INTERMESO

Navy SEAL
Jadi Transgender

"Aku adalah Conan the Barbarian, tapi aku juga adalah Barbie."

Foto: Rand

Kamis, 23 Juni 2016

Hingga dua tahun lalu, dia masih Christopher T. Beck, prajurit dari kesatuan elite Navy SEAL. Selama 20 tahun, Christopher menjadi prajurit SEAL, juga menjadi anggota unit antiteror, United States Naval Special Warfare Development Group alias DEVGRU, yang lebih populer sebagai SEAL Team Six.

Tapi sekarang dia adalah Kristin Beck, 49 tahun, seorang perempuan transgender. "Aku adalah Conan the Barbarian, tapi aku juga adalah Barbie," Kristin, kepada Washington Post, mengibaratkan siapa dirinya. "Dua kepribadian itulah yang menjadikan siapa aku."

Jauh sebelum masuk Navy SEAL, Christopher sadar, ada perempuan dalam tubuh laki-lakinya. Ketika umurnya baru 5 tahun, sembunyi-sembunyi dalam kamar dia akan meminjam rok dan stoking milik kakak perempuannya. Bahkan, saat remaja, Christopher pernah bolos dari sekolah hanya untuk berdandan seperti perempuan.

Jika aku mencapai level paling tinggi, aku pikir akan bisa mengusir sisi perempuan dalam diriku.... Mungkin aku bisa menyembuhkan diri."

Sisi Conan dan Barbie dalam diri Christopher bak dua anak kembar dalam satu tubuh. Kendati badannya tak seberapa besar, Christopher punya nyali besar. Dia tak pernah takut berkelahi melawan siapa pun. Dia juga tergila-gila pada sepeda motor dan senapan.

"Aku punya tangan dengan kemampuan sangat baik," kata Christopher kepada GQ. Barangkali pengaruh dari sang ayahlah yang membuat Christopher tergila-gila pada senapan. "Aku suka berkumpul dengan para veteran Vietnam. Tak tahu mengapa, tapi aku selalu tersedot ke lingkungan itu."

Christopher T. Beck alias Kristin Beck
Foto: GooglePlus

Lulus SMA, Christopher masuk Akademi Militer Virginia. Lepas dari Akademi pada 1987, Christopher lompat ke Angkatan Laut dan bergabung dengan pasukan khusus Navy SEAL. Kepada CNN, Christopher mengatakan alasannya bergabung dengan SEAL. "Karena mereka yang paling tangguh di antara yang tangguh," kata Christopher alias Kristin Beck.

Seleksi dan latihan untuk menjadi prajurit SEAL memang sangat ketat dan keras. Dengan menjadi prajurit SEAL yang bergelimang dengan kekerasan, Christopher berpikir sisi "Barbie" dalam tubuhnya perlahan akan pergi. "Jika aku mencapai level paling tinggi, aku pikir akan bisa mengusir sisi perempuan dalam diriku.... Mungkin aku bisa menyembuhkan diri," kata Christopher.

Sekian tahun menjadi prajurit SEAL, terlibat perang di Balkan, Irak, dan Afganistan, menyusup ke basis Taliban di wilayah utara Pakistan, dan dikirim untuk misi-misi lain dengan mempertaruhkan nyawa, "Barbie" itu tetap tak mau pergi.

Barangkali hanya satu temannya di kesatuan Navy SEAL yang pernah memergoki sisi lain Christopher Beck. Suatu malam pada 1996, dia baru pulang dari latihan di Thailand. Bersantai sembari meneguk bir dingin di rumah perahu miliknya, Christopher merasa jadi orang merdeka. Tak ada orang lain di perahu itu. Dia bebas mengenakan busana perempuan yang dia simpan rapat-rapat di perahunya.

Christopher T. Beck alias Kristin Beck bersama istrinya
Foto: GQ

Tak berapa jauh dari tempat dia menambatkan rumah perahunya, Christopher melihat ada rumah perahu milik sobatnya di SEAL. Tanpa banyak pikir, dia segera mendayung perahunya mendekat. Setelah dekat, Christopher baru berpikir. "Apa yang aku lakukan ini?" dia bertanya-tanya dalam hati. Christopher masih mengenakan baju perempuan, satu hal yang tak pernah dilihat sesama prajurit SEAL.

Tapi dia terus mendayung perahunya dan berteriak. "Hai, kamu ada di rumah, Kawan?" Mike, sesama prajurit SEAL, juga sedang bersantai di atas rumah perahunya. Christopher segera melompat ke atas perahu Mike dan tersenyum konyol. "Whoa, Dude.... Ada apa dengan bajumu?" tanya Mike heran melihat baju perempuan yang dipakai Christopher.

"Well, kadang aku suka berpenampilan seperti ini," jawab Christopher, berusaha santai. Dia sudah siap menghadapi reaksi terburuk dari temannya. "Aku dari California, jadi tak ada masalah..... Tapi jangan sampai prajurit SEAL lain melihatnya," kata Mike.

Selama hampir 20 tahun, Christopher dan Mike menutup rahasia itu rapat-rapat. Sampai detik ini, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat masih belum mengizinkan seorang transgender menjadi prajurit. Apalagi menjadi prajurit di kesatuan elite seperti Navy SEAL.

Baru setelah pensiun dari militer pada 2011, Christopher Beck memulai proses transisi menjadi Kristin Beck. Dua tahun kemudian, Kristin mulai menjalani terapi hormon dan terang-terangan mengaku sebagai seorang transgender. Pada pertengahan 2013, Kristin meluncurkan buku kisah hidupnya, Warrior Princess: A U.S. Navy SEAL's Journey to Coming out Transgender.

Kristin Beck
Foto: Military Partners

Christopher T. Beck saat masih jadi tentara di Navy SEAL.
Foto: Beck4Congress

Christopher T. Beck kini bersalin gender menjadi Kristin Beck
Foto: Filmlinc

"Aku ingin memiliki hidupku," kata Kristin Beck kepada CNN. "Aku ingin mendapatkan kebahagiaan." Menurut Kristin, dia baru memutuskan terang-terangan beralih gender setelah pensiun dari SEAL. "Jika aku melakukannya sejak dulu, mungkin aku sudah mati hari ini."

Beberapa waktu lalu, untuk kesekian kalinya Kristin alias Christopher menikah, dengan seorang sersan perempuan di Angkatan Udara. Dia menghentikan terapi hormon lantaran ada masalah pada ginjalnya dan memutuskan tak menjalani operasi kelamin.

Sehari-hari, dia juga jarang mengenakan rok atau busana perempuan lain. Celana jins dan kemeja jadi baju sehari-hari Kristin di ladang pertanian miliknya di Maryland. "Kadang aku masih suka berdandan. Aku suka kelihatan cantik," kata Kristin kepada GQ. "Diperlakukan dengan baik, dibilang cantik, aku menyukainya."

Sisi Conan dan Barbie dalam tubuh Kristin rupanya sudah bisa hidup bersama. Kristin masih suka ngebut di atas motor besar Harley-Davidson yang dia modifikasi sendiri, juga masih tetap penuh semangat bicara soal senapan para penembak runduk. "Aku masih Christopher Beck seratus persen. Sebagian diriku masih Conan the Barbarian. Aku juga masih selalu seorang prajurit Navy SEAL. Aku tak akan bahagia jika aku tak menjadi bagian itu," kata Christopher alias Kristin.


Penulis/Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.