image 1 for background / image background
image 4

image 4

INTERMESO

Setelah Obama, Jumlah Turis ke Istiqlal Melonjak

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan para pemimpin dunia lainnya pernah berkunjung ke Istiqlal. Menumbuhkan kunjungan wisatawan asing.

Ilustrasi: Fuad Hasim

Senin, 21 Maret 2016

Begitu turun dari bus besar yang tampak mewah, rombongan turis asal Eropa itu harus berjalan dengan sedikit melompat-lompat di pelataran parkir Masjid Istiqlal, Kamis, 10 Maret 2016. Maklum, sore itu sisa air hujan masih menggenang di beberapa titik. Meski cuaca lembap, beberapa di antara turis itu langsung sibuk membidikkan kamera ke arah megahnya Istiqlal, yang berdampingan dengan Katedral. Ada pula yang asyik memotret aksi sejumlah bocah yang menawarkan kantong plastik kepada tetamu.

“It’s so hot,” kata Arturo Cerulli, 67 tahun, turis asal Torino, Italia, sambil mengelap keringat di keningnya dengan saputangan. Ia lalu melepas dua kancing kemeja birunya dan berjalan memasuki masjid.

Rombongan turis asal Jepang.
Foto: Muhammad Dannil

Rombongan turis asal Korea Selatan
Foto: Wahyu Setyo Widodo/detiktravel

Xavier Macquiano Ferrer (kiri), turis asal Meksiko
Foto: Muhammad Dannil

Halaman depan Masjid Istiqlal dilihat secara 360 derajat.
360: DCIMAJI

Dari lantai dua, Arturo bersama sekitar 30 anggota rombongan mendapat penjelasan seputar sejarah pembangunan Istiqlal. Beberapa bergumam takjub saat dijelaskan bahwa arsitek Istiqlal adalah seorang nasrani. "It is a very nice dome,” ujar Arturo saat dijelaskan soal kubah yang dipenuhi hiasan kaligrafi.

Sehari sebelumnya, detikX menjumpai Xavier Macquiano Ferrer, asal Meksiko. Ia datang ke Istiqlal beberapa saat setelah salat gerhana digelar. Meski pernah ke Yerusalem dan melihat banyak masjid, Xavier mengaku pertama kali masuk masjid ya di Istiqlal itu. “Saya tadi sempat diantar berkeliling koridor bagian dalam. Juga menjumpai ada drum besar di sana (beduk),” ujar guru relawan di Filipina itu.

Menurut Jayadi, salah satu staf protokoler dan humas Masjid Istiqlal, setiap bulan rata-rata hampir seribu turis asing mengunjungi Istiqlal. Pihak pengelola mulai memperbolehkan turis asing masuk Istiqlal sejak 1999. Tapi aturan itu baru efektif terlaksana sejak 2002. “Jumlah turis dari negara-negara Eropa melonjak sejak Presiden (Barack) Obama dan Michelle berkunjung ke Istiqlal pada 10 November 2010,” kata Jayadi.

Foto: dok. Humas Masjid Istiqlal

Foto: dok. Gedung Putih (Pete Souza)

Foto: dok. Humas Masjid Istiqlal

Foto kunjungan Obama ke Istiqlal pada 10 November 2010 dipajang di selasar Gedung Putih saat menggelar acara buka puasa bersama pada 23 Juni 2013.

Foto: Budi Bowoleksono (Dubes RI di Washington, DC)

Obama meluangkan waktu 15 menit bersama istrinya di Istiqlal pada 10 November 2010. Kunjungan pemimpin negeri adidaya itu ditemani Imam Besar Masjid Istiqlal KH Ali Mustafa Yaqub. Saat Obama menggelar acara buka bersama di Gedung Putih pada 23 Juni 2015, foto kunjungan Obama ke Istiqlal dipajang di lorong dekat Ruang Timur.

Selain Obama, Jayadi menyebut sejumlah kepala negara dan pemerintahan negara asing yang pernah menjejakkan kaki di Istiqlal. Presiden Cile Sebastian Pinera, Wakil Ketua Umum Partai Komunis Cina Li Yuanchao, Kanselir Jerman Angela Dorothea Merkel dan Presiden Jerman Joachim Gauck, Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Pangeran Charles dari Inggris, serta Uskup Agung dari Vatikan. “Mister Stoltenberg malah bertahan hampir 1 jam 30 menit mengamati salat Jumat di sini,” ujar Jayadi.

Untuk melayani turis asing, pengelola Istiqlal menyediakan delapan tenaga pemandu. Juga menyiapkan baju gamis batik untuk dikenakan para turis yang berpakaian serbamini atau tipis transparan. Selain area salat, mereka bebas melihat-lihat interior masjid. “Semuanya gratis,” ujar Jayadi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah menunaikan salat Jumat di Istiqlal, 31 Juli 2015.
Foto: dok. Humas Masjid Istiqlal

Kanselir Jerman Angela Merkel saat berkunjung ke Masjid Istiqlal, 10 Juli 2012.
Foto: Aldo Utama/AFP

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry bersama Imam Besar Masjid Istiqlal, 14 Februari 2014.
Foto: Evan Vucci/Pool/AFP


Reporter: Muhammad Dannil (magang), Sudrajat
Penulis/Editor: Sudrajat
Desainer: Fuad Hasim

Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.