DetikNews
Rabu 06 Januari 2016, 19:48 WIB

Dirut Angkasa Pura II: Kejahatan Bagasi Musuh Kita Bersama

Rini Friastuti - detikNews
Dirut Angkasa Pura II: Kejahatan Bagasi Musuh Kita Bersama Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi geram dengan aksi pencurian bagasi penumpang yang dilakukan oleh porter dan sekuriti Lion Air. Dia bertekad menjadikan masalah ini sebagai perhatian penting.

"Ini memang menjadi titik balik menjadikan kejahatan bagasi ini sebagai musuh bersama, untuk meningkatkan pelayanan agar lebih baik," tegas Budi.

Kenapa kejahatan ini baru dijadikan musuh bersama sekarang, padahal sudah berlangsung lama? Budi pun memberi penjelasan tersendiri.


Berikut petikan lengkap wawancara detikcom dengan Budi di Hotel Mercure, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/1/2016):


Terkait kasus pencurian bagasi di Lion Air, AP II akan melakukan tindakan apa?

Kita memang sengaja melakukan temua ini, karena di awal tahun 2015 kita merasa memiliki banyak kekurangan dalam pengelolaan. Oleh karena itu, kami bersama YLKI melihat apa yang kurang di AP II, supaya objektif melihat seberapa besar masalah yang terjadi di Soetta.

Masalah yang dijumpai ternyata banyak. Kalau airline, masalah yang berkaitan banyak, misalnya jadwal, delay, customer service, tapi yang beririsan dengan kita adalah bagasi. Nah, 3 bulan yang lalu, memang ada pengaduan sehingga kita buat mekanisme bagaimana menangkap. Jadi kita buat pengamanan berupa CCTV, di mana kalau di-zoom, itu bisa melihat tingkah laku orang, kalau dia gelisah atau bagaimana, itu akan langsung terekam.

Ceritanya di bulan November itu ada pengaduan di suatu tempat tentang perbuatan yang begitu masif dilakukan. Keesokan harinya kita aktifkan CCTV dan benar, pada hari tersebut mereka beraksi. Setelah kita menemukan bukti dari CCTV, mereka kita tangkap. Hasil CCTV ini, berita acara kita undang kepolisian untuk menangkap dan melakukan pendalaman.

Pelaku mengaku telah berbuat 13 kali. Kenapa baru ketahuan sekarang?

Jadi sebelum kejadian kita memang sudah dengar ada mafia seperti itu, tapi kita kan susah mendapatkan bukti. Makanya kita mengadakan pengamatan dengan YLKI, kita lengkapi dengan CCTV. Karena kalau ingin menangkap seseorang tapi tidak tahu sumbernya.

Apakah nanti porter dihapuskan dan diganti dengan teknologi baru?

Di terminal 3 memang kita ada teknologi yang tidak membutuhkan porter. Tapi kan kita tidak bisa mengandalkan teknologi saja. Kalau punya teknologi tapi orang-orangnya masih punya mentalitas seperti itu ya sama saja. Jadi saya lebih mengambil sikap konservatif, karena apa yang kita lakukan kita pasti akan membasmi mereka. Dengan cara apa?tentunya dengan teknologi ya.

Yang kedua kualitas orang-orang saya dan yang ketiga adalah sistem. Yang keempat, kami akan merangkul airline untuk membicarakan secara detail, apa sih masalahnya? Apa karena susah mencari orang, gajinya kekecilan, apa yang kita bisa bantu? Akan kita support. Karena secara legal ini memang tanggung jawab airline, tapi kami berpendapat apa 2 juga ikut bertanggung jawab menyelesaikan masalah ini

Bagaimana pengawasan loading barang di lambung pesawat?

Sejak bulan November sudah tidak luput lagi (dari CCTV), karena kami sudah melakukan pengamanan yang namanya pengamanan terbuka dan tertutup. Biasanya pengamanan tersebut diinformasikan, kapan dan di mana dia melakukan hal itu, siang apa malam hari, setelah pengamanan tertutup itu kita clear lokasi. Akan menjadi suatu pembuktian yang telak apabila ada kamera dan kesaksian. Sekarang ini CCTV sudah lebih banyak, pengamanan diperketat, dan semoga kejadian yang serupa tidak ada lagi atau berkurang banyak.

Setelah ini pengawasan terhadap porter gimana?

Sebenarnya porter kita sudah indikasi, apa informasinya. Sekarang kita ada peraturan porter itu tidak boleh langsung berhubungan dengan customer. Seragamnya kita berikan, ada tarif. Jadi sekarang tinggal kita koordinasi dengan airline itu untuk menginventarisir siapa saja yang masih terlibat. Nanti setelah itu lebih gampang kita melakukan penelusuran lebih jauh.

Kejadian ini pernah terjadi di maskapai lain?

Ada beberapa.

Bisa disebutkan nama maskapainya?

Eee..banyak, di semua maskapai ada.

Pertama kali terjadi kapan pak?

Karena saya baru menjabat satu tahun ini, ya. Beberapa bulan ini kami menemukan beberapa case, tapi tidak diekspose karena kita bisa selesaikan. Ini memang menjadi titik balik menjadikan kejahatan bagasi ini sebagai musuh bersama, untuk meningkatkan pelayanan agar lebih baik.

Ketahuannya karena ada laporan?

Iya, bahkan setelah kejadian ini banyak penumpang lain yang laporan, dan saya menginisiasi sendiri untuk melakukan koordinasi dengan AP I, dan pihak lainnya.
(mad/mad)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed