INVESTIGASI

Menyisir Biang Pencemaran Debu Batu Bara Jakarta

Selain PT Karya Citra Nusantara, diduga ada dua perusahaan lain yang menjadi biang polusi debu batu bara di lingkungan Marunda, Jakarta. Pemerintah sedang mendalaminya.

Ilustrasi : Edi Wahyono

Selasa, 29 Maret 2022

Siang itu sinar matahari cukup terik dan embusan angin laut cukup kencang di area pesisir Marunda, Jakarta Utara, Selasa, 23 Maret 2022. Ketika angin laut berembus, debu-debu ikut beterbangan. Tak jarang mata tim detikX yang berkunjung ke sana kelilipan debu. Bahkan rongga mulut terasa aneh meski tertutup masker, terasa ada butiran debu yang menempel di lidah. Butuh berkumur dua sampai tiga kali dengan air mineral untuk memulihkannya.

Tim detikX pun bergeser tak jauh dari lokasi tersebut. Kami ke Klaster D Rusunawa Marunda. Dari luar, bangunan lima lantai tersebut terlihat cukup bersih dan terawat. Namun ternyata lorong setiap lantainya terlihat cukup berdebu.

Cecep Supriadi, salah satu warga yang kami temui, menjelaskan debu yang mengotori tempat tinggalnya berasal dari aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Marunda. Akibatnya, warga di Rusunawa Marunda harus menyapu dan mengepel lantai tempat tinggalnya lebih dari lima kali dalam sehari.

“Ini tadi belum lama baru disapu, sudah kotor debu lagi seperti ini,” ujar cecep.

Kegiatan bongkar muat batu bara di PT Karya Citra Nusantara, Senin (28/3/2022).
Foto : Syailendra Hafiz Wiratama/detikX


Dampak yang jelas itu adalah masalah kebersihan. Cepet kotornya. Jadi, kalau baru dipel, beberapa saat kemudian langsung kotor lagi, item-item seperti itu."

Keluhan Cecep senada dengan Forum Masyarakat Rusunawa Marunda (F-MRM). Mereka mengeluhkan pencemaran debu batu bara oleh PT Karya Citra Nusantara (KCN), yang terjadi sejak 2019 di wilayah Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara. Ketua F-MRM Didi Suwandi meminta atensi Presiden RI Joko Widodo dan kementerian terkait untuk segera menangani pencemaran debu batu bara tersebut.

Tim detikX juga mendatangi SMPN 290 Jakarta. Sekolah ini berhadapan langsung dengan lokasi bongkar muat batu bara, berjarak sekitar 600 meter. Wakil Kepala SMPN 290 Jakarta Sunarso menjelaskan dan menunjukkan kepada kami dampak aktivitas bongkar muat tersebut.

“Dampak yang jelas itu adalah masalah kebersihan. Cepet kotornya. Jadi, kalau baru dipel, beberapa saat kemudian langsung kotor lagi, item-item seperti itu,” ujar Sunarso.

Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) juga terdampak. Salah seorang petugas keamanan STIP, Sutarjo, yang ditemui tim detikX, membenarkan bahwa sekolah tempat dirinya bekerja cukup merasakan dampak pencemaran debu dari aktivitas bongkar muat batu bara.

“Kalau mau lihat kotornya itu berasa di hari Minggu. Karena semua pada libur, office boy libur, jadi kelihatan tuh kotor batu baranya,” katanya.

Sutarjo pun mengajak tim detikX melihat aktivitas bongkar muat batu bara yang berada tidak jauh dari STIP. Kami mendapati, empat kapal tongkang penuh dengan batu bara bersandar tepat di seberang STIP, yang berjarak sekitar 100 meter.

Menunggu Sanksi Dua Perusahaan Lain

PT KCN saat ini menjadi satu-satunya perusahaan yang dituding sebagai biang pencemaran udara di wilayah Marunda. Pada Senin, 14 Maret 2022, perusahaan tersebut dijatuhi sanksi administratif oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara. Salah satu penyebabnya, tumpahan batu bara di bawah tanggung jawab PT KCN mencemari laut dan udara.

Meski begitu, sumber detikX yang bekerja di Dinas Lingkungan Hidup Jakarta menegaskan ada dua perusahaan lain yang melakukan pelanggaran seperti yang dilakukan PT KCN. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup sedang mendalami temuan dan mengkaji sanksi untuk keduanya.

