INVESTIGASI

Sembilan Hari Mencari yang Dibuang Prajurit TNI

Ditemukan tanpa identitas, dua anak korban tabrakan dan dibuang tiga anggota TNI akhirnya dimakamkan tanpa nama. Seusai identifikasi, makam dipindahkan ke dekat tempat tinggal keluarga.

Ilustrasi : Edi Wahyono

Rabu, 5 Januari 2022

“Bapak, pulang! Si H tabrakan!” ujar Entes Hidayatullah, 54 tahun, menirukan ucapan anak pertamanya. Entes, yang sedang bekerja sebagai tukang las di wilayah Soreang, Bandung, bergegas pulang ke rumahnya di Limbangan, Garut, Jawa Barat.

Remaja lelaki berusia 18 tahun berinisial H, anak Entes, dikabarkan ditabrak sebuah mobil pada Senin, 8 Desember 2021 sekitar pukul 15.30 WIB. Saat peristiwa itu terjadi, H memboncengkan kekasihnya, S, yang berusia 14 tahun. Kecelakaan terjadi di samping kiri bagian depan SPBU Pertamina 34.40332 di Ciaro, Nagreg, Bandung. Setelah menabrak, dua penumpang mobil Isuzu Panther bernomor polisi B-300-Q berkelir hitam dan kaca gelap itu membawa kabur H dan S.

Lokasi mobil Kolonel Priyatno menabrak dan membawa kabur dua korban di samping kiri SPBU Pertamina 34.40332, Jalan Raya Nagreg-Limbangan, Ciaro, Nagreg, Bandung, Jawa Barat.


Dia nunjukin baju-baju, terus celana, gesper, terus aksesori yang dipakai korban, sama rambut sama gigi gingsul.”

Kepada reporter detikX, Entes menuturkan, istri dan anak pertamanya langsung menuju kantor Polisi Sektor Nagreg, sekitar 4,7 kilometer dari lokasi kecelakaan. Mereka melaporkan adanya kecelakaan lalu lintas yang menimpa buah hatinya.

Keluarga Entes juga menjalin komunikasi dengan kerabat S. Mereka berbarengan mencari keberadaan putra dan putrinya ke beberapa rumah sakit dan puskesmas terdekat.

"Sampai saya pikir, sudahlah, kalau saya ikhlas. Pencarian berhenti saja," kata Entes sempat putus asa.

Kerabat S, Deden Sutisna, 41 tahun, juga ikut mencari keberadaan S, yang merupakan keponakannya. Dia melawat dari rumah sakit di wilayah Garut, Tasikmalaya, sampai RSUP dr Hasan Sadikin, Bandung.

“Pernah juga mencari ke aliran sungai, sampai ke Sungai Jatigede, Sumedang,” ujar Deden sesaat sebelum kedatangan jenazah S dari Cilacap, Jawa Tengah.

Tiga Hari Berlalu

Setelah tiga hari melakukan pencarian, Entes melapor lagi ke kepolisian. Kali ini ke Polres Kota Bandung pada Sabtu, 11 Desember 2021. Aduannya berbeda dengan yang semula dilaporkan ke Polsek Nagreg.

Kolonel Infanteri Priyanto, Kopda Andreas Dwi Atmoko, dan Kopda Ahmad Sholeh menjalani rekonstruksi memperagakan saat menggotong tubuh korban ke dalam mobil.
Foto : Wisma Putra/detikcom

“Sekarang sudah bukan lagi kecelakaan lalu lintas, tapi laporan penculikan. Saya ke Polresta Bandung membuat BAP orang hilang dan penculikan,” ujar Entes kepada reporter detikX.

Lima hari kemudian, Kamis, 16 Desember 2021, Entes dihubungi seorang polisi. Dia mendapat kabar, ada jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan di tepi Sungai Serayu, Grumbul Cibali, Banjarparakan, RT 02 RW 05, Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah.

“Ciri-cirinya identik dengan anak saya, baik pakaian maupun fisiknya,” tuturnya.

Besoknya, Jumat, 17 Desember 2021, Entes bersama keluarga S menuju Banyumas. Mereka berangkat seusai salat Jumat, dari Polsek Nagreg sekitar pukul 13.00 WIB. Sampai di Banyumas langit sudah gelap, pukul 21.45 WIB.

Entes langsung menuju Polresta Banyumas. Di situ ia bertemu tim identifikasi yang memperlihatkan berbagai barang bukti. Entes yakin betul jenazah yang ditemukan di tepi Sungai Serayu itu adalah anak lelakinya.

“Dia nunjukin baju-baju, terus celana, gesper, terus aksesori yang dipakai korban, sama rambut sama gigi gingsul,” ungkapnya.

Satu hal yang tak diketahui Entes, ternyata jenazah anak lelakinya ditemukan sekitar pukul 09.30, Sabtu, 11 Desember 2021, atau tiga hari setelah kecelakaan terjadi. Setelah autopsi, karena ditemukan tanpa identitas, H langsung dimakamkan tanpa nama di Desa Banjarparakan, Sabtu, 13 Desember 2021. Sedangkan S dimakamkan di pemakaman di Desa Adipala.

Porter kegiatan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mendatangi Lumajang.
Foto : Faiq Azmi/detikcom

Karena itu, Entes meminta makam anaknya dipindahkan ke TPU RW 03, Desa Cijolang, Kecamatan Balubur, Limbangan. Pemindahan dilakukan pada Sabtu, 18 Desember 2021. Jenazah H diberangkatkan sekitar pukul 19.00 WIB dan sampai di Garut sekitar pukul 23.48 WIB.

Begitu juga makam S, dipindahkan dari Cilacap ke kampung halamannya di Nagreg, Jawa Barat. Dia dimakamkan di TPU Tegallame, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Sabtu, 18 Desember 2021.

“Saya dari keluarga laki sudah ikhlas anak saya meninggal dengan cara seperti itu. Cuma kan di Indonesia ini negara hukum, jadi saya serahkan hukumnya ke bapak-ibu aparat penegak hukum,” tegas Entes.

“Setega itu,” lanjutnya, “Sudah ditabrak, dibuang. Sakit hati saya sebagai orang tua."

Sedari awal, Polresta Bandung mengusut kasus tabrak lari dan pembunuhan terhadap H dan S ini. Mereka mendapati terduga pelaku adalah tiga orang prajurit TNI Angkatan Darat. Mereka ialah Kolonel Inf Priyanto, pemilik mobil yang memerintahkan membawa korban ke dalam mobil dan membuang korban. Priyanto menjabat Kepala Seksi Intelijen Korem 133/Nani Wartabone (NWB).

Sedangkan terduga pelaku lainnya ialah Kopral Dua Ahmad Sholeh, anggota Kodim 0716/Demak, serta Kopral Dua Andreas Dwi Atmoko, personel Kodim 0730/Gunungkidul.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa mengaku mendapatkan pelimpahan berkas dari Polrestabes Bandung pada Rabu, 22 Desember 2021. Kepolisian setidaknya menjerat dengan enam pasal. Di antaranya Pasal 310 dan 312 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya. Ancaman pidana penjara maksimalnya 6 dan 3 tahun. Kemudian Pasal 181, 359, 338, dan 340 KUHP. Ancaman pidana penjara maksimalnya 6 bulan, 5 tahun, 15 tahun, dan seumur hidup.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memerintahkan agar tiga anggota TNI tersebut dipecat. Dia juga menegaskan, tiga orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu, 29 Desember 2021. Menurutnya, para pelaku akan dijerat oleh oditur militer dengan pidana penjara seumur hidup, meskipun seharusnya dihukum mati.

"Yang menjadi inisiator sekaligus pemberi perintah untuk tindakan yang masuk dalam beberapa pasal tadi, termasuk pembunuhan berencana ini, adalah Kolonel P," kata Andika, Jumat, 31 Desember 2021.


Reporter: Wisma Putra (Bandung), Hakim Gani (Garut), Syailendra Hafiz Wiratama, Fajar Yusuf Rasdianto
Penulis: Syailendra Hafiz Wiratama
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE