INVESTIGASI

Kerangka Manusia Milik Siapa (1)

“Kan gelap, rumah nggak ada lampu. Saya ngeri waktu lihat pertama kali.”

Ilustrator: Denny Putra

Selasa, 28 Januari 2020

Rumah berlantai dua itu terlihat tidak terawat. Cat dindingnya, yang didominasi warna krem, tampak kusam dan mengelupas di sana-sini. Pintu gerbang rumah yang berdiri di atas lahan seluas 150 meter persegi di Kompleks Perumahan Sukamenak Indah, Blok I-61, RT 06 RW 04, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu penuh dengan karat.

Bila malam tiba, suasana di luar maupun dalam rumah gelap gulita karena listriknya sudah diputus oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Rumah milik Johan Rismana, 44 tahun, warga Babakan Ciparay, Kota Bandung, itu memang sudah lama dibiarkan kosong. Johan membeli rumah tersebut dari pemilik pertama bernama Ernest pada 2014. Namun, sejak membeli rumah itu, Johan belum pernah menempatinya.

Meski tidak ditinggali oleh pemiliknya, rupanya ada ‘penghuni’ lain yang selama ini ‘berdiam’ di dalam rumah Johan. Terdengar mengerikan? Benar. Pada 14 Januari 2020, masyarakat di sekitar rumah itu dibuat gempar oleh ditemukannya tulang-belulang manusia di rumah kosong tersebut. Kerangka manusia itu masih lengkap. Kerangka itu sedang 'duduk' santai di sofa berwarna hijau yang lusuh.

Kerangka manusia di rumah kosong di Kabupaten Bandung

Foto: dok. Istimewa

Kerangka manusia di rumah kosong di Kabupaten Bandung

Foto: dok. Istimewa

Kerangka manusia di rumah kosong di Kabupaten Bandung

Foto: dok. Istimewa

Sekian lamanya pemilik rumah dan warga tak menyadari ada seseorang yang mati di dalam rumah itu hingga tubuhnya habis terurai. Padahal jalan di depan rumah tersebut setiap waktu ramai dilalui orang. Rumah kosong itu juga berimpitan dengan rumah di sebelah kanan maupun kirinya. Namun, tidak ada satu pun warga yang mencium bau mayat yang menguar dari dalam rumah mewah itu.

Kerangka tersebut mengenakan semacam jas hujan tetapi tidak memakai baju atau pakaian lainnya."

detikX pun menemui sang pemilik rumah, Johan, untuk mendapatkan cerita mengenai awal penemuan mayat tersebut. Johan mengatakan mengetahui adanya kerangka manusia tak dikenal di rumahnya setelah dilapori anak buahnya, Suherman, 43 tahun, warga Cibeureum, Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Awalnya Suherman dia suruh membersihkan rumah di Kompleks Sukamenak Indah itu.

Suherman mengungkapkan datang ke rumah itu pada pukul 12.00 WIB dan langsung mengecek sekeliling rumah. Dia pernah membersihkan rumah itu dan memotong rumput di pekarangan pada Mei 2019. Namun kali ini dia kembali ke rumah itu dengan perasaan sedikit aneh. Rumput ilalang, yang biasanya tumbuh di depan rumah, kini tidak terlihat, seperti sudah ada yang memotongnya.

Di pekarangan rumah yang tak seberapa luas itu juga tumbuh singkong, tanaman yang tak pernah ditanam, baik oleh Suherman maupun pemilik rumah. Belum hilang rasa keanehan di benaknya, Suherman melihat pintu bagian depan rumah sedikit terbuka. Ia masih ingat betul pintu utama rumah bosnya itu selalu terkunci rapat.

TKP penemuan kerangka tulang manusia di Kabupaten Bandung
Foto: Syailendra Hafiz Wiratama/detikX

Kaca jendela bagian depan juga pecah dan berlubang. Karena rasa penasarannya makin memuncak, Suherman akhirnya nekat membuka pintu rumah berwarna putih itu. Dia kemudian melangkah menuju ruang keluarga di bagian tengah. Alangkah kagetnya Suherman di tengah suasana rumah yang gelap itu matanya terantuk pada seonggok tulang-belulang manusia ‘duduk’ di sofa.

“Kan gelap, rumah nggak ada lampu. Samar-samar saya ngeliat-nya. Saya ngeri waktu lihat pertama kali. Akhirnya langsung balik lagi ke tempat kerja dan melapor ke Pak Johan,” Suherman mengisahkan kembali penemuan kerangka manusia itu saat ditemui detikX di Bandung, Rabu, 22 Januari 2020.

Dengan jantung berdegub kencang, Suherman cepat-cepat kembali menemui bosnya, Johan. Sekitar pukul 17.00 WIB, Johan, Suherman, dan Heriyanto, salah satu anak buah Johan lainnya, berangkat lagi menuju Sukamenak guna memastikan penemuan kerangka manusia itu. Begitu yakin bahwa kerangka itu betul tulang manusia, mereka langsung lari terbirit-birit keluar dari rumah.

Menjelang malam, sekitar pukul 18.00 WIB, Johan dan anak buahnya menyambangi Ketua RW 04 Desa Sayati, Dadang Sudrajat. Keempatnya kemudian melaporkan hal itu ke kantor Polsek Margahayu di Jalan Taman Kopo Indah I, Margahayu Selatan, Margayahu. “Reaksi saya sih pasti kaget. Cuma nggak berani komentarlah. Saya bener-bener nggak nyangka nemu kerangka itu di rumah saya. Jadi saya syok,” kata Johan kepada detikX.

Malam itu juga personel Polsek Margahayu dan tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polres Kota Bandung langsung datang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Menurut Kapolres Kota Bandung Kombes Hendra Kurniawan, ketika tulang belulang itu diperiksa lebih jauh, tidak ditemukan bercak darah di sekitarnya. Tulang-tulang itu sudah lepas dari persendian. Daging yang membalut tulang tersebut juga sudah bersih terurai, meninggalkan jejak warna kecokelatan di sofa dan lantai rumah.

Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan
Foto: Syailendra Hafiz Wiratama/detikX

“Kondisi kerangka saat itu tidak ditemukan identitas, baik dompet, KTP, maupun identitas lainnya itu tidak ada. Kerangka tersebut mengenakan semacam jas hujan tetapi tidak memakai baju atau pakaian lainnya,” kata Kepala Polres Kota Bandung Kombes Hendra Kurniawan kepada detikX di ruang kerjanya, Selasa, 21 Januari 2020.

Kerangka itu langsung dimasukkan ke kantong mayat dan dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung, untuk dilakukan pemeriksaan forensik. Sampel DNA dari mayat itu sudah diambil untuk didalami. Polisi juga sudah memeriksa beberapa saksi untuk mengungkap penyebab kematian manusia pemilik kerangka misterius itu. Para saksi yang sudah diperiksa itu antara lain Johan, Suherman, Heriyanto, dan para tetangga sekitar rumah tersebut.

Aparat kepolisian juga langsung menyebarkan nomor hotline 081343520327 untuk masyarakat yang mungkin kehilangan anggota keluarganya. “Seandainya orang yang mengaku kehilangan tersebut bisa memberikan ciri-ciri yang cocok dengan Mister X ini, kami akan lakukan tindak lanjut dengan mencocokkan DNA apakah ada kecocokan hubungan kekeluargaan dengan Mister X ini,” kata Hendra.

Bersambung...


Reporter: Syailendra Hafiz Wiratama, Wisma Putra
Redaktur: M Rizal
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Irwan Nugroho

[Widget:Baca Juga]
SHARE