DetikNews
Kamis 16 Juni 2016, 22:15 WIB

T3 Ultimate Bandara Cengkareng

Direktur Bandara: AP II dan AirNav Punya Waktu Uji Fasilitas Sampai Layak

Bisma Alief - detikNews
Direktur Bandara: AP II dan AirNav Punya Waktu Uji Fasilitas Sampai Layak Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunda pengoperasian Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta sampai memenuhi syarat. Positifnya, kedua BUMN yang terlibat dalam pengoperasian T3 Ultimate memiliki cukup waktu untuk menguji fasilitas sisi darat dan udara sampai layak.

"Kan AP II jadi punya waktu untuk menguji semua sistem sampai layak setelah itu baru kita uji lagi bersama dengan AP II," demikian dikatakan Direktur Bandara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Yudhi Sari.

Hal itu disampaikan Yudhi usai jumpa pers tentang T3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2016). Berikut wawancara wartawan dengan Yudhi usai jumpa pers:

Kenapa pengoperasian T3 Ultimate ditunda?

Hasil verifikasi kami, pertama final test uji layak dari sistem listrik. Waktu pakai jaringan utama PLN, sistem berjalan normal setelah diganti 4 genset.

Genset kerja tapi hanya sampai panel distribusi, nggak sampai terminal. Jadi nggak masuk ke sistem peralatan keselamatan, nggak masuk. Lift nggak hidup, eskalator nggak hidup, counter check in nggak hidup, X-ray ngga hidup. Jadi nggak memenuhi prasyarat standar pelayanan bandara.

Selain alasan teknis lebih ke airside atau ke terminal?

Semua nggak ada kekurangan sebenarnya tapi kalau kita lihat pas sore tadi di tempat kedatangan, masih di keramik. Kan kami nggak boleh, kami nggak mau kayak gitu. Kalau ke sana pun kan masih ada yang kerja.

Kalau untuk airside atau sisi udaranya, AirNav-nya juga kurang siap?

Airside malah lebih siap, udah lama itu kan nggak buat baru.

Kalau segi terminal bagaimana?

Kalau di terminal so far sih sudah lengkap ya fasilitasnya. Yang kurang kan kelistrikan, navigasi. Kalau kondisi saat di kedatangan masih ada pekerjaan-pekerjaan. Masing setting lift.

Jadi sistem kelistrikan adalah main (soal utama) yang sebenarnya. Mainnya (listrik) sudah dites tidak masuk, begitu PLN off diambil oleh genset itu nggak bisa supply ke dalam, sehingga beberapa peralatan off. Setelah power semua masuk baru kamu liat semua peralatan hidup karena persyaratan kita. Contohnya check in harus hidup 85 persen (listriknya), itu harus dicek lagi. Jadi memang sistem kelistrikan yang masih harus diperbaiki.

Apakah tidak bisa T3 Ultimate beroperasi sebagian, seperti saat Bandara Ngurah Rai tahun 2013 dulu menjelang APEC?

Udah nggak mungkin. Tadi aja menampung sebagian listriknya sudah nggak bisa.

Bagaimana dengan harapan Presiden Jokowi yang menginginkan T3 Ultimate beroperasi untuk mudik Lebaran?

Ya nggak gagal sebenarnya, cuma belum saja. Pak Jokowi nggak pernah menetapkan tanggal ya.

Memang masalah yang paling utama apa sih?

Ya keselamatan. Safety, secure, service. Kami sudah seminggu periksa. Contohnya (tingkat) kedinginan, suhu udara kami mau 25 derajat tadi masih 28 derajat.

Kami mau semua harus terpenuhi. Itu yang disebut persyaratan minimal karena orang sudah bayar. Makanya kita harus kasih service sesuai persyaratan yang sudah kami tentukan.

Terkait masalah menara ATC yang tidak bisa menjangkau visual apron T3 Ultimate?

Seorang controller kan wajib dapat melihat sampai runway dan taxiway. Di situ tidak tampak. PT AP II akan membangun tower untuk cover Terminal 3 (Ultimate). Untuk sementara dia (AirNav) akan mengadakan mobile tower. Yang CCTV nggak jadi, Pak Jonan (Menhub Ignasius Jonan) nggak mau pakai itu.

Proyeksi T3 Ultimate bisa digunakan kapan?

Seperti Pak Menteri bilang, kami saat ini concern ke angkutan Lebaran. Setelah itu selesai, baru. Kan AP II jadi punya waktu untuk menguji semua sistem sampai layak, setelah itu baru kami uji lagi bersama dengan AP II.

Kalau menunggu radar AirNav siap apakah berarti operasional T3 Ultimate bisa sampai akhir tahun?

Kan udah ada mobile tower, radar kan untuk lebih safety. Dia kan mau pasang ASM GCS (Advance Surveilance Movement Ground Control System). Mobile tower jadi untuk cover aja sebelum radar siap.

Kalau nggak ada radar tetap bisa beroperasi. Tapi kan radar lebih bagus untuk safety. Jadi mobile (tower) untuk cover saja sampai nanti radar siap di November. ASM GCS itu perpanjangan mata dari controller (petugas ATC) yang ada di tower. Seperti radar tapi lebih tepat karena pakai GPS langsung.
(nwk/bal)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed