INVESTIGASI

Menyigi Stok Kuburan COVID-19

Angka kematian akibat COVID-19 di DKI Jakarta turun, tapi permintaan lahan pemakaman dengan protap COVID-19 kian naik. Lokasi baru terus dibuka oleh Pemprov DKI.

Ilustrasi : Edi Wahyono

Selasa, 2 Februari 2021

Hujan rintik-rintik menemani belasan petugas pemakaman bekerja menggali liang lahad atau kuburan baru di Tempat Pemakaman Umum Bambu Wulung, Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat, 29 Januari 2021, siang. Mengenakan alat pelindung diri (APD) berwarna-warni, mereka berjibaku menggali, mengangkat, dan memasukkan peti jenazah yang terpapar Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dari dalam ambulans.

TPU Bambu Wulung, yang memiliki luas 5 hektare, dijadikan lahan untuk pemakaman khusus jenazah COVID-19 sejak 21 Januari 2021. Lahan yang disiapkan seluas 3.000 meter persegi dengan kapasitas 800 petak kuburan. Tapi, baru lima hari dibuka, TPU itu sudah terisi 162 jenazah. Bahkan, pernah dalam satu hari, di tempat pemakaman itu dikuburkan 59 jenazah COVID-19. Padahal, sebelum pandemi, di kawasan itu paling 2-3 jenazah dikuburkan dalam sehari.

“Ini sudah seminggu saya bertugas di TPU Bambu Wulung. Kalau jumlah jenazah yang dibawa ke sini itu jumlahnya nggak tentu ya. Tapi makin banyak. Terakhir paling banyak itu sehari 59 jenazah dalam sehari,” ungkap Endang, seorang penggali kubur di TPU Bambu Wulung, kepada detikX, Jumat, 29 Januari 2021.

Lahan khusus makam jenazah pengidap COVID-19 yang sudah penuh di TPU Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
Foto : Syailendra Hafiz Wiratama


Lahan dalam waktu cepat harus tersedia. Kita ini kan Ibu Kota. Lahan kita banyak, hanya perlu pematangan lahan, persiapan lubang makam yang segera, karena kondisi COVID ini semua harus segera.”

Endang, yang awalnya bertugas di TPU Pondok Ranggon sejak 1999, terpaksa diperbantukan ke Bambu Wulung pada masa pandemi. Di tempat barunya, ia bersama 70 penggali kubur bekerja setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Para penggali kubur itu dibagi dalam dua kelompok. Setiap kelompok yang berisi 35 orang itu bekerja secara bergiliran setiap pekannya.

“Yang pasti kita lelah, capek, apalagi ditambah kondisi hujan deras yang cukup sering. Kami sangat kesulitan menurunkan peti jenazah. Tapi semampu kita melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga,” ucap Endang.

Sementara itu, di TPU Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, terlihat area seluas 1 hektare sudah terisi 560 kuburan baru jenazah COVID-19. Padahal area di bagian belakang TPU itu baru dibuka dan digunakan untuk pemakaman COVID-19 pada 12 Januari 2021. Karena itu, lahan yang berada dalam jarak 500 meter kembali dibuka untuk pemakaman baru dengan protap COVID-19.

Dari sejak pandemi COVID-19 merebak pada Maret 2020 hingga Januari 2021 ini, tercatat sudah 13.604 pasien yang diurus oleh Pemprov DKI Jakarta. Mayoritas jenazah dimakamkan di lahan TPU yang dikelola Pemprov DKI Jakarta. Sedangkan sisanya ada yang dimakamkan di lahan wakaf atau dikremasi dan dibawa ke luar Jakarta.

Tiga pemakaman umum yang sebelumnya dipakai untuk menguburkan jenazah COVID-19 sudah penuh kapasitasnya, yaitu Pondok Ranggon (Jakarta Timur), Tegal Alur (Jakarta Barat), dan Srengseng Sawah (Jakarta Selatan). Di TPU Pondok Ranggon penuh terisi 4.649 jenazah, TPU Tegal Alur penuh terisi 4.849 jenazah, dan TPU Srengseng Sawah telah terisi 560 jenazah.

Pemprov DKI Jakarta memutuskan membuka pemakaman khusus COVID di enam lahan baru dengan kapasitas yang disiapkan 17.900 petak liang lahad. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pembukaan lahan makam baru itu dilakukan karena terjadinya peningkatan jumlah kasus positif Corona dalam beberapa minggu ini di Jakarta. Kendati angka kematian menurun, Pemprov tetap menyiapkan antisipasi lebih cepat.

Aktivitas penyiapan lahan untuk pemakaman khusus COVID di TPU Rorotan, Jakarta Utara
Foto : 20Detik

“Angka kesembuhannya juga meningkat, di atas 89,2 persen. Mudah-mudahan, dengan penanganan yang baik, kita bisa terus meningkatkan angka kesembuhan, tentu dengan dukungan RS, nakes, dan sebagainya, dan tentu yang paling penting dari masyarakat sendiri. Dan alhamdulillah angka kematian terus menurun, 1,6 persen,” kata Riza dua pekan lalu.

Kepala Bidang Pemakaman Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Siti Hasni menambahkan salah satu masalah dalam pemakaman korban COVID-19 ini adalah lahan yang harus disediakan dalam waktu cepat. Lahan di Ibu Kota sebetulnya masih banyak, tapi memerlukan persyaratan sebelum bisa digunakan.

“Lahan dalam waktu cepat harus tersedia. Kita ini kan Ibu Kota. Lahan kita banyak, hanya perlu pematangan lahan, persiapan lubang makam yang segera, karena kondisi COVID ini semua harus segera,” ungkap Siti kepada detikX di kantornya, Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Januari 2021.

Sebenarnya, lanjut Siti, jenazah COVID-19 tak harus dikuburkan di tempat yang bersifat khusus. Tetapi lahan khusus itu diperlukan karena penanganan jenazah COVID-19 sifatnya harus segera agar tak terjadi penumpukan di rumah sakit dan petugas tenaga kesehatan pun bisa bergerak cepat. “Jadi kita harus mobilisasi untuk pengangkutan (pemakaman), jadi segera juga. Ya, karena memang ada aturannya,” jelas dia.

Pemprov DKI Jakarta sampai saat ini memiliki 83 TPU yang tersebar dan dikelola lima pemerintah daerah. Selain itu, banyak pemakaman milik perorangan (wakaf) dan wakaf umum. Pemakaman perorangan atau wakaf umum harus melaporkan keberadaannya ke pemda. Bila lahan digunakan untuk menguburkan jenazah COVID-19, mereka wajib melaporkan ke pemda dan persetujuan pengelola atau pemilik lahan.

Terkait lahan baru, tegas Siti, tidak ada lahan baru untuk pemakaman khusus COVID-19. Seperti lahan untuk pemakaman jenazah COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, itu hanya dibuat di bagian belakang area lahan TPU yang diperluas. “Tapi itu lahan yang kita punya. Bukan beli saat itu. Jadi kita hanya perluas, kita rapikan, kita siapkan, itu bercampur dengan lahan umum,” tegas dia.

Enam lahan baru pemakaman COVID-19 yang disiapkan Pemprov DKI adalah di TPU Bambu Wulung, TPU Srengseng Sawah Dua, TPU Tegal Alur, TPU Rorotan, TPU Lubang Buaya, dan TPU Dukuh II. Lahan tersebut tinggal dilakukan pematangan agar lebih rapi dan siap pakai. “Insyaallah masih tersedia. Hanya perlu pematangan saja. Pematangan diperlukan karena permintaan tinggi untuk protap COVID-19,” ujar Siti.

Ketika ditanya apakah diperlukan pengadaan lahan TPU baru, Siti mengaku sangat diperlukan karena tak ada yang tahu sampai kapan kebutuhan pemakaman ini. “Masih perlu karena kita tidak tahu ke depannya mengenai kebutuhan lahan pemakaman. Yang meninggal itu tak bisa kita perkirakan,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Pemkot Jakarta Selatan Winarto mengatakan, sebelumnya, TPU Srengseng Sawah digunakan untuk pemakaman jenazah COVID-19 dengan sistem tumpang. Artinya, jenazah COVID-19 dikebumikan di atas makam keluarga jenazah tersebut. Sejak 12 Januari 2021, TPU Srengseng Sawah di Jagakarsa ditugaskan mengalokasikan lahan khusus untuk jenazah COVID-19.

Mulanya, di tempat seluas 1 hektare itu disiapkan 560 petak kuburan. Namun, hanya dalam waktu sepuluh hari, seluruh petak makam itu sudah terisi penuh. Dalam sehari, jenazah penderita COVID-19 yang dibawa ke TPU tersebut rata-rata berjumlah 50 peti mati. Karena sudah tidak lagi mencukupi, diputuskan membuka lahan baru yang berjarak 500 meter di sekitar TPU Srengseng Sawah. Lahan itu memang milik Pemkot Jakarta Selatan.

Siti Hasni, Kepala Bidang Pemakaman Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Pemprov DKI Jakarta
Foto : Tri Aljumanto/20Detik

“Sambil berjalan dari perencanaan Bidang Pemakaman Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, kemarin sudah dilakukan pematokan bisa menampung berapa saya belum mendapat informasi atau perintah yang bisa dimakamkan di lokasi baru ini berapa,” kata Winarto kepada detikX, Jumat, 29 Januari 2021.

Winarto mengatakan, pada 26 Januari 2021, lahan baru itu sudah dibersihkan dan dilakukan penggalian menggunakan alat berat milik Sudin Sumber Daya Alam Pemkot Jakarta Selatan. Sudah ada 20 lubang liang lahad baru yang siap digunakan. Sebelum ada pandemi COVID-19, lahan itu memang akan digunakan untuk pemakaman. “Karena kondisi lagi pandemi, kita fokuskan di pemakaman SOP COVID-19 penggunaannya,” ucapnya.


Reporter: Syailendra Hafiz Wiratama, May Ramadi
Redaktur: M Rizal Maslan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE