METROPOP

Tren Berburu Senja
di Gedung Tinggi

Di gedung tertinggi di tengah Kota Jakarta, banyak acara dikemas untuk menikmati senja. Mengklaim paling sempurna.

Video: Iswahyudi

Rabu, 27 April 2016

Sebentar lagi senja datang, sekumpulan eksekutif muda asyik bercengkerama di salah satu pojok Cloud Lounge. Ada yang khusyuk menyeruput kopi, meniup-niup cangkir berisi cokelat, ada juga yang mengudap camilan.

Di lantai 49 gedung The Plaza Office Tower Plaza Indonesia itu, dihangatkan dekorasi api yang menyala-nyala, obrolan mengalir ringan. Umumnya tentang keindahan dan romantisme tatkala matahari terbenam di ufuk barat.

Di pojok lainnya, ada yang asyik mengambil foto pemandangan pusat kota. Mengabadikannya bersama rekan, santai dan kadang tertawa. Ada pula sepasang manusia duduk berdampingan menikmati santapan.

Pemandangan matahari terbenam merupakan daya tarik utamanya."

“Hampir setiap minggu saya ke sini. Nongkrong saja sih sambil ngopi,” ujar Hugo Alzaidan, yang datang bersama temanya, Mishel Denisa, ke Cloud.

Hugo memilih menikmati senja dan menepi dari kemacetan setelah urusan bisnis di Pasar Tanah Abang, Jalan Kiai Mas Mansyur. Plaza Indonesia dipilih karena bisa dijangkau hanya dalam beberapa menit perjalanan.

Plaza Indonesia, yang memiliki tinggi 210 meter dengan jumlah lantai 48, menjadi ikon di tengah kota. Gedung di Jalan Thamrin ini terkenal sebagai pusat belanja, perkantoran, serta resto berkelas.

* * *

Memotret pemandangan senja menjadi aktivitas favorit pengunjung Cloud Lounge
Foto: Rengga Sancaya/detikcom

Menikmati senja di ketinggian gedung Jakarta menjadi tren tersendiri. Kalangan pengusaha restoran pun menyulapnya menjadi peluang bisnis. Mereka berlomba-lomba menawarkan program di tempat eksklusif yang unik. Mulai pilates, yoga, clubbing, hingga menikmati fashion show. Tentu saja pemandangan matahari terbenam sebagai daya tarik utamanya.

“Kami memiliki tempat sempurna untuk menyaksikan senja dan pemandangan terbaik Kota Jakarta,” kata Grand Manager Cloud Lounge and Dining Paulo Alvero.

Dari lantai 49 gedung The Plaza Office Tower, kita bisa melihat Menara BCA, yang tingginya 230 meter, dan Kempinsky Residence, yang tingginya 217 meter, tepat di hadapan kita. Lantas di pojok paling kanan, kita bisa melihat gedung pasar tekstil terbesar di Asia, yakni Pasar Tanah Abang.

Cloud mampu menampung hingga 300 pengunjung. Ada sejumlah tempat yang bisa dipilih. Bila ingin lebih privat, ada VIP sofa di sudut ruangan yang bisa melihat ke arah Pasar Tanah Abang.

Bila ingin lebih romantis, duduk saja di dining restaurant berkapasitas 40 kursi untuk menikmati sajian executive chef Victor Taborda, pria asal Argentina yang lama tinggal di Spanyol.

Pengunjung Cloud Lounge bersantai menikmati senja. 
Foto: Rengga Sancaya/detikcom

Cloud Lounge juga memiliki desain elegan dan memiliki outdoor bar dengan dekorasi api membara di atasnya. Di tempat ini juga ada ruangan berpendingin minus 2 derajat Celsius khusus untuk menyimpan vodka.

“Kami ingin menjadi tempat untuk bersantai sambil menikmati makanan, minuman, dan musik. Intinya, menjadi tempat bersantai dan melepas penat,” ujar Paulo.

Di seberang Cloud, ada Skye Lounge di lantai 56 Menara BCA, yang juga bersaing dalam mengemas program untuk menikmati senja. “Skye punya program moon dance, yang aku bikin khusus dengan mendatangkan DJ internasional,” ujar Asisten Brand Manager Skye Lounge Monica Cindy.

Dalam sebulan, setidaknya Skye dua kali mendatangkan DJ terkenal dari luar negeri untuk main dengan genre deep house, agar lebih berasa santai.

Skye juga mengadakan program sensasi berolahraga di ketinggian, yakni Yoga and Pilates in the Skye, yang digelar dua kali dalam sebulan mulai pukul 6 pagi.

“Kita ratakan dan jadikan dance area untuk peserta yoga dan pilates, dengan jumlah maksimum 25 orang,” tutur Cindy.

Sebagai tempat bersantai, kapasitas Skye bisa muat hingga 500 orang di lounge. Sedangkan restoran Skye cukup menampung sekitar 300 orang bila duduk. Pihaknya juga rutin mengadakan acara fashion show di ketinggian ratusan meter ini.


Suasana Cloud Lounge
Foto: Rengga Sancaya/detikcom


Reporter/Penulis: Isfari Hikmat, Fakhriyani Shafa
Editor: Iin Yumiyanti
Desainer: Fuad Hasim

Rubrik Metropop mengupas kehidupan sosial, seni, dan budaya masyarakat perkotaan.