detikNews
Senin 22 Juli 2019, 15:22 WIB

KPR Bank Mandiri sudah Lunas, Sertifikat Rumah belum Diterima

Rahayu - detikNews
Jakarta -
Keluhan
Rumah yang saya tempat saat ini merupakan KPR Bank Mandiri atas nama mantan suami yaitu Aji Kurnianto yang sudah lunas dengan nomor perjanjian CBN.CLN/125/PK.KPR/2007.

Sewaktu masih bersama sebagai suami istri, beliau sering menunggak cicilan KPR dan saya yang selalu dikejar oleh Bank Mandiri. Saya ingin menyelesaikan urusan hutang piutang ini tetapi suami tidak kooperatif dan Bank Mandiri tidak bisa membantu dengan alasan nama debitur dan sertifikat rumah bukan atas nama saya, padahal saya ikut menandatangani perjanjian KPR tersebut.

Saya datang ke Bank Mandiri Plaza Bapindo untuk meminta solusi penyelesaian hutang piutang KPR dan diminta menyerahkan foto copy akte cerai serta diminta untuk datang ke Bank Mandiri Kebon Sirih. Bank Mandiri Kebon Sirih menyutuh saya datang ke Bank Mandiri cabang Juanda.

Setelah akta cerai selesai, saya datang ke Bank Mandiri cabang Juanda. Diinformasikan bahwa saya belum dapat menyelesaikan hutang piutang KPR arena tidak ada keputusan dari Pengadilan Agama bahwa rumah yang dijaminkan ke Bank Mandiri menjadi hak saya.

Akhirnya Pengadilan Agama Depok memberikan putusan bahwa rumah yang dijaminkan ke Bank Mandiri menjadi hak saya sepenuhnya. Bank Mandiri Juanda menyetujui pelunasan KPR dan tanggal 31 Desember 2018 dilakukan pendebitan dari rekening saya di BNI ke Bank Mandiri untuk pelunasan KPR.

Pada tanggal tersebut saya juga ke Bank Mandiri Juanda untuk memberikan bukti transfer pelunasan KPR. Dijanjikan penyerahan sertifikat akan dilakukan dua minggu kemudian.

Tanggal 14 Januari 2019, saya menanyakan sertifikat rumah ke Bank Mandiri cabang Juanda, tetapi disuruh datang ke Bank Mandiri cabang Kyai Tapa untuk pengambilan sertifikat karena awal perjanjian di cabang tersebut.

Esok harinya saya datang ke Bank Mandiri cabang Kyai Tapa, namun sertifikat rumah tidak bisa diberikan ke saya dengan alasan di keputusan Pengadilan Agama Depok tidak ada tulisan bahwa saya berhak mengambil sertifikat rumah, padahal isi keputusan tersebut sudah jelas bahwa saya berhak sepenuhnya atas rumah dan sertifikat rumah yang dijaminkan ke Bank Mandiri.

Sebagai informasi, Bank Mandiri Kyai Tapa sudah sempat berhasil menghubungi mantan suami saya yang ternyata tidak bisa diajak kerjasamanya. Lalu saya diminta untuk ke pengadilan agama lagi untuk eksekusi, atau keputusan Pengadilan Agama Depok diubah dengan menambahkan bahwa saya berhak pengambilan atas sertifikat rumah, atau menggugat Bank Mandiri.

Saya sudah bertemu langsung dengan hakim dan panitera Pengadilan Agama Depok, diinformasikan tidak dapat dilakukan penambahan karena isinya sudah jelas. Untuk menggugat Bank Mandiri juga memberatkan saya sebagai single parent karena harus mengeluarkan biaya lagi untuk menyewa pengacara.

Sampai surat pembaca ini saya kirimkan, belum ada kejelasan sampai kapan saya menunggu dikeluarkannya sertifikan rumah tersebut. Saya mohon dengan sangat kepada Pimpinan Pusat Bank Mandiri memberikan kebijakan kepada saya untuk segera memberikan sertifikat rumah karena KPR sudah dilunasi melalui pendebetan dari rekening BNI saya sesuai dengan Keputusan Pengadilan Agama Depok dan persetujuan pelunasan KPR dari Bank Mandiri. Terima kasih.


Rahayu
081311318595
Jawaban

Keluhan diatas belum ditanggapi oleh pihak terkait


(wwn/wwn)
Kirimkan keluhan atau tanggapan Anda yang berkaitan dengan pelayanan publik. Redaksi detikcom mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Klik disini untuk kirimkan keluhan atau tanggapan anda
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com