INTERMESO

DI BALIK CAPTAIN AMERICA

Superhero yang Terlupakan

"Aku selalu bilang bahwa dalam diri Jack adalah Hulk yang berusaha bebas dari tubuh kecilnya."

Ilustrasi: Luthfy Syahban

Kamis, 28 April 2016

Jack Kirby dan Stan Lee adalah Paul McCartney dan John Lennon untuk Marvel Comics. Tanpa mereka berdua, menurut Mike Richardson, pendiri Dark Horse Comics, Marvel tak akan pernah menjadi Marvel seperti hari ini.

Tapi nasib Jacob Kurtzberg alias Jack Kirby tak seperti Paul McCartney di The Beatles. Namanya nyaris tak terdengar. Namanya tenggelam di balik bayang-bayang Stan Lee. Hanya Stan Lee yang bertahun-tahun menjadi "wajah" bagi Marvel. "Ada kemarahan terpendam dalam keluarga Kirby soal perlakuan terhadap Jack.... Padahal, menurutku, Jack Kirby-lah jenius kreatif sebenarnya di balik gebyar kesuksesan Marvel," kata Mark Richardson, kepada LA Times, beberapa waktu lalu.

Aku selalu bilang bahwa dalam diri Jack adalah Hulk yang berusaha bebas dari tubuh kecilnya.... Aku selalu suka dia. Dia orang yang simpel dan cermat."

Di mata para pemujanya, Jack Kirby adalah The King atau King of Comics, Rajanya Komik. Sepanjang 76 tahun hidupnya, dia sudah menghasilkan lebih dari 25 ribu halaman komik. Dari tangan Jack, lahir Captain America, Hulk, Iron Man, Thor, Fantastic Four, Avengers, X-Men, dan ratusan karakter lain yang agak asing di telinga, seperti New God, Man Hunter, Atlas, Captain Victory, Mister Miracle, dan Machine Man.

Sebagian besar karyanya dibuat untuk Marvel. Tapi Jack juga sering bekerja untuk lawan Marvel, DC Comics. Selama beberapa tahun, Jack bersama kawan lamanya, Joseph "Joe" Simon, juga pernah mendirikan perusahaan penerbit komik. Dia mengerjakan segala macam jenis komik, dari komik horor, seperti Strange World of Your Dream, sains, sampai kisah romantis Young Romance dan In Love.

Hidup Jack memang hanya untuk komik. "Aku selalu bilang bahwa dalam diri Jack adalah Hulk yang berusaha bebas dari tubuh kecilnya.... Aku selalu suka dia. Dia orang yang simpel dan cermat," kata Will Eisner, komikus legendaris Amerika. Belajar menggambar komik secara otodidaktik—Jack hanya tahan seminggu kuliah di Pratt Institute saat baru berumur 14 tahun—setiap karya Jack punya ciri yang khas.

Jack Kirby
Foto: Wikimedia

Dua inker Mike Esposito dan Frank Giacoia paham betul bagaimana bekerja bersama Jack Kirby. "Frank selalu mengingatkanku, ‘Jangan coba-coba membuat bentuk sendiri. Ikuti saja garis yang dibuat Jack dan semuanya akan jatuh pada tempatnya seperti puzzle’. Dia benar. Kalian tak bisa menggambar bentuk lain di atas gambar Jack karena tak akan berhasil," Mike Esposito, seperti dikutip NewYorkGraphicnovelist, mengenang.

Imajinasi Jack dalam setiap karakter yang dia buat memang luar biasa. Barangkali lantaran sejak masih bocah Jack melahap segala macam jenis buku. Ketika orang belum banyak bicara soal mutasi genetis, Jack sudah menuangkannya dalam komik. Saat Neil Armstrong dan Edwin Aldrin belum mendarat di bulan, Jack sudah menggambar kisah pendaratan di bulan.

"Inovasi dalam karya-karyanya jauh melampaui seniman-seniman komik pada masanya," kata Tom Scioli, penulis Transformers Vs. G.I. Joe, kepada Boston Globe. Dalam setiap karakter, Jack tak mau sekadar mengikuti gaya orang lain, bahkan hanya untuk hal-hal sepele sekalipun. "Aku pikir Kirby selalu ada dalam perang melawan hal-hal membosankan."

* * *

Dari serial Captain America, Avengers, X-Men, Thor, Fantastic Four, Iron Man, dan Hulk, Marvel, yang kini menjadi bagian dari Disney, mengeruk duit miliaran dolar AS. Hampir semua film yang diangkat dari komik superhero karya Jack Kirby itu menjadi mesin duit bagi Marvel.

