"Waktu mau ngelamar Prabowo Subianto ini, saya bilang sama Pram. Pram, kayaknya nggak mau sama kita. Karena saat itu kan orang-orang pada twist, ketemu orang, ketemu ini itu. Kayaknya mau, jadi tetapi tidak jadi. Saya pikir republik ini mau dibawa ke mana," ujar Mega.
Hal ini disampaikan Mega dalam sambutannya pada Rakernas Gerindra di Hotel Grand Kemang, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiap saya mau ketemu Mas Bowo itu dihalangin. Dengan gaya intel, saya pun kasak-kusuk. Ternyata siapa dalang utamanya, ya yang paling ujung itu," kata Mega sambil menunjuk ke arah Hashim. Hashim pun tertawa dan berdiri sambil membungkukkan badannya kepada para peserta Rakernas. Hadirin pun bertepuk tangan.
Mega juga menuturkan, cara lainnya yang dilakukan untuk menundukkan Prabowo yakni dengan mengundang mantan Pangkostrad itu ke Rakernas PDIP. Kemudian luluhlah Prabowo pada satu hari menjelang batas akhir pendaftaran capres dan cawapres.
"Alhamdulillah kurang dari satu hari batas waktu, eh mau juga akhirnya. Mungkin mikirnya sayang juga ya, ada bunga cuma satu nggak diambil," katanya.
Mega juga berseloroh bahwa bukan hanya Prabowo yang jual mahal. Dia juga jual mahal ketika ditawari oleh satu partai politik.
"Yang lain pun sebenarnya mau, saya saja yang jual mahal. Itu boleh tanya, kalau saya bilang mau, itu jadi," ujar Mega sambil tertawa.
(nik/asy)











































