INTERMESO

Batman Vs Superman

Luka Batman,
Duka Superman

“Beberapa orang akan mengatakan dialah martir terbesar dalam sejarah komik.”

Foto: dok. DC Comics

Senin, 28 Maret 2016

Batman lahir dari “kegelapan”. Saat masih kecil, Bruce Wayne, sosok di balik topeng Batman, menyaksikan orang tuanya mati dibunuh di jalan Kota Gotham ketika mereka pulang menonton film di bioskop.

Di balik penciptaan Batman, ada pula cerita “gelap” yang kurang sedap. Selama puluhan tahun, hanya ada nama Robert “Bob” Kane yang tertera pada setiap film Batman. Hingga September 2015, hanya Bob Kane yang diakui oleh DC Comics sebagai pencipta Batman. Tak ada tempat untuk Milton “Bill” Finger.

Bill Finger, seperti Batman, hidup di antara bayangan gelap. Hingga meninggal pada 18 Januari 1974, nama Bill Finger tak juga diakui sebagai pencipta Batman bersama Bob Kane."

Jim Steranko

Padahal tak akan ada Batman seperti Batman di trilogi The Dark Knight, yang disutradarai Christopher Nolan, maupun Batman di Batman Vs Superman : Dawn of Justice, yang masih tayang di bioskop hari ini, tanpa sentuhan Bill Finger.

Bill Finger
Foto: Comicbook Resources

“Aku memberikan kredit utama kepada Bill Finger atas kesuksesan serial Batman,” kata Jim Steranko, seniman dan sejarawan komik, kepada FastCompany, dua tahun lalu. “Hampir semua ide bagus soal Batman bersumber dari idenya.... Dialah jenius sebenarnya di balik Batman.” Tapi Bill Finger, seperti Batman, hidup di antara bayangan gelap. Hingga meninggal pada 18 Januari 1974, nama Bill Finger tak juga diakui sebagai pencipta Batman bersama Bob Kane.

Setahun setelah Superman lahir, menyusul Batman muncul pertama kali di Detective Comics nomor 27 pada Mei 1939. Tapi Batman bukan sepenuhnya ide Bob Kane. Menurut Marc Tyler Nobleman, penulis buku Bill the Boy Wonder: The Secret Co-Creator of Batman, beberapa bulan sebelum DC Comics memuat Batman, Bob Kane menyampaikan idenya kepada Bill Finger.

Bob, kala itu 23 tahun, baru bertemu dengan Bill, 24 tahun, di sebuah pesta. Bob dan Bill sama-sama lulusan SMA DeWitt Clinton di Bronx, New York. Bob menunjukkan gambar superhero yang akan dia tawarkan kepada DC Comics—saat itu masih bernama National Allied Publications. “Dia menggambar karakter yang menyerupai Superman,” Bill Finger, seperti dikutip Jim Steranko, mengenang.

Batman ala Bob Kane mengenakan kostum ketat berwarna merah, mengenakan topeng domino dan berambut pirang. Tanpa sarung tangan hitam bersirip. Bill Fingerlah yang memermak habis sosok Batman. Dialah yang “memasang” sarung tangan dan topeng, mencopot sayap yang semula mirip burung dan mengganti kostum Batman yang mirip dengan Flash Gordon.

Edisi pertama Superman
Foto: LATimes

Kemunculan pertama Batman di Detective Comics nomor 27
Foto: Wikimedia

Bill Finger pulalah yang memilih nama Bruce Wayne, Kota Gotham, serta merumuskan konsep Batmobile dan Batcave. “Bill Finger merombak habis cerita dan sosok Batman,” kata Tyler Nobleman, kepada Globe and Mail, pekan lalu. Tyler Nobleman malah mengerdilkan peran Bob Kane, yang selama hampir 80 tahun diakui sebagai satu-satunya pencipta Batman. “Sejujurnya dia hanya menciptakan nama Batman.”

Dari Batman lahir hingga meninggal pada 1998, Bob Kane menikmati kejayaan Si Manusia Kelelawar. Film-film Batman laris manis di layar bioskop jauh melampaui film-film Superman. Sementara itu, Bill Finger meninggal tanpa meninggalkan banyak harta benda untuk keluarganya. “Beberapa orang akan mengatakan dialah martir terbesar dalam sejarah komik.... Dia meninggal dalam kondisi miskin, tanpa obituari dan pemakaman yang layak,” kata Nobleman kepada Knowledge@Wharton.