Stan Lee
Foto: Blastr

Bersama Stan Lee, Jack Kirby menciptakan Fantastic Four, X-Men, Avengers, Thor, dan Iron Man. Jack lima tahun lebih tua ketimbang Stan. Tapi hubungan Jack Kirby dengan Stan Lee seperti minyak dan air. Mereka sulit hidup bersama.

"Aku bertemu Stan saat masih bekerja untuk Timely mengerjakan Captain America. Stan baru 13 tahunan," kata Jack kepada The Comics Journal. Stan masih punya hubungan kerabat dengan pemilik Timely. "Aku menganggap dia sebagai pengganggu.... Bahkan aku pernah meminta Joe mengusir dia dari ruangan kami." Tapi, apa boleh buat, Jack harus bekerja sama dengan Stan Lee untuk Marvel.

Suatu kali pada 1961, pendiri Timely, yang sudah bersalin nama menjadi Marvel, Martin Goodman, bermain golf bersama dua bos DC Comics, Jack Liebowitz dan Irwin Donenfeld. Kepada Martin, Jack menuturkan sukses besar seri komik baru mereka, Justice League. "Martin mengatakan kepadaku, jika Justice League laris manis, mengapa kita tak membuat komik dengan mengumpulkan para superhero?" Stan Lee menulis dalam bukunya, Origins of Marvel Comics.

Fantastic Four
Foto: YPTPMagazine

Jadilah kolaborasi Jack Kirby-Stan Lee dalam Fantastic Four, Avengers, Iron Man, X-Men, dan sebagainya. Dalam setiap komik dan film selalu ada kredit "Stan Lee dan Jack Kirby". Tapi, menurut Jack, Stan Lee tak banyak berkontribusi dalam setiap karya. "What did he do to warrant his name being on them?" wartawan The Comics Journal bertanya kepada Jack Kirby soal kontribusi Stan Lee, belasan tahun lalu. "Nothing," Jack Kirby menjawab. Singkat tanpa basa-basi.

Sebagian besar naskah dan ide dari Stan Lee, kata Jack, bersumber dari penulis-penulis lain di Marvel. "Seperti itulah cara Stan Lee menjadi penulis.... Dia adalah pekerja kantoran, sementara aku adalah penulis cerita. Pekerjaanku adalah menjual cerita," kata Jack. Stan Lee, menurut Jack, lebih banyak mengurus bisnis Marvel ketimbang menjadi penulis naskah. "Aku pikir dia mengambil keuntungan dari siapa pun mereka yang bekerja bersamanya."

Lain pula cerita Stan Lee soal kisah di balik Fantastic Four dan superhero lain Marvel. "Setelah berdebat dengan Martin dan Jack, aku memberi nama kuartet itu Fantastic Four. Aku menyusun detail ceritanya dan memberikannya kepada Jack untuk digambar.... Kisah selanjutnya menjadi sejarah," kata Stan Lee.

Jack berpikir bahwa aku merebut semua kejayaan dan popularitas....
Jack merasa aku telah mengambil semua uang dari semua karya itu."

Stan Lee

"Aku tak pernah mendapat naskah dari Stan... itu jelas satu kebohongan," Jack membantah cerita Stan. Menurut Jack, dialah yang menciptakan semua karakter dalam Fantastic Four: Mister Fantastic, Invisible Woman, Human Torch, dan Thing. Roz Kirby, sang istri, menyokong cerita suaminya. "Saat dia bekerja bersama Jack, Stan tak menciptakan apa pun. Ketika Jack sudah tak ada lagi di Marvel, Stan juga tak menciptakan hal yang baru," kata Roz.

Fantastic Four
Foto: PasteMagazine

Entah siapa yang benar. Bertahun-tahun kemudian setelah Jack meninggal, Stan Lee masih menangkis tudingan yang dialamatkan kepadanya. "Jack berpikir bahwa aku merebut semua kejayaan dan popularitas.... Jack merasa aku telah mengambil semua uang dari semua karya itu," Stan dikutip OregonLive beberapa tahun lalu, membela diri. "Jack-lah yang pergi meninggalkan kami. Mestinya dia bertahan bersama aku. Padahal aku ingin menjadikan dia sebagai direktur kreatif atau apa pun posisi yang dia mau.... Aku tak mendapatkan uang lebih banyak ketimbang yang dia peroleh. Aku juga tak mendapatkan royalti."

Keluarga Jack Kirby perlu waktu bertahun-tahun berjuang supaya nama Jack Kirby ditempatkan pada posisi setara dengan Stan Lee, sama-sama "superhero" untuk Marvel. Pada 2014, keluarga Jack Kirby dan Marvel akhirnya berjabat tangan.


Penulis/Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.