DetikNews
2017/08/02 11:57:30 WIB

Wawancara Lengkap Novel Baswedan di Blak-blakan detikcom

Indah Mutiara Kami, Dhani Irawan - detikNews
Halaman 3 dari 4
Wawancara Lengkap Novel Baswedan di Blak-blakan detikcom Novel Baswedan / Foto: Dhani Irawan/detikcom


Di Pansus Angket KPK menghadirkan beberapa saksi seperti Yulianis, Muhtar Ependy dan Niko Panji Tirtayasa yang membawa-bawa nama Mas Novel, disebut tuduhan Mas Novel mengancam, membawa pelesiran, seperti itu, bagaimana tanggapan Mas Novel?

Yang pertama, saya kalau mengklarifikasi sekarang rasanya tidak baik, karena nanti dianggapnya klarifikasi saya sepihak. Cuma saya melihat tim panitia angket ini memang sejak awal seperti sengaja mentarget seseorang, di antaranya saya barangkali. Jadi ketika ada informasi apapun yang berhubungan dengan saya menjadi, seolah-olah seperti anak kecil yang dapat mainan, jadi senang sekali begitu. Padahal mainannya penuh pulut, penuh keburukan di sana, mestinya tidak demikian. Ini adalah pekerjaan yang berhubungan dengan anggaran negara, ketika dilakukan dengan cara demikian, dengan tidak bisa mempunyai pertanggungjawaban yang baik, tentunya itu tidak baik pula

Mas Novel juga dilaporkan ke Bareskrim, bagaimana?

Pertanyaannya adalah apabila kemudian ternyata laporannya itu palsu, apakah Bareskrim akan menangani Niko Panji? Saya nggak yakin. Jadi sekarang seperti seolah-olah mencari-cari kesalahan saya. Dan saya senang dengan dibegitukan, dengan begitu berarti saya akan betul-betul dilihat, apakah benar yang dilaporkan itu. Bagi saya itu koreksi. Kalau memang ada yang nggak benar silakan saja, saya senang sekali diperiksa begitu. Karena ketika dibilang saya menerima rumah kos-kosan 50 kamar, saya memberikan fasilitas jet pribadi ke Raja Ampat, segala macam, bagi saya itu keanehan yang sangat luar biasa, tapi ya silakan saja. Toh juga mestinya tim angket, tim panitia angket ini, walaupun saya dalam posisi tidak mengakui legitimasinya, silakan saja, dia juga punya cara kok untuk mengecek

Beralih ke keluarga, apakah keluarga mondar-mandir mendampingi?

Ya tentunya ndak bisa selalu ada di sini ya. Ketika ada kesempatan, ada waktu, keluarga saya sesekali datang dan saya juga memahami tentunya ada kesibukan-kesibukan, ada anak saya harus sekolah, dan lain-lain. Saya kira itu saya bisa memahami sebagai hal yang harus diatur waktunya

Apa yang Mas Novel sampaikan ke anak dan istri akan teror yang belum juga diungkap ini?

Bagi saya, setiap peristiwa, itu saya selalu meyakini terjadi hanya karena kehendak Allah. Siapapun yang punya rencana atau melakukan upaya-upaya. Tentunya ketika terjadi, sudah terjadi, saya tidak pernah berpikir negatif, saya berpikir positif. Toh juga dengan kejadian ini saya bisa mengajarkan kepada anak-anak saya, dan kepada istri saya untuk selalu meningkatkan iman dan takwa, dan dengan demikian, mereka tentunya saya harapkan akan mendapatkan pelajaran yang positif

Respons sendiri atau kata istri atau anak-anak mas Novel?

Tentunya kalau respons awal sebagai manusia tentu kaget, shock, sedih dan lain-lain. Tapi sejak awal kejadian saya selalu mengingatkan untuk sabar, ikhlas, dan tawakal. Karena itu yang terbaik

Ada protes dari istri dan anak-anak terkait pekerjaan Mas Novel? Atau ada saran untuk bekerja yang lain?

Nggaklah, saya kira anak-anak saya dan istri, mereka alhamdulillah cukup kuat, dan mereka bisa memahami apa yang saya lakukan. Bahkan mereka mendukung saya untuk selalu bekerja atau berjuang menegakkan kebenaran dan menegakkan hukum sebagai penyidik

Dengan kondisi Mas Novel saat ini, apakah Mas Novel siap menghadapi yang terburuk terkait masa depan Mas Novel sebagai penyidik KPK?

Ya saya kira saya lebih nyaman dan lebih baik apabila saya memandang segala sesuatu positif. Yang kedua, saya tidak mau berandai-andai. Saya melihat segala sesuatu adalah yang hari ini, sampai pun saya juga tidak tahu apakah besok saya masih hidup. Dengan demikian, saya tidak mau kemudian berandai-andai yang terlalu panjang

Ke depan masih tetap di KPK atau yang lain?

Kalau untuk rencana, tentunya saya berencana tetap di KPK. Tapi segala sesuatu yang terjadi, saya tidak pernah kemudian berandai-andai yang terlalu jauh

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed