Pembaca detikcom, Bambang Aribowo mengatakan jembatan tersebut rusak sejak seminggu lalu. Kerusakan disebabkan kendaraan besar kerap melintas di jembatan tersebut.
"Jembatannya rusak, mobil muatan besar sering lewat situ soalnya. Kondisinya besi (kerangka jembatan) sudah kelihatan jadi rawan ambrol kalau ada yang lewat," kata Bambang saat dihubungi, Jumat (16/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini membuat pengemudi mobil harus mengambil rute lain. "Kalau mobil harus muter ke Ciampea. Biasanya saya dari Parung ke Rumpin waktunya sekitar 35-45 menit. Kalau muter ke Ciampea bisa sampai hampir 1,5 jam," ucap dia.
Sementara itu, bagi pengendara sepeda motor, banyak yang menggunakan jasa warga sekitar untuk menyeberangi Sungai Cisadane tersebut. Pengemudi beserta sepeda motor mereka akan diseberangkan menggunakan rakit atau getek yang dibuat dari bambu.
"Nah, getek itu dibuat warga sekitar. Saya pernah coba, deg-degan. Arusnya deras. Sebenarnya bahaya juga. Rakitnya juga cuma dari bambu. Sekali rute, motor bebek bisa 3 motor," tuturnya.
Bambang mengatakan saat ini jembatan tersebut telah kembali dicor. Namun hanya sepeda motor yang diperbolehkan melintas.
"Belum buka total, tapi motor udah bisa lewat atas (jembatan). Nggak nyebrang sungai lagi," kata dia.
(jbr/imk)











