Lima belas tahun setelah Bill meninggal, dalam otobiografinya, Bob Kane baru mengakui sumbangan besar Bill Finger dalam penciptaan sosok Batman. “Bill menulis sebagian besar cerita yang hebat itu. Jika aku bisa kembali ke masa 15 tahun sebelum dia meninggal, aku akan bilang kepadanya, ‘Aku akan menaruh namamu. Kamu layak mendapatkannya,’” Bob Kane menulis.

Tapi stempel resmi Bill Finger sebagai pencipta Batman baru diberikan lebih dari seperempat abad kemudian. Pada September tahun lalu, akhirnya DC Comics resmi mengakui Bill Finger sebagai pencipta Batman, bersama Bob Kane. “Peran Bill Finger sangat penting dalam menciptakan elemen-elemen yang memperkaya dunia Batman,” kata Diane Nelson, Presiden DC Entertainment.

* * *

Jerry Siegel (berdiri) dan Joe Shuster
Foto: Newyorker

Seperti nasib pencipta Batman, nasib pencipta Superman juga tidak mujur. Tak seperti sosok Superman yang luar biasa perkasa menghajar musuh-musuhnya, dua penciptanya, Jerome “Jerry” Siegel dan Joseph “Joe” Shuster, harus tersaruk-saruk memperjuangkan hak mereka.

Ketika menyetor gambar dan naskah Superman kepada DC Comics pada pertengahan 1938, Jerry dan Joe hanya mendapatkan imbalan US$ 130. Padahal, sebagai gantinya, DC mendapatkan hak cipta atas Superman sepenuhnya untuk selamanya.

Saat Superman menjadi superhero nomor satu dan terus menambah gemuk pundi uang DC, hidup Joe malah terlunta-lunta. Pada pertengahan 1960-an, kondisi penglihatannya makin buruk dan hampir buta total beberapa tahun kemudian. Tanpa penglihatan memadai, tamat pula karier Joe Shuster di dunia komik.

Joe sempat bekerja sebagai kurir hingga akhirnya hidupnya bergantung sepenuhnya pada uluran tangan orang lain. Saat meninggal pada Juli 1992, hidup Joe Shuster bangkrut total. Bahkan, untuk biaya pemakamannya sendiri, dia tak punya cukup ongkos. Hingga akhir hidupnya, Jerry dan Joe masih terus berjuang merebut kembali sebagian hak mereka atas Superman.

Kami tak punya uang, jadi kalian tak dapat royalti.”

Hubungan baik Jerry dan Joe dengan DC hanya berumur sangat singkat. Pada 1946, Jerry dan Joe menuntut royalti atas Superman. Tapi Jack Liebowitz, akuntan DC, seperti dikutip Guardian, enteng menjawab, ”Kami tak punya uang, jadi kalian tak dapat royalti.” Jerry dan Joe terpaksa menyeret DC ke pengadilan. Setelah bertarung di pengadilan, DC bersedia membayar US$ 93 ribu kepada Jerry dan Joe.

Tapi pertarungan Jerry dan Joe dengan DC jauh dari tamat. Pada 1969, mereka kembali bertarung di pengadilan memperebutkan perpanjangan hak cipta atas Superman. Pertarungan ini sangat alot dan makan waktu.

Bertahun-tahun setelah Jerry dan Joe meninggal, DC menawarkan “secuil royalti” dari Superman kepada ahli waris Jerry Siegel—Joe Shuster tak punya keturunan langsung. DC sepakat menyetor 6 persen dari pendapatan kotor Superman kepada keluarga Jerry.

Joanne Siegel, janda Jerry, sempat melunak dan bersedia menerima tawaran DC, namun belakangan dia dan keluarganya memutuskan menolak tawaran itu. Sampai hari ini, keluarga Jerry masih terus “berperang” melawan DC Comics di pengadilan. “Berjuang merebut hak memang tak pernah mudah,” kata Laura Siegel Larson, putri Jerry.


Penulis/Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.