DetikNews
Rabu 24 Oktober 2012, 11:41 WIB

BHMN Perguruan Tinggi Negeri Mematikan Aktivitas Kopma

- detikNews
BHMN Perguruan Tinggi Negeri Mematikan Aktivitas Kopma
Jakarta - Eksistensi Koperasi Pemuda di Indonesia merupakan bagian penting dari gerakan koperasi, pertambahan jumlah setiap tahunnya menunjukan peningkatan, format koperasi pemuda terbagi empat segmen.

  1. Koperasi Siswa (KOPSIS) di lingkungan SMK\/SMA,<\/li>
  2. Koperasi Mahasiwa (KOPMA)di lingkungan Kampus,<\/li>
  3. Koperasi Pemuda (KOPEDA) di lingkungan masyarakat umum<\/li>
  4. Koperasi Paramuka (KOPRAM) di lingkungan gerakan pramuka, dan Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN) di Lingkungan pesantren.<\/li><\/ol>
    Jumlah keseluruhan sampai tahun 2011 koperasi pemuda;

    1. Kopma (Koperasi Mahasiswa), berjumlah 70 buah koperasi primer yang berbadan hukum dengan anggota 2.350.000<\/li>
    2. Kopontren (Koperasi Pondok Pesantren), berjumlah 12 koperasi primer yang berbadan hukum dengan anggota 111.235 orang<\/li>
    3. Kopeda (Koperasi Pemuda), berjumlah 17 koperasi primer yang berbadan hukum dengan anggota 23.445 orang data tersebut adalah yang terdaftar di Induk Koperasi Pemuda.<\/li><\/ol>
      Kendala yang dihadapi oleh gerakan koperasi pemuda sangat komplek, sejak pasca reformasi tahun 1998, fasilitas yang diperoleh dari Pemerintah saat itu, banyak yang berkurang.

      Kendala lain adalah adanya Badan hukum milik negara, disingkat BHMN, merupakan suatu bentuk badan hukum perguruan tinggi di Indonesia yang ada pada tahun 1999 hingga direncanakan berakhir pada tahun 2013.

      Saat ini, status perguruan tinggi BHMN sedang dalam masa transisi untuk kembali dialihkan menjadi perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah (umumnya disebut perguruan tinggi negeri) yang digagas oleh beberapa Perguruan Tiggi negeri, berdampak kepada kelangsung Koperasi mahasiswa di Lingkungan kampus masing-masing.

      BHMN awalnya dibentuk untuk mengakomodasi kebutuhan khusus dalam rangka privatisasi lembaga pendidikan yang memiliki karakteristik tersendiri, khususnya sifat nonprofit meski berstatus sebagai badan usaha.

      Status BHMN diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 1999, perguruan tinggi pertama yang ditetapkan sebagai BHMN adalah Universitas Indonesia.

      Pada tahun 2009, bentuk BHMN digantikan dengan badan hukum pendidikan pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan.

      UU tersebut kemudian dibatalkan oleh Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 11-14-21-126-136\/PUU-VII\/2009 tanggal 31 Maret 2010, yang membuat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 yang mengembalikan status perguruan tinggi BHMN menjadi perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah.

      Yang paling terkena dampak dari kebijakan BHMN ini adalah Koperasi mahasiswa, BHMN awalnya dibentuk untuk mengakomodasi kebutuhan khusus dalam rangka privatisasi lembaga pendidikan yang memiliki karakteristik tersendiri, khususnya sifat nonprofit meski berstatus sebagai badan usaha.

      Status BHMN diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 1999. Perguruan tinggi pertama yang ditetapkan sebagai BHMN adalah Universitas Indonesia. Pada tahun 2009, bentuk BHMN digantikan dengan badan hukum pendidikan pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan.

      UU tersebut kemudian dibatalkan oleh Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 11-14-21-126-136\/PUU-VII\/2009 tanggal 31 Maret 2010, yang membuat pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 yang mengembalikan status perguruan tinggi BHMN menjadi perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah.

      karena secara hukum Koperasi Mahasiswa adalah berbadan hukum sendiri terlepas da ri Universitas, tetapi eksistensi KOPMA, yang selama ini mayoritas difasilitasi oleh lembaga kampus tidak mampu mandiri layaknya lembaga usaha.

      Koperasi mahasiswa harus mengeluarkan biaya sewa untuk berkantor dan membuka usaha di lingkungan dalam kampus, kebijakan yang sebelumnya mewajibkan setiap mahasiswa menjadi anggopta koperasi, dan fasilitas yang memadahi, lambat laun keberadaan KOPMA menjadi berkurang peminatnya.

      Kendala lain aktivis Koperasi Mahasiswa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tempat sebgai kantor dan usaha, dari dampak inilah mayoritas Koperasi Mahasiswa khususnya di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), mengalami kemunduran yang cukup signifikan.

      Dampak yang tersebut terhadap KOPMA adalah;

      1. Menurunnya minat mahasiswa masuk menjadi anggota Koperasi Mahasiswa,<\/li>
      2. Penggusuran tempat aktivitas Koperasi Mahasiswa baik untuk kantor maupun usaha, dalam arti KOPMA Harus menyewa tempat yang sebelumnya untuk usaha dan kantor,<\/li>
      3. Menurunkan semangat mahasiswa untuk berkecimpung di aktivis KOPMA,<\/li>
      4. Terbengkalainya aset-aset koperasi mahasiswa, dan mematikan lembaga kader enterprenuer masa depan.<\/li><\/ol>
        Menyikapi kondisi tersebut, perlu adanya program rebitalisasi untuk merehabilitasi secara total kelembagaan Koperasi Mahasiswa, adapun yang menjadi obyek revitalisasi adalah;

        1. Status kelembagaan, dengan peninjauan ulang kebijakan BHMN, dengan kampus terkait<\/li>
        2. Restrukturisi keorganisasian, dan Manajemen<\/li>
        3. Pembuatan blueprint businessplan pengembangan usaha<\/li>
        4. Refinanching permodalan untuk memulai pengembangan usaha,<\/li>
        5. Pendidikan dasar perkoperasian bagi anggota baru.<\/li><\/ol>
          Dari 5 (lima) item di atas diharakan mampu mengembalikan kondisi Koperasi Mahasiswa, sebagai lembaga kader enterpreneur di kalangan pemuda khususnya mahasiswa, serta mengharapkan kepedulian pihak rektorat meninjau ulang kebijakan BHMN tersebut, agar Koperasi mahasiswa dapat beraktivitas kembali sebagai wadah mahasiswa mengembangkan SDMnya.

          *Penulis adalah Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Masyarakat<\/em>


          Mas Miko<\/strong>
          Jl Anggrek Garuda, Jakarta Barat<\/strong>
          miko.corporation@gmail.com<\/strong>
          082112060787<\/strong>




          (wwn/wwn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed