INTERMESO

Obsesi Hidung Perempuan Iran

“Tulang hidungku kurang lurus dan Iran punya dokter bedah hidung terbaik di dunia.”

Seorang perempuan di Shiraz, Iran, memakai plester di hidungnya, pertanda usai menjalani operasi bedah plastik.

Foto: John Moore/Getty Images

Jumat, 5 Agustus 2016

Beberapa hari lalu, Candy Charms menulis di akun Instagram miliknya. “Hey guys, I have been on holiday in Iran… I only told my very close friends and family, as social network and Twitter are banned, so was hard to communicate. But I’m back now.

Candy mengaku menikmati betul “liburan”-nya di Iran. “Aku suka Teheran…. Orang-orang di sana sangat baik dan murah hati. Bahkan, sekalipun mereka tak punya banyak harta, mereka akan melakukan apa pun untukmu,” Candy menulis. Sepertinya tak ada masalah dengan komentarnya, tapi tulisan Candy jadi berita heboh di media-media Inggris dan Iran.  

Ribuan orang berkomentar di Instagram-nya, juga lewat jejaring sosial Telegram. Sebagian besar memberi komentar negatif. “Apa yang pelacur sepertimu lakukan di negaraku?” Nasser menulis. Tapi tak sedikit pula menanggapi kunjungan Candy ke Iran dengan santai, menganggapnya sebagai lelucon.

Perempuan Iran tengah mencoba produk kosmetik di Teheran beberapa bulan lalu.
Foto: Aquila

“Kita bisa pergi minum kopi bersama seandainya kamu memberi tahuku,” Hamid, dikutip IranWire, menulis. Akun Profesor Balthazar menulis, ”Kami punya banyak perempuan dengan paras wajah mirip bintang porno di Teheran, tapi kami sangat mengharapkan kedatangan bintang porno betulan ke Iran.”

Tentu bukan liburan itu yang jadi soal, tapi pekerjaan Candy-lah yang jadi “masalah” bagi warga Iran. Sudah lebih dari empat tahun, Candy, yang punya tubuh sangat “makmur”, bekerja sebagai bintang film porno di Inggris. Bagi Republik Islam Iran, kunjungan seorang bintang film porno terang tak pernah mereka harapkan.

Warga Iran bertanya-tanya, bagaimana kedutaan Iran bisa meloloskan permohonan visa bagi seorang bintang film porno. Kementerian Luar Negeri Iran berkilah Candy mendaftar lewat agen wisata dan memakai nama lain. “Saat seorang bintang film porno dari Inggris mengajukan visa lewat agen wisata, kita bertanya-tanya bagaimana petugas mereka tak mengenalinya? Dan bagaimana mungkin staf kami bisa tahu tipe perempuan seperti ini?” kata Hassan Qashqavi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran.

Ini merupakan ketiga kalinya dia menjalani operasi permak hidung…. Dua kali operasi sebelumnya dengan dokter lain tak membuat dia puas dengan hasilnya."

Javad Amirizad, dokter bedah plastik di Iran

Sebenarnya Candy tak sekadar melancong ke Iran. Dia mengaku berniat memermak hidungnya. “Tulang hidungku kurang lurus dan Iran punya dokter bedah hidung terbaik di dunia…. Sekarang hidungku sudah sempurna,” kata Candy. Operasi permak hidung di Iran?

Perempuan Iran siap menjalani operasi permak hidung.
Foto: Hurriyet

Ya, Iran, negara yang belasan tahun hidup dalam isolasi negara-negara Barat dan para pemimpin agamanya begitu ketat mengatur segala urusan sehari-hari, menurut sejumlah media, adalah “Ibu Kota Dunia untuk Operasi Permak Hidung”. Menurut survei Asosiasi Bedah Plastik Kosmetik Internasional (ISAPS) pada 2014, warga Amerika Serikat, disusul Brasil, Jepang, Korea Selatan, dan Meksiko paling doyan memermak rupa-rupa bagian tubuhnya supaya lebih menawan.

Tapi dalam urusan bedah hidung, menurut penelitian bersama Masyarakat Riset Rhinologi, Iran, dan Universitas John Hopkins, Amerika, warga Iran-lah “juara”-nya. Rasio operasi permak hidung per kapita di Iran, berdasarkan riset itu, tujuh kali lebih tinggi ketimbang Amerika Serikat. Padahal jumlah dokter spesialis bedah plastik di Iran hanya 238 orang. Bandingkan dengan Amerika, yang memiliki 6.300 dokter bedah plastik. Ternyata, menurut penelitian Arya Strategic Studies Centre di Teheran, ada lebih dari 7.000 “dokter bedah plastik” tanpa izin yang beroperasi di Iran.

