Alun-alun Ciamis atau halaman Masjid Agung Ciamis menjadi pusat warga melaksanakan solat Id. Warga yang hadir bisa mencapai ribuan, sampai memenuhi ruas jalan Jendral Sudirman dan Jalan Ir H Juanda. Meskipun jalan itu jalur mudik, namun selama sekitar dua jam ditutup sementara.
Warga yang akan salat biasanya membawa koran bekas untuk alas sajadah agar tidak kotor saat digelar. Selepas salat mereka tidak membawa kembali koran bekas itu, namun dibiarkan berserakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dadang Hermansyah |
Koran berserakan itu menjadi harta yang berharga bagi para pemulung di Ciamis. Dibantu oleh para petugas kebersihan di Ciamis, satu persatu lembaran koran dikumpulkan, lalu dibereskan untuk kemudian dijual.
"Saya ikut solat Id di Alun-alun dulu, setelah selesai baru mengumpulkan koran bekas. Saya lakukan ini setiap tahun," ujar Dede Suryati Jumat (15/6/2018).
Pemulung asal asli Ciamis ini menjual koran bekas ini Rp700 per kilogramnya kepada penadah. Jumlah koran yang dikumpulkan bisa mencapai puluhan kilogram.
"Orangnya banyak yang datang semuanya biasa bawa koran bekas. Jadi hasilnya juga lumayan banyak," katanya.
Hasil dari penjualan koran itu digunakan Dede untuk membeli beras dan sembako.
Foto: Dadang Hermansyah |
Sementara itu, petugas kebersihan Sawal mengatakan petugas umumnya hanya membersihkan kawasan Alun-alun. Termasuk mengumpulkan koran. Petugas kebersihan ini ikut salat berjamaah di Alun-alun. Lalu menjalankan tugasnya membersihkan sampah koran bekas.
"Kami di sini tugas, semua koran dikumpulkan. Kalau ada pemulung yang minta diberikan, kalau tidak ada yang bawa ya dibuang ke pembuangan," ucapnya. (ern/ern)












































Foto: Dadang Hermansyah
Foto: Dadang Hermansyah