.
“Enggak tahu mereka mau ngapain gua. Yang jelas, posisi kita sudah hadap-hadapan. Gua enggak tahu mesti teriak atau pukul mereka,” cerita Vonny kepada detikX.
Vonny takut ia bakal jadi korban perampokan karena ia membawa jam tangan dan peralatan lari lainnya.
Monique Hardjoko dan Vonny Anggraini di garis finis
Foto: dok. panitia NusantaRun dan dok. pribadi
Untungnya, Fery segera menyusul Vonny. Begitu melihat Vonny dari jauh, Fery langsung berteriak, sehingga rombongan orang mabuk itu tahu Vonny tidak sendirian. “Mereka langsung kayak mau nabrak gua dan kabur.”
Selamat dari para pemabuk, Vonny masih belum aman. Ternyata para pemabuk itu berkumpul di jalan yang akan dilintasi Vonny selanjutnya. Maka Fery dan Denny memutuskan Vonny untuk sementara dievakuasi dengan naik mobil untuk menghindari berlari melalui pemabuk itu. "Coach Fery menelepon mobil, lalu kita dievakuasi," kata Vonny.
Meski sebenarnya merasa keberatan, Vonny akhirnya setuju dievakuasi demi keamanannya.
* * *
Vonny ikut NusantaRun chapter 3 itu sebenarnya bermodal nekat. Jarak terjauh yang bisa ia tempuh hanya 21 kilometer. Sedangkan jarak NusantaraRun yang harus ditempuh adalah 135 kilometer, dari Bandung ke Cirebon.
Namun Denny Pasaribu meyakinkan bahwa Vonny bisa melakukannya. Terlebih ia akan lari berdua dengan Monique Hardjoko. Rute Bandung-Cirebon akan dijalani berdua. Monique lari dari Bandung ke Sumedang, dan Vonny dari Sumedang ke Cirebon.
Monique Hardjoko, Vonny Anggraini, dan Denny Pasaribu sebelum berangkat menuju Bandung
Denny Pasaribu dan Vonny Anggraini berpose di sela NusantaRun chapter 3 Bandung-Cirebon
Monique Hardjoko dan Vonny Anggraini
Foto: dok. panitia NusantaRun dan dok. pribadi
Bagi Vonny, motivasi dari Denny bukan sekadar motivasi, tapi suatu kepercayaan. Sebab, bagi Vonny, Denny merupakan pelari yang mengagumkan. Denny punya sakit jantung, tapi ia juga ikut NusantaRun demi amal.
“Awalnya gua shock lo waktu tahu Denny mau lari full marathon di NusantaRun chapter 3. Jaraknya 135 km itu enggak main-main. Itu harusnya berdua, tetapi dia sendiri lo melewatinya,” tutur Vonny.
Denny pernah mendadak kena serangan jantung saat lari bersama teman-temannya. Namun ia justru bersyukur penyakitnya ketahuan karena ia lari.
“Kalau bukan karena lari, enggak ketahuan itu. Februari kemarin saya pasang ring di jantung. “ kata Denny kepada detikX.
Setelah diyakinkan Denny, Vonny pun mendaftar dan melakukan latihan. Pas hari-H, Monique start duluan untuk menempuh jarak sekitar 50 kilometer. Sisanya sekitar 75 kilometer akan dilanjutkan Vonny.
Perempuan berusia 40 tahun tapi masih terlihat segar ini memulai lari pada Sabtu pukul 12 siang. Ia sampai di Cirebon pada Minggu pukul 09.30 WIB.
Vonny Anggraini berpartner dengan Monique Hardjoko di NusantaRun chapter 3
Foto: dok. panitia NusantaRun
Anggota Fakerunners yang tidak ikut lomba juga datang dan menunggu di garis finis. Vonny sangat bahagia. Rasa lelah dan ketakutannya terbayar sudah.
Tidak hanya itu, target Rp 5 juta yang ingin dikumpulkan Vonny lewat lari itu terpenuhi. Vonny dkk memang ikut lari itu untuk amal. Donasi akan disumbangkan ke sekolah-sekolah di sepanjang jalur yang dilewati pelari.
NusantaRun awalnya menargetkan beberapa ratus juta rupiah. Ternyata antusiasme masyarakat besar, sehingga terkumpul lebih dari Rp 1 miliar.
“Akhirnya gua, dari target Rp 5 juta, jadi Rp 15 juta terkumpulnya. Saking terharunya, gua di garis finis nangis.”
Vonny pun mantap untuk ikut NusantaRun chapter 4. “Saya tidak kapok. Ikut acara ini saya bisa donasi, jadi sehat lahir dan batin.”
Reporter: Melisa Mailoa
Penulis/Editor: Iin Yumiyanti
Desainer: Luthfy Syahban
Rubrik Metropop mengupas kehidupan sosial, seni, dan budaya masyarakat perkotaan.