Bagi perempuan Iran, kadang operasi kecantikan itu sudah jadi seperti obsesi. Entah apa yang dipikirkan Nazanine. Pada awal tahun lalu, Nazanine menjalani operasi permak hidung, sekaligus tindik alis dan operasi sedot lemak di pahanya. Padahal bukan kali itu saja Nazanine melakukan permak hidung.

“Ini merupakan ketiga kalinya dia menjalani operasi permak hidung…. Dua kali operasi sebelumnya dengan dokter lain tak membuat dia puas dengan hasilnya,” kata Javad Amirizad, dokter bedah plastik yang akan memermak hidung Nazanine, dikutip The National.

* * *

Tak peduli umur, tak pandang gadis atau sudah jadi janda, entah sudah cantik atau kurang menawan, punya banyak duit atau miskin, semua perempuan barangkali ingin merasa cantik. Tapi, untuk cantik, kadang biayanya mahal.

Hanieh sampai terpaksa berutang ke bank demi ongkos permak hidung. Tentu saja bank tak akan mengucurkan duitnya untuk operasi bedah hidung. Menurut Hanieh, dia mengajukan utang untuk membeli mobil. Begitu mobil ada di tangannya, tak lama kemudian sudah berpindah tangan. Duit hasil penjualan mobil inilah yang jadi “modal” pergi ke dokter bedah plastik. “Sekarang bentuk hidungku seperti yang aku mau,” kata Hanieh, sangat senang.

Marjan, 35 tahun, kini hidup sendiri setelah dua kali pernikahannya gagal. Perempuan pemilik toko kain ini sudah dua kali pula menjalani operasi. Satu kali operasi untuk “memperbaiki” lipatan mata dan alis senilai 25 juta riyal atau Rp 11 juta, satu kali operasi lagi untuk memermak hidung dengan ongkos 45 juta riyal atau Rp 20 juta. Lumayan mahal untuk ukuran Iran.


Seorang perempuan di Shiraz, Iran, tengah menikmati shisha.
Foto: John Moore/Getty Images

“Dulu, lantaran memikirkan banyak hal, saat masih remaja aku tak pernah punya pikiran untuk memperbaiki wajah…. Tapi, sejak tujuh tahun lalu, aku merasa perlu melakukannya,” kata Marjan kepada Guardian. Umur memang tak bisa dilawan. “Aku merasa wajahku mulai berubah, padahal aku berharap bisa kelihatan sedikit lebih muda.”

Kini di Iran, orang-orang seperti Marjan dan Hanieh makin banyak jumlahnya. Mereka tak malu-malu pergi jalan-jalan dengan plester melekat di batang hidung, satu pertanda habis menjalani operasi permak hidung. “Enam dari sepuluh temanku pernah memermak hidungnya,” kata penyanyi Iran, Anis Roshan, 26 tahun, kepada NBC, tanpa malu-malu. Hidung Anis pun tak luput dari pisau bedah Dokter Javad Amirizad.

Dokter bedah plastik kondang di Iran, seperti Dokter Javad, Hamidreza Hosnani, dan Ali Asghar Shirazi, tak pernah sepi pasien. Dalam seminggu, rata-rata Dokter Hamidreza menangani 20-25 kali operasi permak hidung. Dokter Ali menduga, belasan tahun hidup dalam aturan-aturan yang sangat ketat, terutama dalam hal berbusana, justru membuat perempuan-perempuan Iran makin ingin punya wajah semenarik mungkin.

“Wajah adalah satu-satunya bagian tubuh mereka yang bisa dilihat orang lain,” kata Dokter Ali kepada The Economist. Dan hidung ada di bagian pusat wajah. “Rata-rata orang Iran punya hidung lebih besar dari orang Eropa. Mereka tak ingin punya hidung sebesar orang Eropa, tapi ingin yang lebih kecil lagi.” Satu pasien Dokter Hossein Heider datang dengan membawa contoh hidung yang dia mau: foto penyanyi Jennifer Lopez.

Para perempuan di Iran.
Foto: TripTeheran

Bahkan laki-laki Iran pun kini juga ingin punya hidung lebih kecil dan lurus. Dulu hampir semua pasien Dokter Javad Amirizad merupakan perempuan. Sekarang, kata dia, sekitar 35 persen laki-laki. Salah satunya Mostafa Kashani. Semula dia enggan meluruskan hidungnya yang bengkok akibat kecelakaan. Tapi istrinya terus mendesak.

“Aku menolak, tapi setelah saudara perempuanku menjalani operasi, aku jadi termotivasi,” kata Mostafa. Lain pula alasan Sahand Zaraei, mahasiswa di satu kampus di Teheran. Dia pergi ke dokter bedah plastik untuk memermak hidungnya supaya makin laku sebagai fotomodel.


Penulis/Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.