Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 969,6 hektare di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau telah berhasil dipadamkan setelah perjuangan sebulan penuh. Meski demikian, personel gabungan masih terus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada api yang tersisa.
Kebakaran tersebut terjadi sejak 29 Juli 2026. Saat ini api telah berhasil dipadamkan, namun upaya pemantauan terus dilakukan.
"Pemantauan kami terus lakukan dengan menggunakan drone setiap hari, sesuai perintah Pak Kapolda," kata Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, Selasa (1/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemantauan dilakukan secara intensif mengingat memasuki September 2026, puncak Super El Nino diprediksi akan terjadi. Kapolda mewanti-wanti agar seluruh jajaran tidak lengah dan meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah titik hotspot muncul kembali.
Pada Minggu (30/8/2026), personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Manggala Anggi, Masyarakat Peduli Api hingga pihak perusahaan pemilik konsesi telah berhasil memadamkan api.
Kendati demikian, petugas gabungan masih terus melakukan pendinginan. Tujuannya untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang terpendam di lahan berupa gambut tersebut.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara mengatakan Tim Terpadu Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melakukan pemadaman 24 jam nonstop.
"Meski hari libur, tidak ada alasan bagi personel untuk pulang sebelum api padam," kata John.
Proses pendinginan dilakukan secara intensif pada bagian-bagian lahan yang dinilai masih berpotensi kembali terbakar, sebagai langkah antisipasi agar api tidak meluas ke area lainnya.
Upaya tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh personel gabungan dengan mengutamakan keselamatan serta efektivitas penanganan di lapangan. Petugas tidak hanya melakukan penyiraman terhadap lokasi yang terbakar, tetapi juga memantau kondisi sekitar guna mendeteksi apabila kembali muncul asap maupun bara yang dapat memicu terjadinya kebakaran susulan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja keras dan kesiapsiagaan tanpa mengenal waktu, termasuk pada hari libur. Sinergi dan kekompakan Tim Terpadu menjadi kunci dalam mempercepat proses pemadaman dan pendinginan sekaligus mencegah meluasnya dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
(mea/jbr)









































