Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Rosmin Nurjadin memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dengan menerbangkan pesawat tempur F-16. Pesawat tersebut wara-wiri setiap hari di langit Bumi Lancang Kuning untuk memantau karhutla via udara.
Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris menyampaikan pemantauan udara tersebut bertujuan untuk memastikan data hostpot atau firespot yang ada di aplikasi dengan kondisi secara real-time. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari dan dikombinasikan dengan latihan terbang yang menjadi bagian dari program latihan rutin Skadron Udara 16.
Dengan kemampuan jelajah dan cakupan wilayah yang luas, pesawat F-16 dapat membantu memantau kondisi sejumlah wilayah di Provinsi Riau, khususnya potensi munculnya titik-titik api. Pemantauan dari udara juga menjadi langkah penting untuk mendeteksi lebih dini adanya indikasi Karhutla sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh unsur terkait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Area pemantauan meliputi wilayah Provinsi Riau yang sekaligus menjadi area latihan penerbangan pesawat tempur Lanud Roesmin Nurjadin. Dengan demikian, pelaksanaan latihan tetap berjalan, namun di sisi lain juga memberikan kontribusi dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Abdul Haris menyampaikan bahwa setiap informasi yang diperoleh dari hasil pemantauan udara oleh pesawat F-16 akan diteruskan kepada Dinas Operasi Lanud Roesmin Nurjadin untuk selanjutnya dikoordinasikan dan dilaporkan kepada BPBD Provinsi Riau sebagai bahan menentukan langkah penanganan berikutnya.
"Penerbangan F-16 ini kami lakukan secara rutin untuk memantau titik api maupun titik panas. Hasil pemantauan ini nantinya kami akan teruskan ke Satgas Darat untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya," kata Abdul Haris dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Hasil pemantauan patroli Satgas Udara akan menentukan kategori hotspot (kecil, sedang, atau besar) yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan upaya pemadaman water bombing menggunakan pesawat heli baik dari BNPB, Kementerian Kehutanan, atau TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin.
Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan sinergi dan koordinasi seluruh pihak. Oleh karena itu, Lanud Roesmin Nurjadin akan terus memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau, BPBD Riau, jajaran TNI-Polri, serta seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla.
Pesawat tempur F-16 mengudara melakukan patroli pengecekan karhutla di Riau. Foto: dok. Istimewa |
Karhutla Riau Menurun
Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meminta jajarannya tidak mengendurkan kewaspadaan meski api sudah dinyatakan padam. Terlebih, karakteristik lahan gambut di sejumlah wilayah Pelalawan yang menjadi fokus pemadaman memungkinkan bara bertahan dan kembali memunculkan asap apabila pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.
"Sekalipun api di permukaan sudah tidak terlihat, pekerjaan belum selesai. Yang harus kita pastikan adalah bara benar-benar padam. Karena itu, pendinginan harus dilakukan sampai tuntas dan titik yang masih mengeluarkan asap harus terus diawasi," kata Irjen Herry Heryawan seusai melakukan patroli udara, Senin (31/8).
Karakteristik lahan di Kerumutan berupa gambut membuat proses pemadaman tidak mudah. Api dapat bertahan di bawah permukaan sehingga penanganan darat harus diperkuat dengan operasi udara. Polda Riau bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan unsur terkait terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemadaman.
Upaya pemadaman juga diperkuat oleh Satgas Udara dengan mengerahkan satu helikopter water bombing, serta drone surveillance untuk membantu pemantauan area terdampak. Menurut Kapolda, besarnya kekuatan yang masih dipertahankan di lapangan merupakan bagian dari strategi untuk memastikan penanganan tidak berhenti hanya setelah api berhasil dikendalikan.
"Kita pertahankan kekuatan di lapangan karena targetnya bukan sekadar memadamkan api. Kita harus memastikan tidak terjadi kebakaran ulang. Tim darat bekerja melakukan pemadaman dan pendinginan, sementara dari udara kita lakukan pemantauan serta dukungan water bombing pada lokasi yang membutuhkan," imbuhnya.
Simak juga Video 'Dua Petani Jambi Diamankan, Diduga Bakar Hutan Konservasi':
(mea/dhn)










































