Pasar Gas antara USA dan Jepang

Analisa di Tahun Krisis dan Kritis 2011 bagi Indonesia

- detikNews
Rabu, 08 Jun 2011 10:51 WIB
Jakarta - Sebagai salah satu negara industri maju, G-8, Italia, adalah negara yang paling banyak memakai gas sebagai keperluan energinya, sehingga menjadi salah satu alasan mengapa Italia memiliki teknologi yang sangat maju dan infrastruktur yang sangat modern dalam distribusi penjualan nasionalnya yang sangat kapiler dan berkembang dengan detail.

Distribusi jaringan transportasi nasional-nya, sistem penyimpanannya (stock), dan pengisian sistem gasnya dimana setelah perang dunia memiliki pemakaian gas metan yang sangat tinggi di seluruh area nasional italia (terkecuali pulau Sardinia).

Pengembangan pemakaian gas metan dalam 30 tahun terakhir ini adalah salah satu hasil dari sebuah pilihan strategis di tahun 70 dan 80-an atas hasil referendum di tahun 1987 yang menolak energi nuklir sehingga gas metan menjadi salah satu pemegang kuota penting dalam keperluan bentuk energi nasional di Italia, yang sebelum referendum dipegang oleh energi nuklir.

Selain nuklir, gas metan adalah salah satu energi penting saat ini dan merupakan salah satu sumber energi bersih (clean energy), yang tersedia. Terhadap sumber energi biasanya konsumen mempunyai 2 tipe kekawatiran: ketersediaannya (berhubungan dengan waktu yang ada), dan harga.

Untuk point 1, sulit untuk dilakukan sebuah ramalan. Hanya jika kita lihat selama 30 tahun terakhir ini memiliki sebuah relasi dimana reserve / cadangan yang tersedia dengan konsumsi sekarang akan memberikan autonom dari gas metan selama 50 tahun. Hari ini, bahkan dengan adanya kenaikan konsumsi yang luarbiasa, kalkulasi yang sama dilakukan menghasilkan sebuah periode sekitar 60 tahun kedepan.

Namun walupun demikian kita tidak bisa menyimpulkan bahwa sumbernya tidak akan habis, namun dalam berbagai kasus pada saat ini trendnya adalah seperti yang telah disebutkan diatas, bahkan akhir-akhir ini ada testimoni di USA, sebuah produksi yang baru masuk, adalah sebuah ekstraksi gas dengan teknologi baru dapat mencapai sebuah sumber yang sangat hebat yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Driver harga dari gas di tahun 70-an hingga saat ini (dari waktu diberlakukannya pengerjaan dari gas metan secara international) adalah selalu harga petroleum/minyak mentah.

Investasi besar besaran dari aliran metan antarnegara dapat terjadi karena adanya sebuah stipula dalam kontrak yang sifatnya tahunan, dengan sebuah klausula 'take or pay', antara perusahaan negara pemasok dengan perusahaan negara pemakai.

Di pasar international, kontrak ini menyebutkan sebuah harga yang mengindikasikan harga minyak mentah dan harga akhir dari konsumen, sedemikian rupa sehingga hasilnya gas masih lebih convinience ketimbang energi combustibile alternatif lainnya yang merupakan derivatif dari minyak mentah.

Tidak satupun yang pernah mendiskusikan hubungan antara harga gas dengan minyak, dikarenakan sebuah energi pembakaran alternatif dan merupakan kompetitior. Dengan cara ini, akhirnya gas pun terkena pukulan balik dalam situasi harga minyak yang terus berubah-ubah, entah dikarenakan akibat alasan perang, spekulasi, atau lainnya, tanpa dikesampingkan,untuk gas, adanya alasan-alasan lainnya yang sangat bervariasi.

Namun di tahun 2010, dengan adanya pengusahaan shale gas dari USA, kenaikan penawaran dari sumber energi pembakaran yang sangat berharga ini, membuat provokasi, yang pada awalnya pada pasar USA, kemudian pasar Eropa, sebuah perbedaan yang secara progresif terjadi antara harga dari gas dan harga dari minyak mentah.

Di pasar 'long' menempatkan sebuah kuantitas spot gas metan dengan harga yang sangat amat rendah jika dibandingkan dengan kontrak jangka panjang dengan klausula 'take or pay', yang secara aktual seluruhnya dalam proses renegosiasi.

Dengan jumlah gas yang begitu besar dan secara konsekuen menurunnya harga, adalah juga diperkuat dengan adanya krisis ekonomi, yang memprovokasi adanya pengurangan jumlah konsumsi.

Pada 2 tahun terakhir ini, harga gas di pedagang besar hanya bergerak bila terjadi harga bergejolak di harga minyak mentah, cukup dengan melihat di periode saat ini harga minyak mentah mengalami kenaikan sekitar 80% sementara gas di pedagang besar, bergerak naik hanya 7%.

Gas pada saat ini terlihat masih lebih kompetitif dibandingkan dengan turunan minyak mentah dan dalam hal ini banyak dimaanfaatkan oleh para pengguna besar dari sektor industri dan juga pembangkit tenaga listrik dengan combined cycle dengan gas. Juga konsumen domestik memperoleh keuntungan dengan harga yang menurun sekitar 2 cent/m3 dari tarif resmi (yang telah diatur).

Di pasar bebas, harga juga menurun dengan gaya yang berbeda beda, disesuaikan dengan bentuk kontrak yang ditawarkan. Sehingga ramalan di tahun 2011 adalah sangat amat baik, bahkan di perkirakan akan adanya penurunan tarif / harga resmi / yang dikontrol serta adanya peningkatan ketidaktergantungan antara harga gas dan harga minyak mentah, bahkan dalam situasi akhir akhir ini dimana adanya turbulens di banyak negara arab dan juga krisis libia dimana telah terjadi sebuah perang saudara.

Sayangnya dengan terjadinya kejadian tragis di Jepang, telah memprovokasi, selain hal lainnya, sebuah penurunan drastis dari produksi energi listrik dengan tenaga nuklir dengan cara memaksimalkan penggunaan Liguid Natural Gas (LNG). Banyak beban LNG, yang tadinya memberikan kontribusi secara khusus secara \'liquid\' ke pasar Eropa sekarang banyak dialihkan ke Jepang, sehingga menyebabkan adanya kenaikan harga juga di Eropa.

Selain itu dengan ditutupnya 7 pusat tenaga nuklir di Jerman yang dibangun sebelum tahun 1980 dengan konsekuensi hampir 10% dari kebutuhan energi negara Jerman akan ditutup dari fosil combustibile, yakni secara penting adalah gas metan.

Adanya kelebihan penawaran dari gas yang memberikan keuntungan adanya penurunan dari harga, sepertinya akan segera cepat berakhir. Diramalkan pada tahun 2011, adalah sebuah ketidakpastian pada masalah harga, jika tidak adanya sebuah wawasan kekawatiran secara berlebihan pada ketersediaan supplier yang mencukupi.


Alexander Ludi
Jl. PP X OB9 Cinere Indah, Depok
ludi2009@hotmail.co.uk
0821 12277488


(wwn/wwn)