Polda Sumsel Gandeng Mahasiswa STIK Edukasi Warga Cegah Karhutla

Polda Sumsel Gandeng Mahasiswa STIK Edukasi Warga Cegah Karhutla

Dea Duta Aulia - detikNews
Senin, 31 Agu 2026 14:25 WIB
Polda Sumsel
Foto: Dok. Polda Sumsel
Jakarta -

Polda Sumatera Selatan bersama peserta didik STIK, Sespima, dan Setukpa turun langsung ke tengah masyarakat untuk memperkuat edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kegiatan yang dilaksanakan di sembilan wilayah Polres jajaran Polda Sumsel tersebut berhasil menjangkau sebanyak 2.415 masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu (30/8/2026) tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Satgas Tim Edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan dan dampak Karhutla. Para peserta didik tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar serta dampak Karhutla terhadap lingkungan dan kesehatan.

Edukasi dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polres Banyuasin, Polres PALI, Polres OKU, Polres Prabumulih, Polres OKI, Polres Musi Banyuasin, Polres OKU Timur, Polres Ogan Ilir, dan Polres Muara Enim. Secara keseluruhan, terdapat 2.415 warga yang menjadi sasaran program edukasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menyampaikan pesan pencegahan Karhutla, kegiatan di lapangan juga diisi dengan pembagian masker, pemasangan pamflet, edukasi langsung, hingga pembagian bantuan sosial. Secara keseluruhan, tercatat sembilan kegiatan imbauan Karhutla, lima kegiatan pembagian masker, sembilan kegiatan edukasi, lima pemasangan pamflet, dan satu kegiatan pembagian sembako.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan pelibatan peserta didik pendidikan Polri dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan edukasi sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Pencegahan harus dimulai dari kesadaran masyarakat. Melalui edukasi langsung seperti ini, kami ingin pesan untuk tidak membakar hutan dan lahan benar-benar sampai dan dipahami masyarakat. Karhutla bukan hanya persoalan api, tetapi berdampak terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat secara luas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, keterlibatan peserta didik PTIK, Sespima, dan Setukpa juga memberikan pengalaman lapangan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat serta mengedepankan langkah preventif dan humanis dalam menghadapi persoalan yang berdampak luas.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi maupun kejadian kebakaran. Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila Polri, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama," tuturnya.

Program edukasi tersebut menjadi bagian dari penguatan upaya preventif Polda Sumsel dalam penanganan Karhutla. Dengan menjangkau masyarakat secara langsung hingga ke wilayah rawan, edukasi diharapkan mampu membangun kepedulian bersama serta mencegah munculnya titik api baru demi menjaga lingkungan dan kualitas udara di Sumatera Selatan.

"Pola penyusunan ini mengikuti prinsip straight news, piramida terbalik, dan penonjolan dampak pelayanan kepada masyarakat sebagaimana ketentuan narasi pemberitaan Polda Sumsel," tutupnya.

Simak juga Video: Prabowo Pastikan Penanganan Karhutla Terkendali, Targetkan Selesai 1-2 Minggu

(akn/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini