INVESTIGASI

Berkas Panas di Tangan Kasatgas

Ketua KPK Firli Bahuri diduga hendak 'mengamankan' wakilnya, Lili Pintauli Siregar, dari campur tangan kasus korupsi Pemkot Tanjungbalai. Melalui ajudannya, Firli diduga ingin meminta BAP yang menyebut nama Lili.

Ilustrasi: Luthfy Syahban

Selasa, 26 Mei 2021

Seorang kepala satuan tugas penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi tiba-tiba kedatangan tamu pada Rabu, 5 Mei 2021, siang di ruang kerjanya. Tamu itu adalah staf pribadi Ketua KPK Komisaris Jenderal Firli Bahuri. Namanya Jeklin Sitinjak.

Sambil bertolak pinggang di hadapan kasatgas dan disaksikan beberapa penyidik lainnya, Jeklin meminta berita acara pemeriksaan Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial. Dalam BAP tersebut, Syahrial berstatus sebagai saksi kasus suap dengan tersangka Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai Yusmada.

Sumber detikX yang mengetahui peristiwa itu mengatakan Jeklin diperintah oleh Firli. “Dia itu sekretaris pribadi Firli. Nggak mungkin kalau nggak diperintah,” kata sumber ini, Senin, 24 Mei 2021. “Dia meminta BAP. Ngapain, coba?”

Ketua KPK Firli Bahuri
Foto : Agung Pambudhy/detikcom

Kasatgas yang Jeklin hadapi itu dikenal memiliki kedekatan dengan Firli. Firli pernah ke Kamboja bersamanya. Karena itu, menurut sumber ini, Firli berharap bisa mendapatkan BAP darinya. Namun kedekatan tak membuat penyidik senior itu mengabaikan profesionalitas. “Dia orang yang lurus,” kata sumber ini. “Dia nggak kasih BAP itu (ke Jeklin).”

BAP ini saya sampaikan kepada Komandan karena baru saja Jeklin Sitinjak, staf Ketua KPK, datang kepada saya dan meminta BAP tersebut.”

Kasatgas itu mengatakan kepada Jeklin, BAP yang diinginkannya akan diserahkan kepada Direktur Penyidikan Brigadir Jenderal Setyo Budiyanto. Dia tak akan memberikannya kepada Jeklin. Jika masih menginginkannya, Jeklin dipersilakan meminta kepada Setyo. Jeklin pun keluar dari ruangan itu dan melapor kepada Firli dengan tangan kosong.

Namun, tak berapa lama, Jeklin kembali menemui kasatgas itu. Dia merevisi maksud kedatangannya. Jeklin menyebut, yang ingin dia minta adalah notulensi ekspose perkara pada masa pimpinan era Agus Raharjo dkk, bukan BAP.

Permintaan tersebut tetap tak bisa diterima kasatgas. “Lo, kalau mau notulensi ekspose, jangan di saya. Pimpinan juga ada. Notulensi ekspose itu, kan, ranah pimpinan,” kata sumber ini meniru ucapan kasatgas kepada Jeklin.

Kasatgas itu pun langsung menulis surat elektronik (surel) kepada Direktur Penyidikan, jenderal polisi bintang satu Setyo Budiyanto. Dalam surel yang terkirim pada pukul 11.36 WIB tersebut, dia memberikan BAP Syahrial terhadap tiga proses penyidikan yang diduga diinginkan Firli melalui Jeklin.

“BAP ini saya sampaikan kepada Komandan karena baru saja Jeklin Sitinjak, staf Ketua KPK, datang kepada saya dan meminta BAP tersebut,” tulisnya dalam surel itu. “Namun saya tidak berkenan menyerahkan BAP tersebut kepada yang bersangkutan karena BAP kategorinya rahasia.”

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar
Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA Foto

Menurut sumber ini, BAP tersebut berisi informasi mengenai dugaan campur tangan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam kasus dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai. Lili disebut pernah berkomunikasi mengenai perkara itu dengan tersangka Syahrial beberapa kali.

Salah satunya ketika berkas penyelidikan kasus yang melibatkan Syahrial sampai di meja Lili. Lili disebut memberi tahu Syahrial bahwa KPK masih menyelidiki kasus jual-beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai kendati gagal melakukan tangkap tangan pada 2019.

Dua sumber detikX yang mengetahui perkara itu menduga Firli ingin mendapatkan BAP tersebut untuk ‘mengamankan’ Lili. Itu sebabnya, Lili tampak selalu berpihak ke Firli di tengah maraknya kontroversi tes wawasan kebangsaan.

Firli membantah ingin mendapatkan BAP tersebut. “Jangan membuat isu. Kerja saya masih banyak,” katanya kepada detikX, Jumat, 21 Mei 2021.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengklaim ada kesalahpahaman antara Jeklin dan kasatgas itu. Ali mengatakan Jeklin menemui kasatgas itu karena pimpinan KPK meminta hasil ekspose pimpinan KPK era sebelumnya. Tujuannya untuk memperkuat penjelasan bahwa ekspose mengenai perkara Syahrial itu pernah digelar oleh pimpinan pada periode lalu.

Berita acara hasil ekspose itu berisi notulensi rapat proses penanganan perkara. “Berita acara hasil ekspose ini diminta oleh semua pimpinan dan bukan hanya atas permintaan Ketua KPK,” kata Ali, Senin, 24 Mei 2021.

Peristiwa itu terjadi sebelum KPK menggelar konferensi pers mengenai adanya 75 pegawai yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan. Firli mengumpulkan para pimpinan, pejabat struktural, dan Dewan Pengawas dalam rapat di lantai 15 sebelum jumpa pers.

Plt Jubir KPK Ali Fikri
Foto: Ari Saputra/detikcom

Sumber detikX yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan pembahasan rapat tersebut berfokus pada rencana menyikapi 75 pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat TWK. Firli ingin memecat 75 orang itu. Sebagian besar dari orang-orang itu adalah pegawai berintegritas. Nama-nama yang sudah dikenal seperti Novel Baswedan, Yudi Purnomo, dan Harun Al Rasyid menjadi bagian dari mereka.

Beberapa kasatgas kasus-kasus besar juga menjadi bagian dari mereka, termasuk kasatgas yang menangani kasus dugaan korupsi Pemkot Tanjungbalai.

KPK mengusut dugaan korupsi jual-beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai sejak masa kepemimpinan Agus Rahardjo. KPK sempat hendak melakukan tangkap tangan terhadap Wali Kota Syahrial pada 2019, tapi gagal. Eks Wakil Ketua KPK Laode M Syarif membenarkan hal tersebut.

Namun pengungkapan kasus itu berlanjut menggunakan metode penyelidikan terbuka. Dalam prosesnya, KPK justru menemukan kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji. Penyidik KPK Ajun Komisaris Stefanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husain serta Syahrial ditetapkan sebagai tersangka atas kasus itu.

Sementara itu, tersangka kasus jual-beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai belum diumumkan oleh KPK. Dari penelusuran detikX, KPK sudah menetapkan Sekda Kota Tanjungbalai Yusmada sebagai tersangka.


Reporter: Fajar Yusuf Rasdianto, Rani Rahayu
Penulis: May Rahmadi
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE