INVESTIGASI

Tahun Baru, Rekor Banjir Baru

Lebih dari 400 ribu jiwa terdampak banjir di Jakarta dan kota-kota satelit, 43 di antaranya meninggal dunia. Terparah dalam satu dekade terakhir.

Ilustrasi: Fuad Hasim

Jumat, 03 Januari 2020

Bangun Rambe dan keluarganya tak menyangka banjir yang melanda rumahnya di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, bertambah besar. Selasa 31 Desember, malam, air yang berasal dari aliran Sungai Cikeas dekat perumahan sudah naik sepinggang. Ia dan keluarganya mulai menyelamatkan barang-barang ke lantai 2.  Bersama istri dan keempat anaknya, ia bertahan di lantai 2 hingga pagi menjelang.

Namun, belum sempat mengevakuasi diri dari rumah, sekitar pukul 10.30 WIB, Rabu, 1 Januari 2020, air bah kembali menerjang. Rupanya, tanggul penahan air yang dibangun di bibir sungai tak kuasa menahan beban dan ambrol. Alhasil, lantai 2 rumah Bangun terendam banjir juga. Mau tak mau, Bangun dan keluarganya memanjat genteng untuk menyelamatkan diri.

Derita Bangun tak berhenti di situ. Ia harus bertahan di atas genteng selama 24 jam, tanpa makanan, tanpa minuman. Mau menyelamatkan diri, tidak mungkin, sebab air begitu deras. Terpaksa ia dan istri-anaknya minum air hujan yang mengguyur Jatiasih sejak Selasa sore. “Kita dievakuasi tanggal 2 Januari 2020, pukul 04.00 WIB,” kata Bangun saat ditemui di Posko Pengungsian Pondok Gede Permai, Jumat 3 Januari.

Dahsyatnya banjir di Perumahan Pondok Gede Permai tahun ini masih terlihat dua hari pascakejadian. Kendaraan roda dua dan empat masih teronggok di lokasi dengan kondisi rusak parah. Bahkan, mobil-mobil milik warga dalam posisi terbalik dan bertumpuk karena hanyut terbawa banjir. “Saya semula parkirkan 100 meter, di tempat yang lebih tinggi. Tahu-tahu sudah sampai di sini,” tutur Sihabudin, pemilik mobil city car yang menjadi korban banjir di pergantian tahun itu.

Mobil-mobil yang hanyut akibat banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi

Foto : Rengga Sancaya/detikcom

Banjir di Teluk Gong, Jakarta Utara

Foto : Pradita Utama/detikcom

Banjir bandang juga menerjang kawasan perumahan Ciledug Indah

Foto : Ari Saputra

Dalam catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jatiasih adalah salah satu wilayah yang diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa-Rabu, yaitu 260 mm/hari. Wilayah lainnya yang juga diguyur hujan dengan intensitas tinggi adalah Bandar Udara Halim Perdanakusumah (377 mm/hari), Taman Mini Indonesia Indah (335 mm/hari), Cikeas (246 mm/hari), Pulo Gadung (260 mm/hari), Kembangan (265 mm/hari), dan Tomang (226 mm/hari).

BMKG juga menyebutkan, daerah-daerah dengan curah hujan ekstrem itulah yang dilanda banjir paling parah pada malam tahun baru kemarin. Ini adalah hujan paling ekstrem selama ada pengukuran dan pencatatan curah hujan di Jakarta. Banjir yang disebabkan oleh hujan ini lebih besar dibandingkan bencana tahun 2007 dan 2015. BMKG juga mencatat, dalam 150 tahun terakhir terdapat kesesuaian antara meningkatnya curah hujan dengan meningkatnya bencana banjir di Ibu Kota.

Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, per Kamis, 2 Januari 2020, banjir di Jabodetabek telah membawa dampak kepada lebih dari 400 ribu penduduk. Dari jumlah tersebut, korban bencana yang paling besar adalah di Kota Bekasi, yaitu 366.274 jiwa. Ditambah dengan bencana di Lebak, Banten, banjir telah merenggut nyawa 43 orang.

Meski curah hujan mencapai rekor pada malam tahun baru kemarin, namun BMKG menyatakan sejatinya penyebab banjir bukan hanya hujan lebat. Banjir terjadi karena besarnya limpahan air dari hulu, berkurangnya  waduk dan danau tempat penyimpanan air banjir, dan penyempitan dan pendangkalan sungai akibat sedimentasi. Namun, curah hujan tetap penyumbang dominan banjir kali ini.

Peta persebaran banjir di Jabodetabek
Foto : Dok BNPB

Hujan ekstrem masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia dari tanggal 5-15 Januari 2020 mendatang. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pada 5 Januari Indonesia akan dilewati udara basah yang bertiup dari Samudera Hindia. Udara basah tersebut akan masuk melalui Sumatera Barat. "Tanggal 5 diperkirakan akan masuk pengaruh dari Samudera Hindia yang bertiup dari Timur Afrika, berarakan aliran udara basah di sepanjang equator diprakirakan, masuk melalui Sumatera Barat, pantai Barat Sumatera, menuju tujuannya Samudara Pasifik," kata Dwikorita Jumat, 3 Januari.

Dampak banjir yang luar biasa menyebabkan Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil (Emil) menetapkan tanggap darurat di lima wilayah Jabar, yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Karawang. “"Dengan adanya status tanggap darurat maka kita akan memberikan bantuan mungkin sekitar Rp 5 atau 6 miliar kepada daerah daerah tersebut untuk recovery dan pertolongan tanggap darurat," tutur Emil.

Sementara Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan bilang, banjir telah menggenangi 15 persen wilayah ibukota. Agar air cepat surut, sebanyak 478 pompa dikerahkan. Hingga kini, Pemprov DKI Jakarta juga masih fokus pada evakuasi korban yang masih terjebak banjir. "Fokus pada evakuasi warga. Sesudah ini beres kita duduk kumpulkan data yang lengkap, lalu berbicara objektif, apa saja faktor berkontribusi, di daerah mana. Karena kontributornya bervariasi," kata Anies.

Di Jakarta, banjir memang menyeret para pejabat pusat dan daerah ke dalam perdebatan sengit. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan banjir terjadi karena Kali Ciliwung yang berhasil dinormalisasi baru 16 kilometer. Sisanya masih terkendala pembebasan lahan yang menjadi tanggungjawab Pemprov DKI. Sedangkan Anies bilang normalisasi Kali Ciliwung yang dilakukan pemerintah pusat terbukti gagal.

Pengungsi korban banjir di Cipinang Melayu
Foto : Jefrie/detikcom

Istana Negara menggelar rapat tanpa mengundang kedua gubernur, juga gubernur Banten. Presiden Joko Widodo menekankan segera melakukan penanganan dan pencegahan banjir. Presiden juga mengimbau agar masyarakat yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) segera mengevakuasi diri. "Presiden menugaskan kami menyampaikan pesan di daerah kolaborasi pusat dan daerah didukung TNI-Polri, unsur-unsur lain seperti relawan jadi upaya pencegahan mitigasi dan keadaan darurat dan meminimalisir korban timbul," kata Kepala BNPB Letjen Doni Monardo.


Reporter: Tim detikcom
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim

[Widget:Baca Juga]
SHARE