Polda Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Polres Ogan Komering Ilir (OKI) terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pada Jumat (11/9), personel Polres OKI dan Polsek jajaran melaksanakan patroli, memberikan imbauan kepada masyarakat, sekaligus melakukan pemadaman pada sejumlah lokasi rawan Karhutla.
Kegiatan dilaksanakan di antaranya di Desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur, serta Desa Pedu, Kecamatan Jejawi. Edukasi pencegahan Karhutla menyasar masyarakat dan pengguna jalan tol agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
Dalam patroli tersebut, personel melakukan pemantauan terhadap wilayah rawan. Apabila menemukan titik api, petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan guna mencegah api merambat ke area yang lebih luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari rangkaian penanganan yang dilakukan, personel berhasil melakukan pemadaman pada lahan seluas kurang lebih 45,6 hektare. Patroli dan pemantauan juga terus dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan munculnya titik api baru.
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto mengatakan jajaran Polres OKI terus mengedepankan langkah pencegahan sekaligus respons cepat dalam penanganan Karhutla.
"Kami terus meningkatkan patroli di wilayah rawan, memberikan imbauan kepada masyarakat, serta memastikan personel segera melakukan pemadaman apabila ditemukan titik api. Langkah cepat ini penting agar api tidak meluas dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat ditekan," ujar AKBP Eko dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar serta bersama-sama menjaga wilayah masing-masing dari potensi Karhutla.
"Kami membutuhkan peran aktif masyarakat. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, dan apabila melihat adanya titik api segera laporkan kepada kepolisian melalui Call Center 110 agar dapat secepatnya ditangani," tambahnya.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya menegaskan, bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, terutama keterlibatan masyarakat dalam mencegah munculnya sumber api.
"Pencegahan terus dilakukan melalui patroli dan edukasi. Pada saat yang sama, personel di lapangan harus cepat merespons setiap titik api agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Kami mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan dan segera melapor apabila menemukan indikasi Karhutla," ujarnya.
Melalui patroli berkelanjutan, edukasi kepada masyarakat serta respons cepat pemadaman di lapangan, Polda Sumsel bersama Polres OKI terus berupaya menekan risiko meluasnya Karhutla sekaligus membangun kepedulian bersama untuk menjaga wilayah Ogan Komering Ilir dari ancaman kebakaran.
(akn/ega)









































