INVESTIGASI

Goyang Suap
Saipul Jamil

Penyanyi dangdut Saipul Jamil diduga
memberikan suap untuk meringankan hukuman
kasus pencabulan. Terancam jadi tersangka di KPK.

Saipul Jamil 

Foto: Gus Mun/detikHOT

Senin, 20 Juni 2016

Saipul Jamil merasa tak tenang. Sebentar lagi berkas tuntutan akan dibacakan oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Di pengadilan itu, Ipul—sapaan penyanyi dangdut tenar tersebut—harus menghadapi sidang pencabulan terhadap remaja laki-laki berinisial DS. Kasus itu terjadi pada 14 Februari 2014.

Ipul ketakutan bakal dituntut hukuman berat. Karena itu, dari balik jeruji, ia memutar akal bagaimana agar jaksa memperlunak tuntutannya.

Uang akan diserahterimakan pascasidang vonis. Uang itu bakal disediakan oleh kakak Ipul, Syamsul Hidayatullah."

Namun Ipul tak sadar gerak-geriknya dipantau oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK mengendus akan adanya upaya suap untuk meringankan tuntutan itu.

Sumber detikX di komisi antikorupsi itu membisikkan, Ipul berulang kali memerintahkan ketua tim pengacaranya, Kasman Sangaji, melobi jaksa. Tawar-menawar pun terjadi.

Ada permintaan dari jaksa berupa uang sebesar Rp 1 miliar. Namun Ipul hanya menyanggupi Rp 700 juta. Uang pun sudah diserahkan melalui seorang perantara.

Sial bagi Ipul, uang itu digondol sang perantara, yang hingga kini masih misterius identitasnya. KPK menduga kejadian inilah yang membuat Ipul absen pada sidang tuntutan pada 7 Juni 2016.

Petugas menunjukkan barang bukti hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan pengacara Saipul Jamil..
Foto: Grandyos Zafna/detikcom

“Dia shock berat,” kata sumber penegak hukum di KPK itu.

Ketua majelis hakim yang menyidangkan Ipul, Ifa Sudewi, sempat mempertanyakan absennya terdakwa saat itu. Kasman mengatakan Ipul mengalami flu berat, sehingga tak bisa mendengarkan tuntutan jaksa.

Pihak jaksa yang dipimpin Yansen Dau memaklumi absennya Ipul. Hari itu Ipul pun akhirnya dituntut hukuman 7 tahun penjara. Ia juga dituntut membayar denda sebesar Rp 100 juta.

Jaksa mendakwa artis kelahiran 31 Juli 1980 itu dengan tiga alternatif pasal pencabulan, yakni Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 290 KUHP, atau Pasal 292 KUHP.

Gagal di tahap penuntutan, Ipul tak menyerah. Kini giliran dia meminta Kasman menghubungi hakim. Tujuannya, agar ia divonis ringan oleh majelis hakim.

Penyidik KPK menguntit Kasman, yang terus-menerus mendekati hakim melalui panitera Pengadilan Negeri  Jakarta Utara, Rohadi. Kesepakatan terjalin. Rohadi menjanjikan vonis hakim bakal lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa.

Soal uang akan diserahterimakan pascasidang vonis. Uang itu bakal disediakan oleh kakak kandung Ipul, Syamsul Hidayatullah.

Pengacara Saipul Jamil, Bertha Natalia Ruruk Kariman, setelah diperiksa KPK.
Foto: Dhani/detikcom

Dalam sidang vonis yang digelar pada 14 Juni 2016, majelis hakim memutus Ipul bersalah. Ia dipidana kurungan penjara tiga tahun, lebih ringan empat tahun daripada tuntutan jaksa.

Benar saja, sehari setelah sidang putusan itu, anggota tim pengacara Ipul, Bertha Natalia Ruruk Kariman, mengontak Rohadi. Keduanya janjian bertemu di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pagi

Bertha menyerahkan uang Rp 250 juta yang dibungkus tas plastik berwarna merah kepada Rohadi. Tahu uang telah berpindah tangan, penyidik KPK segera merangsek dan membekuk keduanya pukul 10.40 WIB.

Pascapenggerebekan itu, KPK bergerak ke rumah Syamsul di kawasan Sunter. Kasman menyusul ditangkap saat hendak naik pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta. Seorang lagi panitera bernama Dolly Siregar ditangkap di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus dugaan suap Saipul Jamil.
Foto: Grandyos Zafna/detikcom

“KPK bergerak menuju tiga lokasi berbeda untuk mengamankan tiga orang lainnya,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Juni 2016.

Dari hasil interogasi, KPK mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk delik tindak pidana korupsi. KPK pun menetapkan empat orang yang ditangkap itu sebagai tersangka.

KPK juga menyita uang Rp 700 juta yang ditemukan di mobil Rohadi. Namun, belum jelas apakah uang itu yang sudah digelontorkan Ipul di awal atau bukan. KPK sedang mendalaminya.

Tidak tertutup kemungkinan Ipul bakal menyusul ditetapkan sebagai tersangka. Basaria menyebutkan uang suap itu berasal dari Ipul, yang harus menjual rumahnya di Sunter.

Bukan hanya Ipul, menurut Basaria, kasus suap itu ada kemungkinan bakal melebar. Penyidik tengah mendalami keterlibatan jaksa dan hakim dalam dugaan suap tersebut.

“Pengembangan penyidikan masih sangat mungkin. Saat ini penyidik kami juga melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Dalam catatan Komisi Yudisial, hakim Ifa Sudewi pernah tujuh kali dilaporkan dalam dugaan pelanggaran kode etik. Lima laporan tidak terbukti, satu laporan terbukti, sedangkan satu laporan lagi masih dalam proses pemeriksaan Komisi Yudisial.

Meski sedang diadukan ke Komisi Yudisial, Ifa tetap mendapat promosi dari Mahkamah Agung. Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu dipromosikan menjadi Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo.

Saipul Jamil saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara
Foto: Noel/detikHOT

Meski tengah dalam sorotan, Ifa tetap mengikuti proses pelantikannya dalam jabatan baru pada 17 Juni 2016.

Sementara itu, Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjamin Ifa dan majelis hakim yang menyidangkan Ipul bebas dari suap. Tidak ada pertemuan yang dilakukan hakim di luar persidangan terkait perkara Ipul.

Juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang juga anggota majelis hakim perkara Ipul, Hasoloan Sianturi, mengatakan tidak ada kaitan antara vonis hakim dan dugaan penyuapan. Vonis itu diberikan murni dengan pertimbangan hukum.

Ipul didakwa dengan tiga pasal yang disusun secara alternatif. Artinya, hakim berhak memilih pasal mana yang paling tepat. Menurut hakim, Pasal 292 KUHP paling pas dikenakan kepada Ipul, yaitu tentang pencabulan homoseks terhadap anak. Ancaman hukuman dalam pasal itu adalah 5 tahun penjara. Maka hakim pun menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara untuk Ipul.

“Saya jamin, majelis hakim Saipul Jamil clear. Saya berani jamin,” ujar Hasoloan.

Saipul Jamil di balik jeruji besi
Foto: Palevi S./detikHOT

Setelah diperiksa KPK, Syamsul menyangkal adanya uang suap untuk meringankan hukuman adiknya. Ia lebih banyak diam setelah memakai baju tahanan KPK. “Enggak ada, enggak ada,” ujarnya mengelak.

Hal yang sama dilakukan ketiga tersangka lainnya. Mereka membantah terjadinya transaksi suap dalam perkara Ipul. Kasman mengaku tidak tahu-menahu serah-terima uang dari Bertha kepada Rohadi.

“Semua yang berbicara tentang uang apa segala macam tidak pernah ada komunikasi dengan siapa pun,” katanya setelah diperiksa KPK.

Adapun Ipul, menurut pengacaranya, Nazarudin, mengaku buta perihal suap-menyuap itu. Semua hal yang terkait dengan Ipul diurus Syamsul, yang juga bertindak selaku manajer. Ipul sedih kakaknya ditangkap KPK. "Dia menangis. Sangat sedih," kata Nazarudin.


Reporter/Redaktur : Aryo Bhawono
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Investigasi mengupas isu panas terbaru yang mendapat perhatian besar publik secara mendalam. Isu ini mencakup politik, hukum, kriminal, dan lingkungan.