“Keduanya ini dokumen dan izinnya ada, tinggal pengelolaannya yang belum mematuhi aturan-aturan mainnya yang terkait masalah air limbah, masalah pengelolaan sampah juga,” ujar sumber detikX yang enggan disebutkan nama terangnya tersebut.

Kami mengkonfirmasi keterangan sumber tersebut kepada pejabat Humas Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Yogi Ikhwan. Dia menjelaskan tak merujuk langsung pada dua perusahaan tersebut. Namun, menurutnya, ada beberapa perusahaan lain pengelola dermaga untuk bongkar muat batu bara yang diawasi.

“Ada batu bara, ada pasir, beberapa dermaga yang melakukan bongkar muat barang-barang curah seperti itu, itu juga kami lakukan pengawasan dan kami juga sudah menemukan beberapa perusahaan yang melanggar kami berikan sanksi juga, sanksi paksaan pemerintah juga,” kata Yogi kepada reporter detikX pekan lalu.

Di sisi lain, karena sorotan utama masyarakat ke PT KCN, itu yang didahulukan oleh pemerintah. Yogi menuturkan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sempat melakukan investigasi pada 2019 guna menindaklanjuti aduan masyarakat. Kemudian baru dilanjutkan lagi pada Maret 2022, menempatkan stasiun pemantauan kualitas udara mobile di sekitar Rusunawa Marunda. Mereka mendapati ada pencemaran udara, khususnya partikel PM 2.5 atau debu halus.

“Nah, kemungkinan besar itu ya dari debu-debu batu bara dan terus kami juga melacaknya dari mana sih arahnya. Terus kami cek juga di peta satelit gitu kan, arah angin saat itu apa,” ujarnya.

Yogi menuturkan sanksi yang diberikan oleh pemerintah berdasarkan UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup No 32/2009, yang diubah menjadi omnibus law UU Cipta Kerja. Di antaranya terdapat teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan izin, hingga pencabutan izin. Sedangkan untuk PT KCN, saat ini sudah dijatuhi sanksi level kedua, yaitu paksaan pemerintah.

“Tidak pakai teguran-teguran lagi tuh, sudah sangat tegas ketika langsung paksaan pemerintah, harus ngapain, ngapain, ngapain, per jangka waktu kapan, itu harus dipenuhi,” terangnya.

Sedangkan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda Kapten Isa Amsyari berdalih sampai saat ini belum mengetahui secara pasti terkait sanksi administrasi yang dijatuhkan ke PT KCN.

“Jujur, saya tidak tahu pasti sanksi administrasinya seperti apa, karena saya tidak mendapatkan tembusan suratnya, hanya WhatsApp saja. Jadi saya mengontrol saja, mereka mengerjakan tidak sanksi administrasi itu,” ujar Isa saat ditemui reporter detikX di kantornya, kemarin.

Area penimbunan batubara (stockpile) di PT Karya Citra Nusantara yang sudah ditutup terpal, Senin (28/3/2022).
Foto : Syailendra Hafiz Wiratama/detikX

Lebih lanjut Isa menjelaskan gambaran umum tugas pokok dan fungsi sebagai KSOP hanya sebatas mengatur, mengendalikan, dan mengawasi kegiatan operasional lalu lintasnya.

“Kalau dilihat di UU 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, kemudian peraturan menterinya itu 76 tahun 2018, yaitu pengawasan, keselamatan, dan pelayaran. Jadi kita mengawasi, mengatur, dan mengendalikan lalu lintas, keluar masuk kapal, lalu bongkar muat,” katanya.

Menurutnya, selama dokumen persyaratan yang dibutuhkan sudah lengkap dan disetujui oleh pemerintah daerah, pihak KSOP tinggal memberikan izin operasinya saja untuk sandar dan melakukan bongkar muat di pelabuhan.

Meski sudah ada temuan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, juru bicara PT KCN Maya S Tunggagini membantah tudingan ke perusahaannya. Dia berdalih PT KCN telah menjalankan kegiatan operasional perusahaannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Menurut Maya, masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut untuk membuktikan siapa sebenarnya dalang pencemaran debu batu bara di Marunda.


Reporter: Fajar Yusuf Rasdianto, Syailendra Hafiz Wiratama
Penulis: Syailendra Hafiz Wiratama
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE