Polda Sumsel Gandeng Serdik Sespim Perkuat Edukasi Penanganan Karhutla

Polda Sumsel Gandeng Serdik Sespim Perkuat Edukasi Penanganan Karhutla

Dea Duta Aulia - detikNews
Rabu, 09 Sep 2026 12:29 WIB
Polda Sumsel Gandeng 85 Serdik Sespim Perkuat Edukasi Penanganan Karhutla
Foto: Polda Sumsel
Jakarta -

Polda Sumatera Selatan menggandeng 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri untuk memperkuat edukasi, pencegahan, sekaligus mendalami penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan. Sebanyak 85 peserta didik tersebut terdiri atas 13 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36, 64 Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, dan delapan Serdik SPPK.

Kegiatan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) dan Kuliah Kerja Profesi (KKP) ini menjadi pembelajaran lapangan untuk melihat langsung penanganan Karhutla di wilayah Sumsel.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan langkah menyeluruh, mulai dari edukasi dan pencegahan, verifikasi hotspot, pemadaman, penegakan hukum, hingga rehabilitasi lahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penanganan Karhutla tidak cukup hanya pada saat pemadaman. Ada langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga rehabilitasi. Semua menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan," ujar Sandi dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan setiap hotspot yang terdeteksi segera diverifikasi menggunakan helikopter, drone, maupun tim darat. Pada 8 September 2026, tercatat 369 hotspot yang setelah diverifikasi ditemukan 31 titik api. Luas lahan terbakar mencapai 214,6 hektare, dengan 192,5 hektare telah berhasil dipadamkan.

"Polda Sumsel juga terus melakukan inovasi dalam pemadaman, termasuk penggunaan formula khusus untuk meningkatkan efektivitas penggunaan air serta melakukan pengecekan dan pendinginan hingga malam hari guna memastikan bara api benar-benar padam," tuturnya.

Dia juga berharap kehadiran peserta didik Sespim tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menghasilkan masukan, inovasi, dan rekomendasi untuk memperkuat penanganan Karhutla di Sumatera Selatan.

"Kami berharap para peserta didik dapat memberikan masukan, saran, maupun inovasi yang konstruktif agar penanganan Karhutla dapat semakin efektif dan maksimal," ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, para Serdik juga mengemban tugas sebagai Satgas Edukasi Polri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pencegahan dan dampak Karhutla. Mereka juga diarahkan mempelajari praktik penanganan di lapangan serta mengidentifikasi permasalahan dan solusi yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Melalui kolaborasi tersebut, Polda Sumsel berharap penanganan Karhutla semakin kuat, tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga melalui edukasi, inovasi, dan pengembangan praktik baik yang dapat diterapkan untuk melindungi masyarakat serta lingkungan Sumatera Selatan.

"Para Serdik mendapatkan pembelajaran langsung mengenai penanganan Karhutla, sementara Polda Sumsel memperoleh tambahan kekuatan dalam edukasi masyarakat serta pemikiran dan rekomendasi untuk memperkuat pencegahan dan penanganan di lapangan," tutupnya.

Simak juga Video 'Prabowo Siap Sikat Korporasi Biang Karhutla!':

(anl/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini