INVESTIGASI

Kejar Tayang Kepala Otorita IKN Nusantara

Nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri Sosial Tri Rismaharini muncul dalam bursa calon Kepala Otorita IKN Nusantara. Ini berkat Presiden Jokowi yang menyinggung kriteria: eks kepala daerah berlatar belakang arsitek.

Ilustrasi : Edi Wahyono

Senin, 31 Januari 2021

Pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Nusantara sudah dekat. Setidaknya sekitar dua bulan sebelum masa pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin berakhir. Letak IKN di Kalimantan, tepatnya di dua kabupaten Provinsi Kalimantan Timur: Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Salah satu yang bergegas dicari sekarang ialah Kepala Otorita IKN Nusantara.

Belakangan, bursa Kepala Otorita IKN Nusantara menjadi perbincangan politis. Para politikus mulai mendorong nama-nama tertentu sebagai kandidat.

Menurut Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia, yang juga Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU IKN, kepala otorita ditunjuk, diangkat, dan diberhentikan langsung oleh presiden. Itu dilakukan setelah berkonsultasi dengan DPR RI. Namun, untuk yang perdana, hal itu akan mengesampingkan DPR RI.

Rapat paripurna DPR RI pengesahan RUU IKN, Selasa (18/01/2022).
Foto : Eva/detikcom

“Tapi khusus untuk yang pertama kali diberikan kewenangan ke presiden. Karena waktunya mepet, hanya dua bulan. Ya memang itu kan hak prerogatif presiden,” ujar Doli kepada reporter detikX saat ditemui di ruangan Sekretariat Komisi II DPR RI, Kamis, 27 Januari 2022.

Tidak ada yang bisa disampaikan karena sampai saat ini belum ada pemanggilan resmi dari Presiden. Saya tidak mau berandai-andai."

Belakangan ini muncul beberapa nama yang beredar untuk mengisi kursi Kepala Otorita IKN Nusantara, di antaranya mantan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Sosial Tri Rismaharini, mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan mantan Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana.

detikX berusaha mengkonfirmasi beberapa nama terkait, salah satunya Bambang Brodjonegoro. Dia mengaku hal tersebut merupakan wacana lama dan tidak ada komunikasi lagi dirinya dengan Presiden Joko Widodo terkait hal tersebut. “Itu berita lama, 2020,” katanya singkat kepada reporter detikX pekan lalu.

Sedangkan PDI Perjuangan secara terbuka mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok untuk memimpin IKN Nusantara. Ahok dianggap memenuhi kriteria dan dinilai memiliki pengalaman mumpuni memimpin suatu daerah.

"Tapi siapa yang akan diputuskan, itu kami serahkan kepada Presiden Jokowi. Hanya, PDIP punya nama-nama calon yang memenuhi syarat untuk itu, termasuk Pak Basuki Tjahaja Purnama. Beliau juga punya kepemimpinan yang cukup baik selama menjadi wakil gubernur dan gubernur di Jakarta," ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Januari 2022.

Ketika dihubungi terpisah melalui pesan singkat, Ahok enggan memberi komentar terhadap isu bahwa dirinya digadang-gadang mengisi kursi Kepala Otorita IKN Nusantara. “Selamat malam. Mohon maaf, nggak bisa,” ujarnya melalui pesan singkat kepada reporter detikX pekan lalu.

Selain Ahok, nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga ramai diisukan mengisi bursa calon Kepala Otorita IKN Nusantara. Namanya menguat ketika Presiden Jokowi menyebutkan salah satu kriteria Kepala Otorita IKN Nusantara impiannya adalah mereka yang memiliki latar belakang arsitek dan pernah menjadi pemimpin daerah.

Salah satu sumber detikX juga menyebutkan Ridwan Kamil sudah dipanggil Presiden Jokowi untuk membicarakan tawarannya sebagai Kepala Otorita IKN Nusantara. “Ridwan Kamil dipanggil Pak Jokowi, ditawari mau jadi Ketua Otorita,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut kepada reporter detikX pekan lalu.

Reporter detikX mengonfirmasi informasi ini kepada Ridwan Kamil. Sejauh ini, ia tidak bisa membuka banyak hal.

"Tidak ada yang bisa disampaikan karena sampai saat ini belum ada pemanggilan resmi dari Presiden (Jokowi). Saya tidak mau berandai-andai," kata Ridwan Kamil kepada reporter detikX, akhir pekan lalu.

Tiga kandidat lainnya, yakni Tri Rismaharini, Azwar Anas, dan Tumiyana, belum merespons pertanyaan dari reporter detikX, baik melalui pesan singkat maupun sambungan telepon. Mereka tak menanggapi isu terkait namanya yang muncul dalam bursa calon Kepala Otorita IKN Nusantara.

Eks Menteri atau Bukan Kader Partai?

Ahmad Doli Kurnia berharap Kepala Otorita IKN Nusantara nantinya adalah mereka yang memahami betul visi tentang membangun sebuah kota. Terlebih, memiliki latar belakang urban planning. Kriteria utamanya, mereka yang bisa memahami visi Presiden Jokowi.

“Tentu beliau (Presiden Jokowi) kan punya gagasan konsep dan visi soal IKN ini,” kata politikus Partai Golkar tersebut.

Dilihat dari beban kerjanya, menurut Doli, kandidat yang paham soal birokrasi pemerintah dan pandai berkomunikasi dengan pihak swasta akan menjadi nilai lebih. Sebab, ambisi proyek IKN Nusantara ini tidak membebani APBN.

“Ini kan big project dan ini nggak bisa dikerjain sendiri. Jadi, kalau ada yang mau investasi dari negara mana pun, kita harus terima. BUMN mau bikin juga oke, swasta nasional juga oke, ini saja disinergikan,” ujarnya.

Istana Negara di Ibu Kota Baru.
Foto : Dok. Instagram Nyoman Nuarta

Mengingat Kepala Otorita akan dibantu Wakil Kepala Otorita IKN Nusantara, menurut Doli, kriterianya bisa dibagi untuk berdua. Misalnya, Kepala Otorita dari jajaran kementerian yang memahami visi Presiden Jokowi. “Itu dikombinasikan wakilnya pihak swasta atau profesional. Mungkin seperti itu,” tuturnya.

Anggota DPR RI Komisi II Fraksi PAN Guspardi Gaus juga memiliki kriteria dan harapan bagi mereka yang nantinya akan menjadi Kepala Otorita IKN Nusantara. Dia berharap Kepala Otorita IKN Nusantara adalah orang yang profesional dan tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun.

“Karena ini kan jabatan kepala daerah, di pemerintahannya setingkat menteri, di daerahnya setingkat provinsi,” ujar Guspardi melalui sambungan telepon kepada reporter detikX pekan lalu.


Reporter: Fajar Yusuf Rasdianto, Syailendra Hafiz Wiratama
Penulis: Syailendra Hafiz Wiratama
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE