METROPOP

Kisah Evi Digaet
Penulis Amerika

Evi Shelvia menjadi ilustrator yang diperhitungkan setelah pindah ke Malaysia. Ilustrasinya dipakai penulis buku anak Amerika Serikat.

ilustrasi buku "The Gift of the Lady Bug. dok. Facebook Evi Shelvia 

Kamis, 14 April 2016

Evi Shelvia menjadi ilustrator setelah terpaksa beristirahat total di rumah karena hamil. Tidak disangka, ia sukses menjadi ilustrator. Ia mengerjakan ilustrasi untuk penulis buku anak Amerika Serikat ternama, Carole M. Amber.

Evi lulus dari Institut Teknologi Bandung pada  awal1996. Setelah lulus, Evi menjadi dosen di sebuah universitas di Bandung. Namun kemudian ia memutuskan menjadi ibu rumah tangga saja, yang tidak perlu kerja kantoran.

Perempuan berjilbab ini mengaku sebenarnya tidak bisa membuat gambar lucu yang disukai anak-anak. Sesuai dengan program studi yang diambil, Evi membuat gambar tiga dimensi. Namun, ketika istirahat total di rumah karena hamil anak ketiga, ada penerbit Jakarta yang menawari Evi untuk jadi ilustrator buku.

Saya gambar sambil gendong anak, sambil menyusui pun saya gambar karena diminta lima bulan harus selesai."

Sebenarnya Evi ragu, tapi ia mencobanya dan berhasil mendapatkan proyek untuk serial Rama yang diterbitkan Imaji Comic, Jakarta.

“Saya gambar sambil gendong anak, sambil menyusui pun saya gambar karena diminta lima bulan harus selesai,” cerita Evi.

Setelah menyelesaikan serial Rama, Evi berhenti menggambar karena melahirkan anak ketiga. Ia tidak berpikir akan serius menjadi ilustrator buku anak.

Pada 2009, Evi ikut suami pindah ke Malaysia karena sang suami mengajar di negeri jiran itu. Mempunyai bayi dan tidak bekerja, Evi lebih banyak tinggal di rumah. Dari sinilah Evi mulai banyak membaca buku anak, terutama membacakan buku untuk anak-anaknya. Membaca buku anak justru membuat Evi kesal. Banyak buku yang cerita dan ilustrasinya buruk. Ia lantas berpikir untuk melanjutkan pekerjaan sebagai ilustrator. Evi belajar dari nol. Ia mencari referensi buku bagus dan bergabung dengan komunitas Society Children’s Book Writer and Illustrators serta Kelir (Kelompok Ilustrator Buku Anak).

Evi bersama penulis Amerika, Carole M. Amber
Foto: dok. Facebook The Gift of The Lady Bug

Setelah yakin mendapat bekal yang cukup, Evi pun mulai menawarkan diri membuat ilustrasi. Suatu ketika, saat berselancar di Internet, Evi membaca tawaran penulis buku anak Carole M. Amber yang sedang mencari ilustrator untuk bukunya, The Gift of the Lady Bug.

Buku itu berkisah tentang sepasang kuda yang memiliki anak berupa kepik. Sebagai kepik, si anak berumur pendek, tidak bisa berumur sepanjang orang tuanya yang seekor kuda.

Untuk kisah itu, Evi lantas menggambar sepasang kuda yang sedang turun bukit saat matahari terbenam. Di atas kepala kuda itu ada kepik yang sedang terbang.

Jadi ini kerja sama lintas tiga negara, Carole di Amerika, saya tinggal di Malaysia, dan adik saya di Indonesia."

Evi Shelvia

“Carole berkata dia suka sekali dengan gambar saya. Dia bilang, ‘Saya tidak bisa tidur, tapi kamu terlambat,’” ujar Evi kepada detikX.

Evi ikut menjadi peserta Bologna Children’s Book Fair.
Foto: Iin Yumiyanti/detikX

Carole sudah memiliki ilustrator untuk menggarap buku anak tentang kisah nyata anaknya tersebut. Namun Carole merasa si ilustrator tidak bisa memahami cerita yang ditulisnya. Carole lantas memutuskan mengganti ilustratornya dengan Evi. Evi hanya diberi waktu tiga minggu untuk memberi gambar buat buku setebal 28 halaman itu.

Evi sempat bimbang untuk menerima tawaran itu. Tapi, setelah sang suami meyakinkan semua bisa diatasi, bahwa anak-anak akan diurus sementara oleh sang suami yang sedang libur mengajar, Evi akhirnya setuju. “Dua minggu saya tidak tidur. Dua anak saya ngurus diri sendiri, sementara suami mengurus anak nomor tiga yang masih bayi. Begitulah kekuatan keluarga, saling membantu,” kisah ilustrator yang tetap menjadi warga negara Indonesia meski tinggal di Malaysia ini.

Selain gambar, Evi butuh bantuan editing. Karena waktu yang sangat mepet, ia hanya bisa mengandalkan adiknya yang tinggal di Yogyakarta untuk kerja habis-habisan membantunya. “Jadi ini kerja sama lintas tiga negara, Carole di Amerika, saya tinggal di Malaysia, dan adik saya di Indonesia.”

Evi memamerkan sebagian ilustrasi karyanya dalam Bologna Children’s Book Fair.
Foto: Iin Yumiyanti

Setelah satu bulan digarap Evi, buku itu pun diterbitkan. Ia menjadi buku terlaris yang terjual di Amazon pada 2012. Evi dibayar US$ 1.200 untuk proyek tersebut.

Bagi Evi, kerja sama dengan Carole juga memberikan keuntungan publisitas. Sebab, penulis Amerika itu selalu mempromosikan bahwa ilustrasi buku itu dibuat oleh Evi Shelvia. “Dia selalu promote saya sehingga banyak yang kontak saya,” katanya.

Hingga kini, Evi sudah membuat ilustrasi untuk hampir 20 buku. Ia juga mendapatkan sejumlah penghargaan, antara lain dari Samsung pada 2015 dan penghargaan dari Malaysia.


Reporter/Penulis: Iin Yumiyanti
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Metropop mengupas kehidupan sosial, seni, dan budaya masyarakat perkotaan.