Lego-Rumah-Vonis-Ringan

INVESTIGASI

Nasib Rumah & Mercy Bang Ipul 

Saipul Jamil melego rumahnya karena bangkrut sejak dipenjara. Belakangan, diduga kuat uangnya untuk menyuap jaksa dan hakim.

Saipul Jamil dalam sidang kasus pencabulan anak yang membelitnya.
Foto: Palevi S./detikHOT

Selasa, 21 Juni 2016

Rumah di Kompleks Gading Indah Utara 6, Blok NH 10, Nomor 5, Jakarta Utara, itu tidak lebih mencolok dibanding kanan dan kirinya. Hanya, dinding dan pagar yang kompak dicat warna putih menjadi ciri khas tersendiri.

Rumah itu menjadi pusat perhatian pada 14 Januari 2016. Penyebabnya, rumah penyanyi dangdut Saipul Jamil tersebut menjadi tempat kejadian perkara pencabulan terhadap anak di bawah umur. Pelakunya sang empunya rumah.

Pascapersidangan vonis pria yang akrab dengan panggilan Ipul itu di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, rumah tersebut kembali ramai didatangi awak media. Pasalnya, rumah itulah yang diduga sebagai “sumber modal” untuk melakukan penyuapan agar Ipul dihukum ringan.

Dia menangis. Sangat sedih. Kenapa jadi melebar seperti ini? Dia bilang, 'Mudah-mudahan kakak saya kuat menghadapi semua ini."

Upaya yang dilakukan sejak sidang tuntutan hingga vonis pada 14 Juni 2016 itu terendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK pun menangkap pengacara Ipul, Bertha Natalia Ruruk Kariman, yang tengah melakukan transaksi suap dengan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi.

Di samping itu, KPK menetapkan ketua tim pengacara Ipul, Kasman Sangaji, dan kakak kandung Ipul, Syamsul Hidayatullah, sebagai tersangka. Barang bukti uang Rp 250 juta—dari Rp 500 juta yang dijanjikan—diamankan penyidik.

Masih ada lagi uang Rp 750 juta, yang diduga bagian dari suap, yang ditemukan di mobil Rohadi. Apakah uang ini merupakan uang Ipul yang sempat dilarikan perantara, hal itu belum jelas. KPK masih menyelidikinya.

Ketua tim pengacara Saipul Jamil, Kasman Sangaji, saat digelandang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta.
Foto: Dhani/detikcom

Informasi soal Ipul yang menjual rumah untuk mengurus perkaranya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu pertama kali diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat menggelar jumpa pers hasil operasi KPK.

KPK kabarnya sudah memeriksa sang pembeli rumah. DetikX menyambangi rumah Ipul pada Jumat, 17 Juni 2016. Dari luar, rumah dengan tanah seluas 90 meter persegi itu sudah kosong. Seorang pria keturunan Tionghoa menyambut di belakang pagar.

Pria berkacamata itu mengatakan keluarga Ipul tidak lagi tinggal di rumah tersebut. Seluruh barang sudah diangkut keluar. “Baik barang maupun foto-foto sudah tidak ada di sini,” ujarnya.

Setelah keluarga Ipul hengkang, dirinyalah yang menempati rumah itu sejak awal Juni 2016. Namun ia menolak disebut sebagai pihak pembeli rumah penyanyi dangdut kelahiran Serang, 31 Juli 1980, tersebut. “Sebut saja saya penjaga,” katanya.

Saipul Jamil saat akan dipindahkan dari kejaksaan ke LP Cipinang
di Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.


Foto: Palevi S./detikHOT

Soal harga, pria itu tidak menyebut angka pasti. Ia hanya bilang, totalnya, di atas Rp 2 miliar di bawah Rp 3 miliar. Padahal harga pasaran rumah yang terletak di belakang Mal Kelapa Gading tersebut di atas Rp 3 miliar.

Ipul  terpaksa menjual rumah itu di bawah harga pasaran. Menurut sumber yang tahu penjualan rumah itu, pembayaran dilakukan sebanyak tiga kali untuk rumah berlantai dua yang memiliki tiga kamar itu. Pertama Rp 50 juta sebagai uang muka. Sisanya dilunasi sebelum putusan pengadilan.

Untuk diketahui, Ipul divonis tiga tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa, 14 Juni 2016, atas pencabulan terhadap DS. Majelis hakim menyatakan Ipul melanggar Pasal 292 KUHP dengan perbuatan cabul terhadap anak yang belum dewasa dengan jenis kelamin yang sama.

Pengacara Ipul, Nazarudin Lubis, membenarkan rumah Ipul sudah dijual. "Betul, bukan hak dia lagi," katanya. 

Dari catatan detikX, kabar mengenai penjualan rumah itu sebetulnya menyeruak pada awal persidangan Ipul, Mei 2016. Namun isunya, saat itu Ipul menjual rumah karena tengah mengalami kebangkrutan lantaran dipenjara. 

Rumah Saipul Jamil di Kelapa Gading yang telah dijual kepada orang lain
Foto: Isfari Hikmat/detikX

Ipul masih harus menjalankan peran sebagai tulang punggung keluarga meski berada di balik jeruji besi. Selain itu, ada anak asuh serta pondok pesantren yang harus selalu diperhatikan kehidupannya.

Di samping itu, terkait dengan kontrak kerjanya sebagai pekerja hiburan, Ipul harus mengeluarkan banyak uang. Beberapa kontrak tak bisa dipenuhi, sehingga Ipul wajib membayar sejumlah uang atas kerugian itu.

Selain menjual rumah, Ipul harus merelakan mobil Mercedes-Benz kesayangannya untuk ditarik oleh perusahaan leasing. Berkurangnya penghasilan membuat Ipul tidak mampu lagi membayar cicilan mobil tersebut. 

Namun Kasman saat itu membantah bila dikatakan Ipul melego rumah karena mengalami kemerosotan ekonomi. Ipul menjual rumah itu karena mungkin pernah terjadi sesuatu di rumah itu atau karena Ipul ingin suasana yang baru.

Kini, KPK menengarai uang suap berasal dari penjualan rumah. Ipul, menurut Nazarudin, mengaku tak tahu-menahu kaitan penjualan rumahnya dengan kasus suap. Semua hal yang terkait dengan Ipul diurus Syamsul, yang juga bertindak selaku manajer.

Ipul sedih kakak kandungnya itu ditangkap KPK. "Dia menangis. Sangat sedih. Kenapa jadi melebar seperti ini? Dia bilang, 'Mudah-mudahan kakak saya kuat menghadapi semua ini,'" kata Nazarudin.


Reporter : Isfari Hikmat, Bahtiar Rifai
Redaktur : Deden Gunawan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Investigasi mengupas isu panas terbaru yang mendapat perhatian besar publik secara mendalam. Isu ini mencakup politik, hukum, kriminal, dan lingkungan.

SHARE